THE BODYGUARD FROM BUSAN [Part 4]

THE BODYGUARD FROM BUSAN [Part 4]

Author : Puppy_KY

Cast : Choi Sooyoung SNSD, Cho Kyuhyun Super Junior And Other.

Genre : Romantic Action, Family.

Length : Series ^^v

Ratting : PG 17

Disclaimer : FF ini terinspirasi dari sebuah Film Action Drama Hongkong “The Bodyguard From Beijing” yang menurutku lumayan keren dan romantis kekeke ^^..tapi keseluruhan jalan cerita ga akan sama karena kuubah (?) sesuai imajinasiku sesuai setting Korea dan karakter My Lovely pairing KYUYOUNG.

Ah..akhirnya bisa publish part ini, makasih buat doa dari semuanya untuk UTSku yang  -___- tapi mudah-mudahan hasilnya bagus hehe.

UNTUK PW part 5, kalian boleh minta lewat FB aja ya, soalnya aku jarang pegang HP huhuhu..InsyaAllah aku sering OL dan ga perlu Add, cuman berharap jujur aja masalah umur..OKey😀

““““““`So Happy Reading KNIGHTdeul :D““““““““

Seorang namja dipagi hari ini sedang berkutat dengan aktivitasnya. Lazimnya seorang namja memang masih terbuai mimpi di pukul 05.01 KST ini, tapi ia memilih mencuci bekas darah yang menempel didasinya.

Kyuhyun POV

Hup.. tinggal peras lalu keringkan di mesin pengering. Andai dasi ini bukan dari halmeoni, lebih baik aku buang saja dasi ini.

Aku berjalan kearah counter di dapur untuk membuat sarapan dan secangkir Hot Chocolate, hari ini aku harus mengurus beberapa hal terkait jadwal nona choi diluar dan membeli beberapa perlengkapan untuk meningkatkan keamanan.

Tap..tap..tap

Aku mendengar suara langkah kaki dari tangga, kulihat nona choi berjalan tertatih menuruni satu demi satu anak tangga itu.

Gadis ini.. kuletakan mug berisi cokelat bubuk yang belum ku seduh, dan berjalan menyongsong sosoknya.

“Masih terlalu pagi, kenapa anda memaksakan turun?.”

“Aku mendengar suara-suara aneh dari sini, kau tau pendengaranku sangatlah sensitive seperti kelinci.”  ucap gadis di boponganku.

Yap, aku membopongnya..bisa lama pulih kalau ia terus bergerak dan membuat luka dipahanya tak kering-kering.

“Aku ingin duduk di sofa depan TV saja” ucapnya menunjuk ruang keluarga yang kebetulan bersisian dengan dapur tanpa dibatasi sekat.

Setelah meletakan tubuhnya di sofa, aku melangkah ke dapur berniat melanjutkan menyeduh Hot Chocolate ku.

“Kau sedang buat apa? Tanya gadis yang kini duduk didepan TV menonton berita pagi.

“Hot chocolate dan Pancake”

“Boleh buatkan satu untuku..tanpa potassium ya”  kekehan terdengar pelan dari ruang keluarga, ternyata ia masih mengingat sindiranku.

Kuambil pan dilemari dan meletakannya diatas kompor, adonan yang telah kubuat segera kutuangkan sedikit demi sedikit.

“Eohh..Kyu~ssi, bagaimana keadaan halmeonimu?”

“Mulai membaik, beliau hanya jatuh ketika akan ke ladang..lukanya tak terlalu serius”

Oh ya aku lupa menceritakan kepulanganku dari Busan yang sangat singkat itu.

Flashback on

Saat tiba di Busan, aku mendapati kedua gadis bocahku tengah bermain dihalaman rumah.

Segera kurengkuh mereka dalam pelukanku dan mengecup kening mereka satu-satu. Aku memang sudah lumayan lama tidak pulang, semenjak hyung~nim mempercayaiku untuk konsentrasi berlatih sebagai calon bodyguard.

Kutuntun kedua gadis bocahku dan segera kulangkahkan kaki memasuki pintu rumah kami yang sederhana dan mendapati “yeoja ku” sedang mengadoni sawi dengan cuka, sepertinya membuat kimchi.

Kupeluk tubuh ringkihnya dari belakang dan ia tampak terkesiap dengan serangan tiba-tibaku kkkkk

“Yak..anak nakal, lepaskan tanganmu atau kalau tidak aku taburkan bubuk cabai ini kematamu” omelannya yang sangat kurindukan.

“Aissh..yeoja ku, apa kau tak merindukan cucu terhebatmu ini, hm?”

Kedua bocah yang adalah dongsaengku terkikik mendapati perbuatan kami.

Aku memang memanggilnya “yeoja ku”, sedikit aneh mungkin untuk sebuah panggilan tapi aku sangat senang menggodanya dengan panggilan itu, karena mendiang harabeoji sangat suka memanggilnya seperti itu. Sekedar menghidupkan sosok haraboeji yang sangat kami rindukan.

“Tentu saja, aku dan dua bocah ini sangat merindukanmu..apa aku harus jatuh dulu, baru kau mau mengunjungi kami seperti sekarang ini” ucapnya sambil sedikit terisak dam memukul pelan lenganku.

Aku membalikan tubuh halmoeni yang sangat penting dalam hidupku ini, dan mendekapnya dalam pelukanku.

“Jangan bicara seperti itu, aku sangat hawatir ketika jungso hyung mengabarkan kau sakit. Jongmal minhae, tugasku cukup berat kali ini..karena harus melindungi seorang “tuan putri” , jadi aku tak bisa sering-sering pulang kecuali kondisi darurat seperti sekarang.”

“Jongmal?? Benarkah oppa melindungi seorang putri?” teriak dongsaengku dengan cengiran khas..Cho hyunsoo namanya.

“Ne..makanya jangan marah lagi ne?” godaku pada halmeoni yang sudah sedikit tenang.

“Kau ini,,,untung saja ada Hyorin~ssi yang sesekali menemaniku” ujarnya membawaku duduk  dihadapan meja segi empat yang tak kalah sederhananya dengan rumah ini.

“Oppa…Ayo ceritakan bagaimana sosok putri yang oppa lindungi itu..” rengek dongsaengku yang berambut pendek..Cho soohyun,kami biasa memanggilnya.

“Nanti kalian juga tau sendiri..”  ucapku asal.

“Oh ya, tolong sampaikan pada Hyorin~ssi rasa terima kasihku”  tambahku.

“Hyorin~ssi sangat baik dan cantik Kyu~ah, halmeoni berharap bukan cuma ucapan terima kasih yang kau sampaikan padanya.”

“Aisssh halmeoni mulai lagi membicarakan Hyorin eonni,,kami tidak suka dia,  walau ia cantik” gerutu Hyunsoo yang diamini oleh kembarannya Soohyun.

“Yakkk..bocah-bocah ini, cepat bereskan mainan kalian di halaman” usir halmeoni pada dua bocah yang cuman cengengesan dan berlari kehalaman meneruskan permainan mereka.

“Aku sudah bilang, cuma kalian yeoja-yeoja yang saat ini paling penting dalam hidupku dan mungkin ditambah gadis yang sekarang sedang aku lindungi”

“Aishh..selalu saja seperti itu..baiklah ceritakan tentang gadis itu” ucap halmeoni menyerah.

“Gadis yang mana?” godaku lagi.

“Issh kau ini..tentu saja gadis yang kau sebut “tuan putri”, atau kau mau mendengarkanku bercerita tentang gadis lain selain Hyorin~ssi?”

“Arra..arra”

Aku menceritakan kisah hidup nona Choi dari A-Z, memang selama ini tidak ada yang pernah aku tutupi dari halmoni.

“Oleh sebab itu..aku berusaha selalu ada disekitarnya dan melindungi nyawanya.” Pungkasku mengakhiri cerita.

“Putri yang malang” gumam halmeoni. Ternyata pendapat kami sama, aku juga berpikir begitu pada awalnya.

“Lalu..kenapa kau masih disini? Kembalilah ke Seoul, kami baik-baik saja.” Ucapnya mantap padaku.

“ Ne? ah.. itu,tak apa..jungso hyung sudah memberikan izin, mungkin baru besok aku akan kembali ke Seoul.” Ucapku heran dengan respon halmeoni.

“Siapa yang bisa menjamin nyawa gadis itu akan bertahan sampai esok hari?”

DEG..sekelebat bayangan Sooyoung, Sulli, Siwon dan Shindong hyung hadir di pikiranku, kenapa aku jadi menghawatirkan mereka?

Halmeoni yang kemungkinan besar membaca perubahan raut wajahku, kemudian mendorongku pelan menuju pintu.

Kembalilah, aku hanya keseleo sedikit..dengan tumbuhan obat, sakitnya akan cepat hilang.”

“Tapi..” belum sempat aku membantah,

“Jangan membantah, dan bawa ini bersamamu” ujarnya sambil menyodorkan kotak kecil, yang akhirnya kutau isinya adalah dasi.

“Aku ingin menghadiahkannya ketika mendengar dari jungso kau resmi bertugas di Seoul, tapi..” kupotong ucapannya dan mendekap tubuh ringkihnya hangat.

“Mianhae..ku usahakan mengunjungi kalian lagi secepatnya.”

Flashback Off

Itulah kenapa aku bisa cepat menyusul mereka ke Mall.

“Eohh mana bisa begitu? Seharusnya kau menemani halmoenimu lebih lama, beliau pasti membutuhkanmu.” Kembali cerewetnya kambuh.

Justru halmeoni menyangka anda lebih membutuhkan perlindunganku, dan..terbuktikan dengan insiden Mall itu, ingin ku suarakan hal itu tapi apa peduli gadis ini.

“Oh ya aku belum pernah ke Busan, padahal katanya pantai pelabuhan disana sangat cantik. Bagaiman kalau minggu depan kita ke Busan sekalian mengunjungi halmeonimu..otthe?” cerocosnya tanpa mengalihkan pandangan dari tv.

Eh? Ke Busan? Apa aku tak salah dengar..hampir saja aku menghancurkan pancake yang sedang kubalikan ini karena mendengar permintaanya..apa lagi kali ini -___-

“Wah..siapa yang mau ke Busan? Aku ikut ya..yeaaay” Sulli keluar dari kamarnya di ikuti oleh shindong dan siwon Hyung, ia terlihat antusias dan segera bergabung dengan Sooyoung di ruang keluarga.

“Ehmm..aku cuman mengingatkanmu Sulli~ya, minggu depan disekolah ada study tour..tidak mungkin kau melupakannya kan?” ucap Siwon mengingatkan Sulli dan segera bergabung denganku membuat sarapan.

“Aishh..hampir aku lupa” Sulli menepok jidatnya, anak ini..kemarin menangis karena eonninya terluka tapi sekarang..lihatlah dengan cepat ia jadi ceria kembali.

Aku berjalan dengan nampan berisi Hot Chocolate dan Pancake saus strawberry menghampiri Sooyoung.

Belum sampai nampan itu ketangan Sooyoung, Sulli sudah mencomot Pancake yang kubuat.

Kyuhyun POV End

Author POV

“Yakk..itu Pancake punya eonni” teriak Sooyoung tidak terima Pancakenya beralih tangan.

“Ishh pelit sekali..Kyu oppa bolehkan aku dibuatkan juga” rengek Sulli kearah Kyuhyun.

“Ne” jawab Kyuhyun tak mau memperpanjang.

“Tidak usah Kyu~ssi.. biar Sulli buat sendiri.” Sooyoung menimpali.

“Kau ini..sana buat sendiri, jangan merepotkan Kyu~ssi” tambah Sooyoung sambil mendorong Sulli dari posisi duduknya.

Kyuhyun kembali keaktivitasnya menuangkan saus strawberry keatas Pancakenya,kemudian menyuapkan potongan-potongan Pancake yang tadi sempat terganggu.

Sementara yang lain dengan pikirannya masing-masing menggumam tidak jelas.

“Eonni aneh” batin Sulli.

“Tumben nona seperti itu pada Kyu~ah” batin Shindong.

“Jangan bilang nona, mulai…andew” batin Siwon.

Sulli berjalan kearah dapur dan mulai memegang pan untuk menggoreng sesuatu.

“Yeay..mari bereksperimen” teriak Sulli penuh semangat.

“Andeeeeewww..” kompak Siwon dan Shindong, membayangkan kejadian apa yang terjadi ketika terakhir kali Sulli memasak ketika di kemah..kacau.

“Sulli~ya..tidak usah ya, lebih baik kita cari sarapan diluar” ucap Shindong sambil menarik tangan Sulli dan Siwon untuk mengikutinya.

“Yah kenapa?” protes Sulli.

“Nona..Kyu~ah kami pergi cari sarapan diluar” teriak Siwon karena terus diseret oleh Shindong.

Sooyoung dan Kyuhyun hanya mengangguk dan kembali sibuk dengan sarapan lezatnya.

Sooyoung POV

Potongan demi potongan kecil pancake masuk kemulutku, sementara pikiranku terus melayang ke Busan..tempat asal namja yang kini tengah merapikan bekas sarapannya. Aku sangat ingin tau kehidupannya di Busan..keluarganya..juga Yeojachingunya mungkin? .. Aisssh apa yang kupikirkan.

Kring..kring..kring

Telepon rumah disampingku berbunyi, aku melirik kearah Kyuhyun yang sama-sama melirik kearah telepon itu berbunyi. –Angkat jangan?- arti lirikanku padanya, ia berjalan kearahku dan segera mengangkat telepon itu.

“yeoboseo?”

“Yeoboseo” kudengar ia menjawab panggilan, aku menatapnya dan menggerakan bibirku tanpa suara –nugu?

“Ini aku Kyu. Kudengar sooyoung terluka, apa dia baik-baik saja? “

Jungso Hyung– balas kyuhyun tanpa suara.

“Oh ne Hyung. Nona ada di sini, apa kau mau bicara langsung dengannya?”

“Ne..tolong berikan teleponnya pada Soo.”

Kyuhyun menyerahkan gagang telepon padaku, dan ia berlalu kembali ke dapur.

“yeoboseo oppa”

“Yeoboseo soo, apa kau baik-baik saja? Kenapa bisa terluka? Apa perlu oppa mengganti Kyu dengan bodyguard lain?” terdengar nada hawatir dari serentetan pertanyaan jungso oppa.

Mengganti bodyguard? Eh?..

“Andeeeew..eh maksudku tak apa-apa oppa. Aku hanya mengalami luka kecil sebentar lagi juga pasti sembuh. Jangan hawatir lagi ne?”

“Ah..benarkah? apa perlu Kyu..”

“Ani oppa, ini semua justru salahku. Kyu~ssi bertugas dengan baik, aku hawatir tidak akan bisa beradaptasi dengan cepat jika oppa mengutus bodyguard baru..lagipula kasihan keluarga Kyu~ssi di Busan jika ia harus dipecat”

Kupelankan suaraku ketika Kyu duduk di salah satu sofa tempatku menonton TV, aku terus menatapnya yang entah sedang mencari apa di keranjang cucian dan terus mendengar wasiat-wasiat dari jungso oppa, tentang keselamatan tentunya.

“Baiklah kalau begitu, oppa akan usahakan mengunjungimu secepatnya. Apa ada lagi yang ingin kau sampaikan?”

“Ah..Ne..itu..itu…bisakah aku berlibur ke Busan jika sudah sembuh? Itu..aku juga ingin mengunjungi markas oppa..ya itu..ke markas oppa”

Kenapa aku jadi gugup begini meminta izin ke Busan, padahal biasanya aku tak peduli jungso oppa mengizinkan atau tidak..aku tinggal membujuknya dan aku pasti mendapatkan izin itu, kecuali memang membahayakan nyawaku.

“Lagi pula aku kesana bersama Kyu~ssi,yang pasti hafal betul daerah itu, jadi oppa tenang saja oke?”

Namja dihadapanku seketika menghentikan aktivitasnya dan melirik kearahku, aku tau ia keberatan aku membawa-bawa namanya dalam usahaku membujuk jungso oppa kkkkk, tapi sedetik kemudian ia sibuk kembali dengan aktivitasnya.

“Asal kau janji cepat sembuh dan tak merepotkan Kyu, oppa setuju saja..lagipula sejak kapan kau mau menyerah pada permintaanmu hehe”

“Siap komandan!! Gomawo, yeaaay akhirnya aku jadi ke Busan” teriaku bersemangat.

“Nado..Hati-hati ne..Saranghae Soo” aku melirik kearah Kyu, aku jadi menghawatirkan ia akan mendengar ini.

Tut..tut..tut

“Saranghae” ucapku pelan.

Sooyoung POV End

Author POV

“Akhirnya ketemu juga” batin Kyuhyun yang sedari tadi mengaduk-aduk isi keranjang cucian untuk mencari dasinya. Saat ia akan beranjak menuju kamarnya sebuah suara menghentikan langkahnya.

“Kyu~ssi, tunggu sebentar” panggil sooyoung.

Sooyoung berusaha berdiri walau sedikit kesulitan dan hampir saja jatuh bila Kyuhyun tak segera menahan bahunya.

“hup..hampir saja” gumam sooyoung.

Sooyung tersenyum kearah kyuhyun yang tengah berdiri dihadapanya, ia menyodorkan sebuah kotak kecil berwarna merah marun kehadapan namja itu.

“Apa ini?” Selidik kyuhyun.

“Kemarin di Mall aku melihat ini dan kurasa akan cocok dengan Kyu~ssi” jawab sooyoung sambil perlahan membuka kotak itu.

“Dasi?” Tanya kyuhyun dan dasi dari halmoninya tanpa disadari ia sembunyikan dalam genggamannya di balik punggung.

“Ne..apa tidak suka warnanya?” ucap sooyoung kecewa.

“Ah bukan, itu..ini pasti mahal” dengan spontan kyuhyun menjawab.

“Tidak juga, aku bosan melihat kyu~ssi memakai dasi yang sama setiap harinya dan ini juga sebagai tanda terimakasih dan permohonan maafku karena berlaku kurang baik selama ini.”

“Ah begitu..tidak apa-apa, nona tidak usah repot seperti ini” kyuhyun masih keukeuh menolak.

“Kalau begitu anggap saja ini hadiah pertemanan kita, otthe? Please..”

Kyuhyun tak bisa menolak lagi, apalagi sooyoung membawa-bawan nama pertemanan dalam hal ini. Berteman? Tidak terlalu buruk kedengarannya.

“Ne..” jawab kyuhyun tersenyum simpul.

“Jongmal? Ah..gomawo Kyu” ucap sooyoung keceplosan.

“Eh bolehkan memanggil tanpa ada embel-embel ~ssi?” ralat sooyoung.

“Nona juga sering memanggil saya informal jika sedang marah atau ketakutan seperti kemarin” kekeh kyuhyun.

“yakkk, jangan tertawa seperti itu” ngambek sooyoung.

“ah mian, saya hanya bercanda. Nona bisa memanggil saya apa saja”

Sooyoung lagi-lagi tersenyum mendapati dirinya dan kyuhyun tak terlalu terjebak lagi dalam kekakuan hubungan “Bodyguard-Nona nya”. Ia mengeluarkan dasi yang dibelinya dari kotak kecil itu dan berusaha memasangkannya dileher Kyuhyun.

Kyuhyun awalnya kaget tapi kemudian tak berbuat apa-apa ketika perlahan sooyoung mulai membuat simpul pada lehernya. Jarak mereka yang tanpa disadari semakin merapat membuat kyuhyun leluasa memandangi wajah cantik sooyoung dari dekat.

Sedetik serasa semenit, semenit serasa sejam..sooyoung menyelesaikan pekerjaannya. Ia menatap bangga pada hasil karyanya..simpul rapi dileher Cho kyuhyun. Tatapannya ia naikan kearah mata kyuhyun yang kini menatapnya.. Tunggu..menatapnya? blush..seketika wajah sooyoung memerah.

Kyuhyun masih tetap dengan kegiatannya dan kini malah menatap bibir sooyoung dan mengangkat jemarinya mengusap sudut bibir gadis itu.

“Kyu?” ucap sooyoung memecah keheningan.

“Mian..ada saus strawberry” jawab kyuhyun menurunkan tangannya dari bibir sooyoung.

Kyuhyun segera berlalu, sementara Sooyoung masih terpaku ditempatnya.

“Aissssh apa yang kulakukan” rutuk namja itu.

~~~My Bodyguard~~~

Someone POV

“Ne..aku baru saja mengurus surat izin ketidak hadirannya di pengadilan  karena ia masih dalam tahap penyembuhan.”

“……………………”

“Kyu sedang berbelanja sesuatu katanya untuk meningkatkan keamanan.”

“…………………….”

“Ia baik-baik saja, hari ini Ia seharian bersama Shindong dan Sulli dirumah.

“…………………….”

“Baik, aku mengerti. Surprise?? Kita lihat seberapa ia akan terkejut, haha”

Someone POV End

Author POV

..Tahanan yang kabur dalam insiden kebakaran di penjara Seoul National Prison ini diantaranya adalah tersangka pelaku pembunuh pimpinan Han Corp..Pihak kepolisian seoul belum memberikan konfirmasi resminya hingga berita ini disiarkan..

KLIK

Kyuhyun mematikan TV yang menyiarkan Breaking News itu, ia segera bergegas menuju kamarnya untuk mengecek CCTV dirumah itu.

~~~My Bodyguard~~~

Ting Tong Ting Tong

“Shindong oppa, tolong lihat siapa yang datang” ucap Sooyoung yang sedang bersantai bersama sulli diruang keluarga.

Shindong berjalan kearah pintu dan mengecek intercome melihat siapa yang datang. Ia mengernyit mendapati hanya sebuket bunga mawar putih yang tampil dilayar dan menutupi wajah si tamu misterius.

Shindong memberikan kode supaya Siwon yang tengah berjaga diruang keluarga untuk mendekati pintu juga. Mereka mengeluarkan pistol masing-masing dan bersiap membuka pintu.

Sooyoung dan Sulli yang melihat hal itu merasakan ketegangan dan berusaha untuk tidak bersuara sedikitpun.

Kemana Kyuhyun? Mana mungkin ia tak mengetahui ada seseorang yang datang sementara semua kendali CCTV ada dikamarnya..pikir Sooyoung.

Hana

Dul

Set

BRAK..Pintu terbuka menjeblak, mengagetkan si pembawa bunga.

“Jangan bergerak” Siwon mengultimatum.

Si pembawa bunga yang shock memundurkan tubuhnya dan mengangkat tangannya.

“Ampun..sa sa saya hanya kurir” ucapnya terbata-bata.

Siwon dan Shindong yang mulai mengenali si tamu misterius itu sebagai kurir salah satu toko bunga segera menyarungkan kembali pistol mereka.

“Eoh ada perlu apa?” ucap shindong memecah ketegangan.

“Ap apa benar ini kediaman Nn. Choi Sooyoung? Tanya kurir itu sambil membaca memo kecilnya.

“Ne..”

“Ah..syukurlah, saya mengantarkan ini untuk Nn. Choi. Tolong tandatangani sebelah sini” ucap kurir itu kelihatan ingin cepat-cepat pergi.

Shindong membubuhkan tandatangannya sebagai tanda terima, sementara Siwon berlalu menuju dalam rumah.

“Nugu?” Tanya Sooyoung pada siwon.

“Kurir toko bunga” jawab siwon sambil mendudukan tubuhnya di sofa ruang keluarga itu.

“Huftt..kukira siapa” timpal sulli.

Kyuhyun turun dari lantai 2 bersamaan dengan shindong yang membawa sebuket mawar putih kehadapan sooyoung.

“Untuk nona” ucap shindong sambil menyodorkan bunga tersebut.

“Kyu?” lirik sooyoung pada kyuhyun yang baru akan bergabung bersama mereka diruangan itu.

Kyuhyun yang mengerti itu tugasnya segera mengeluarkan metal detector dari tas kecil yang setia dipinggangya.

“Aman. Dari JS? Jungso Hyung~nim mungkin.” Ucap Kyu datar.

“A..jongmal? A..aku kurang suka mawar putih sebenarnya”

Sooyoung merasa hawatir dengan apa yang dipikirkan namja yang kini duduk di samping siwon setelah menyerahkan sebuket mawar putih yang katanya aman itu ketangannya.

Masih dengan berbagai tebakan apa isi otak kyuhyun tentang sebuket mawar putih yang jungso berikan padanya,tiba-tiba sooyoung dikagetkan oleh bunyi telepon rumah.

Shindong yang lebih dekat dengan telepon itu berinisiatif mengangkat panggilan itu.

“Yeoboseo?”

“………………..”

Shindong melirik kearah Sooyoung, menandakan panggilan telepon itu untuk gadis itu.

Sooyoung POV

“Yeoboseo” Aku mulai menempelkan gagang telepon diteling kananku.

“Yeoboseo Soo, apa kirimanku sudah diterima? Bagaimana? Kau suka?”

Jungso oppa ternyata,

“Ah..mawar putih itu ya? Ne, aku sudah menerimanya oppa, tapi aku lebih suka bunga Daisy sebenarnya.”

Kulirik Kyuhyun dan yang lainnya sedang sibuk dengan aktivitas masing-masing setelah mengetahui aku sedang berbicara dengan jungso oppa.

“Begitukah? Mian..tapi kau akan suka dengan kejutanku satu lagi.” Ucapnya terdengar semangat.

“Kejutan? ..Kejutan apa?”

“Malam ini kita Dinner merayakan ulang tahunku di restoran favoritmu ya, segeralah bersiap..aku tunggu di depan”

“Malam ini?..oppa didepan?” ucapku memastikan dan berjalan kearah jendela dimana aku mendapati sosok jungso oppa sudah melambai dari dalam mobilnya.

Sooyoung POV End

~~~My Bodyguard~~~

Seorang pelayan tengah menuangkan wine kedalam gelas-gelas bening yang berada dihadapan Jungso dan Sooyoung. Makan malam romantis yang sudah di set sedemikian rupa oleh jungso sayangnya bukan hanya dinikmati oleh mereka berdua..karena Sooyoung bersikeras mengajak Kyuhyun ikut serta..demi keamanan katanya.

Kyuhyun hanya berdiri memperhatikan sekitar, dan sesekali mencicipi dahulu minuman atau makanan yang akan sooyoung santap.

“Kau cantik, malam ini” jungso tersenyum lembut kearah sooyoung setelah mengucapkan kalimat pujian untuk gadis dihadapannya.

Sooyoung hanya tersenyum ramah, menanggapi pujian itu. Sesekali ia mencuri pandang kearah kyuhyun yang masih setia berjaga. Dan sayangnya tindakan itu juga disadari oleh Jungso.

“Apa tidak apa oppa meninggalkan Busan dan sekarang berada disini? Tanya sooyoung sambil memasukan potongan steak dalam mulutnya.

“Tak masalah, untuk hari special ini. Lagipula aku sangat merindukanmu” ucap jungso sambil sengaja meraih tangan sooyoung untuk dielusnya.

“Uhukk..”

Sooyoung tersedak mendapati skinship yang tiba-tiba jungso lakukan dan hal itu kebetulan juga dilihat oleh Kyuhyun.

“Soo..gwenchana? minum ini.”

Jungso menyodorkan segelas air putih tapi tangannya sudah keduluan oleh tangan lain yang melakukan hal sama.

“Gomawo Kyu” ucap sooyoung menepuk-nepuk dadanya.

“Aku permisi ke toilet sebentar” lanjut sooyoung dan segera berlalu dari hadapan Jungsoo.

Kyuhyun bergerak dari posisinya dan berniat mengikuti sooyoung ke toilet.

“Kyu..kau mau kemana?” suara jungso menghentikan langkah Kyuhyun.

“Aku harus berjaga didepan Toilet” jawab kyuhyun ikut hilang dari pandangan Jungso.

Sementara Jungso, ia masih merenung dengan kejadian yang baru saja terjadi.

-TBC

 -___- aku rasa ini part paling flat yang aku buat dan baca ulang heuu..semoga Knightdeul masih bisa enjoy baca FF abal ini =”..tenang aja tinggal 2 part lagi menuju ending dan yang pasti part yang kalian tunggu wkwkwkwk, kabar baiknya part itu udah lama jadi (reader: -__- author aneh)

40 pemikiran pada “THE BODYGUARD FROM BUSAN [Part 4]

  1. Waaa..Tak kirain tadi promosi fanfic punya siapa.. Eh ternyata punya Ryana..

    Ini Ada Nc nya kah ? kok klihatanya pg nya agak tinggi * masih 16 tahun

    okeh Kubaca dulu dari part 1 ^^

    1. waah ada dirimu :3 jadi malu ^^v
      ga tau itu asal aja ngasih rate yang sebenernya di ff lain masih PG-15 yang kaya gini tuh -___-a..tapi aku yang bikin udah pengen ngakak malu heuu #akukan polos #plak

      mohon masukannya, eonn😀

  2. cie kyuyoung dah mulai deket nih wah jungsoo kudu waspada…smg kyuyoung nanti jd ke busan dan hyorin enyah dr samping kyu…oiya chingu aku mnta pw’a ya umurku dah agak tua 23 thn hehe nama fb ku lie cavalera…

  3. huwaaahhhh soo eon kayaknya udah mulai suka ni sama kyupil…
    Daebak ff nya…
    Selanjutnya minta pw nya ok ~kekeke #yadong kumat

  4. Wah! Kyu ngelindungin soo, bukan hanya karna tugas aja, tapi dia jatuh hati pada soo!
    Kyu, sweet abis! >.<
    soo juga udah mulai menaruh hati ke kyu! Permulaan yg bagus kyuyoung!😀
    tunggu apalagi, mundur teratur jungso😛
    next ya~

  5. Woah..
    Dae…bak! *yuri style

    Soo bener2 udah jatuh hati sama kyu? Jinjja?
    Kyu bagaimana?

    Semakin menarik ceritanya!

    Jinjja? Udah selesai sampai part end? Dae..bak!
    Ditunggu 2 part lagi thor \( º ∆ º )/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s