[OneShoot] Broken Angel

pizap.com10.81808031164109711377513567530

Broken Angel

Author : Puppy_KY / @realme90

Length : Oneshoot/LongShoot

Genre : Romantic, Angst, Family

Cast : Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun, Choi Siwon

Supporting Cast : Choi Jinwon (OC)

Rating : PG-16

Poster : To Owner

Recommended Song : Arash feat Helena –Broken Angel-

Disclaimer: Cerita ini murni –semurni susu sapi😛– dari imaginasi saya yang random keke, adapun (ceilee) lagu yang cukup menginspirasi dan banyak ngebantu lancarnya pengetikan😀 adalah Broken angel-nya Arash feat Helena dan Unbreak My Heart-nya Toni Braxton walau ga tau keseluruhan isi lagu itu apa..yang penting mendukung waaaks😀

Yoo.. Wis..Happy Reading and Don’t Forget to RCL !!

 

 

“Eomma..aku pulang!!” teriakan seorang bocah laki-laki tak membuat seorang yeoja yang dipanggilnya “eomma” teralihkan dari aktivitasnya..ya..yeoja berparas manis itu memang sedang melamun.

“Eomma…lihat aku bawakan makanan kesukaan eomma” kembali seruan riang itu menghangatkan suasana sebuah rumah yang walaupun tampak sederhana tapi kelihatan menentramkan.

“Sayang..kau istirahatlah di kamar ne?..taruh saja makanan-makanan itu diatas meja” seorang namja dengan senyuman hangat dihiasi dimple dipipinya mengelus rambut putra semata wayangnya memberi pengertian.

“Baiklah appa” ucap bocah tersebut sekilas melirik kearah yeoja yang sedang duduk di sofa menghadap pekarangan rumah itu dan berlari menuju kamarnya..Choi Jinwon begitu bocah itu dinamai oleh kedua orang tuanya.

Choi Siwon, kepala keluarga dirumah itu perlahan mendekati yeoja yang berstatus sebagai anaenya yang tampak tak terganggu dari aktivitas melamunnya oleh celotehan si kecil Jinwon. Perlahan Siwon mendekap tubuh kurus itu dan menempelkan dagunya di pundak anaenya dengan nyaman.

“Soo~ah, apakah bunga daisy itu begitu cantik?..sampai-sampai kau tak menghiraukan kami hmm?” Siwon membisikan kata-kata itu tepat ditelinga anaenya, berusaha meminta perhatian.

“Ne?..” gumam Sooyoung..Choi Sooyoung tepatnya, setengah melamun.

Siwon tersenyum simpul mendapati respon yang sudah ia duga sebelumnya..seperti perkiraan anaenya benar-benar sedang melamun.

Tapi bukan Choi Siwon kalau ia lantas putus asa dengan reaksi Sooyoung yang seadanya itu. Ia melepaskan backhug nya dan beralih kehadapan Sooyoung kemudian meraih tangan anaenya untuk ia tempelkan dipipinya. Hal itu rupanya cara yang cukup ampuh, terbukti kini Sooyoung mengalihkan tatapannya dari bunga-bunga daisy di pekarangan kearah wajah tampan itu..Siwon tersenyum mendapati kini Sooyoung tersenyum sambil menatapnya.

“Kyuhyun…” lirih Sooyoung masing dengan angel smilenya.

Lagi-lagi nama itu yang harus Siwon dengar setiap Sooyoung membuka mulutnya untuk berbicara dalam keadaan setengah melamun. Ia berusaha menahan senyumannya walaupun senyuman itu tak semerekah tadi ketika nama itu belum anaenya sebut.

“Op..oppa” Sooyoung mengerjap sadar sepenuhnya dari lamunan.

“Kau ketauan melamun lagi” ucap Siwon mengelus rambut Sooyoung.

“Mian..oppa.aku..” ucapan Sooyoung menggantung diudara ketika telunjuk Siwon sukses menempel di bibir tipisnya mengisyaratkan kalimat itu tak perlu dilanjutkan.

Siwon mendirikan tubuhnya dan menuntun Sooyoung kearah meja makan dimana disana terdapat bungkusan spaghetti carbonara yang tadi di bawakan Jinwon, sementara ia sendiri menjinjing malvasia blanca wine produksi italy..pelengkap yang tepat untuk spagheti itu.

Sooyoung POV

Aku mendudukan tubuhku di salah satu kursi. Dihadapanku Siwon oppa sedang menata makanan yang dibawanya diatas piring untuk kami berdua dan tak lupa gelas kristal yang tentunya untuk menikmati wine..tunggu..wine?

Flashback on

Bau pasta mulai menguar dari dapur mini sebuah apartment minimalis. Bahan makanan yang tercecer ke beberapa perabotan tak membuat dua insan menghentikan kesenangannya. Sang namja dengan semangat mengaduk adonan yang berada pada wadah, sesekali menjahili yeoja di sampingnya dengan mengoleskan adonan setengah jadi itu pada pipi chubby kekasihnya.

Tak mau kalah sang yeoja yang sedang mencuci sayuran segar dengan diam-diam mencipratkan air keran kearah namja yang tampak semakin tampan dengan setelan apron pinknya..ia terkikik geli ketika ingat bagaimana ia membujuk seorang Cho Kyuhyun yang anti segala hal berbau pink untuk mengenakan apron itu sekarang, sementara dirinya memakai apron biru warna kesukaan namjanya..tapi imbalan yang setimpal harus ia tanggung karena namja itu memintanya membelikan wine super mahal yang sedang diinginkan pria pecinta game itu..dasar maniak wine.

“Soo~ah hentikan..aku tak bawa baju ganti”

“Haha..aku memandikanmu chagi”

“Yak..cepat hentikan, bukannya kau harus membelikanku wine?”

“Ne..arraso” sooyoung segera membuka apron yang ia kenakan sambil terus memasang tampang cemberut, sementara kyu yang diam-diam mencuri pandang kearah gadis tinggi itu..hanya tersenyum mendapati kelakuan lucu gadis yang sangat ia cintai.

Setelah beberapa saat sooyoung selesai dari membeli Wine di toko wine langganan Kyuhyun, Sepiring Spaghetti dengan pasta tomat dan dua gelas kosong telah terhidang di meja makan, Sooyoung tersenyum bangga akan hasil karya mereka berdua..hasil karya namja yang kini tengah menatapnya tepatnya.

“Mana wine pesananku?  keluarkan sekarang..aku sudah kerja keras membuatkan spaghetti kesukaanmu untuk makan malam kita” tagih Kyuhyun.

Walaupun seringnya nada dingin yang keluar dari bibir tebalnya tapi itu semua hanya kamuflase untuk menutupi seberapa gugupnya kyuhyun ketika melihat senyuman manis sooyoung..senyuman angel gadisnya, entah kenapa..bahkan ini sudah tahun pertama mereka menjadi sepasang kekasih tetap saja rasa gugup dan berdebar itu selalu menderanya.

“Baiklah..karena hari ini aniversary kita, aku akan berbaik hati mengurungkan niatku untuk menjambakmu sampai pagi” ucap sooyoung kembali cemberut kemudian mulai membuka tutup botol wine yang berada di genggamannya.

Begini lebih baik..batin Kyuhyun seraya mengusap dadanya.

Dengan perlahan sooyoung menuangkan wine untuk orang yang walau selalu melontarkan kata-kata yang menyebalkan tapi anehnya itu malah terdengar seperti gombalan-gombalan termanis tapi tetap saja ia tidak mungkin kan menampakan wajah bahagia dan senyuman-senyuman tidak jelas dihadapan namja yang kadang tengilnya minta ampun ini.

Ketika sooyoung akan menuangkan wine kedalam gelasnya sendiri, sebuah tangan hangat menahannya dan mengambil alih menuangkan wine itu kedalam gelas sooyoung,selanjutnya hanya keheningan yang tercipta karena baik sooyoung maupun kyuhyun sibuk dengan spaghetti yang tak terlalu buruk rasanya itu.

Kyuhyun menatap gelas berisi wine di hadapannya kemudian menempelkan bibir tebalnya disisian gelas itu, perlahan ia hirup bau wine yang selalu ia sukai dan membiarkannya bermain-main beberapa saat di penciumannya.

Ia menatap penuh arti gadis di sebrang meja yang semakin hari semakin membuatnya terpesona, baik oleh fisiknya maupun hati dan tingkah lakunya..memang tidak selalu sesempurna malaikat tapi lebih dari cukup sepadan mendampinginya sebagai manusia biasa.

“Ehmm..soo” namja itu berdehem berniat memecah kesunyian yang tercipta diruang makan yang kini hanya di terangi cahaya lilin seadanya.

“Aku punya cara baru untuk menikmati wine..kau mau coba?” lanjutnya masih memainkan isi wine yang tinggal setengah di gelasnya.

“Jangan melakukan hal-hal yang aneh tuan cho”

“Hmm aku tak jamin..tapi kau akan suka dan tak bisa melupakannya nona cho..i” ucap kyuhyun tengil sambil mendirikan tubuhnya.

Ia berjalan kearah sooyoung yang sesekali mengerjap masih belum mengerti kemana arah pembicaraan..ani, arah keinginan namjanya. Sooyoung sedikit memundurkan tubuhnya hingga menyentuh sandaran kursi kayu yang didudukinya ketika kyuhyun menyingkirkan piring spaghetti dihadapannya termasuk peralatan makan lainnya ke sisi meja,namja itu mengeluarkan smirk andalannya dan dalam satu gerakan, mengangkat pinggang ramping gadisnya kemudian mendudukan sooyoung diatas meja sementara dirinya duduk dikursi yang tadi sooyoung tempati tepat mengarah ke perut datar sooyoung yang tertutupi kemeja biru tipis dan blazer abu sesiku.

“Kyu..spaghettinya?” Sooyoung melirik piring spaghetti dibelakangnya yang mungkin tinggal beberapa suap lagi bisa ia habiskan.Dalam keadaan Kyuhyun yang tengah menatapnya intens ia masih sempat menghawatirkan spaghetti yang masih sayang belum ia habiskan..tentu saja,jangan lupakan predikatnya sebagai dewi makan.

“Biar saja, aku sudah kenyang” ucapnya pelan diiringi senyuman manis yang..eerr tak kalah menghipnotis.

“Kyu..wine..” tanpa menunggu sooyoung semakin cerewet lagi, kyuhyun menarik kerah blazer gadis dihadapannya dan menempelkan bibir tebalnya dengan bibir mungil sooyoung. Tanpa ada lumatan ataupun decakan pertemuan bibir mereka membawa sensasi nyaman dan hangat..nyaman karena dua orang insan yang berlawanan jenis ini merasa bisa saling memiliki dan hangat karena keintiman jarak diantara mereka membuat masing-masing bisa merasakan nafas lembut pasangannya.

Tanpa dikomando setelah beberapa detik dalam posisi bibir, hidung dan kening saling menempel mereka membuka mata bersamaan. Kyuhyun tersenyum mensyukuri anniversary mereka bisa dirayakan dalam suasana seintens ini.

“Kapan terakhir kali kita berciuman ya?” seloroh kyuhyun dengan jenaka.

Blush..pipi sooyoung mulai memerah cantik.

“Emm aku lupa..” ucapnya sambil tersenyum malu.

Kyuhyun yang menyadari senyum itu terbit lagi di bibir kekasihnya segera bangkit dari duduknya dan mencondongkan tubuhnya sehingga membuat sooyoung setengah telentang di atas meja makan dengan siku sebagai tumpuan.

Husssh

Seketika ruangan jadi gelap dan hanya di sinari cahaya bulan yang menerobos lewat kusen-kusen jendela.

“Kyu..kenapa lilinnya dimatikan?” bisik sooyoung kepada namja yang berada diatasnya, ia semakin merinding dengan apa yang selanjutnya akan mereka lakukan apalagi ditengah kegelapan seperti itu.

“Kalau tidak kumatikan, aku tidak akan tahan dengan senyumanmu dan semua yang kurencanakan malam ini tak bisa aku lakukan chagieeeeh”

“Ke.. kenapa kau mengeluarkan suara aneh seperti itu..dan memangnya apa yang kau rencanakan?..” tubuh Sooyoung semakin menegang ditandai dengan keringat yang mulai ia rasakan di sekitar pelipisnya.

“Kau tak perlu tau nikmati saja..” ucap kyuhyun sok misterius.

“Awww..kyu tubuhmu berat”

“Eh..mian, bagai mana kalo seperti ini?”

“Lebih baik..kenapa pula harus gelap-gelapan begini?”

“Karena aku suka”

“Tapi ini menyusahkan babo..bisakah kita pindah ke tempat yang lebih wajar?”

“Tidak bisa..aku sudah tidak tahan”

“Yarrkk hmm mm kyuuh” Suara decakan mulai terdengar dari lidah yang saling memagut berbagi saliva.

“Kyuuhmmm”

“Apa lagi?”

“Tidak..ini manis”

“Betulkan..itulah cara menikmati wine yang baru”

“Jadi?…itu saja..”

“Hu’um..aha, sekarang siapa yang berpikiran aneh-aneh hahahaha” Kyuhyun segera bangkit dari posisinya menindih tubuh kekasihnya dan berlari kearah stop kontak di dekat lemari.

“Yahhh jangan lari kau..jambakan sampai pagi memang pantas untukmu” teriak sooyoung sambil ikut menurunkan tubuhnya dari atas meja dan berlari mengejar kyuhyun yang tengah tertawa-tawa mengelilingi setiap sudut apartment.

Dan benar saja, pada akhirnya sooyoung tak pernah bisa melupakan moment itu bahkan hal-hal yang berhubungan dengannya.

Flashback End

Suasana hening diselingi suara sendok dan piring yang beradu menemani sooyoung dan siwon yang tengah menyantap makanannya. Sooyoung terus menunduk dan membayangkan saat-saat bersama kyuhyun. Sebetulnya ia berusaha menghindar dari terus memikirkan namja itu tapi seakan segala hal yang berhubungan dengannya memenjara kehidupannya.

“Oppa..kenapa spaghetti ini begitu enak dari yang terakhir aku makan?” sooyoung membuka suara berusaha menetralkan keadaan dan perih hatinya.

Sejak terakhir ia membuat spaghetti dengan kyuhyun ia memang membentengi diri untuk memakan makanan itu lagi, tapi kali ini ia berusaha menekan sesak didada dengan memaksakan suap demi suap spaghetti masuk ke pencernaannya.

” Ne.. untuk itulah makan yang banyak” Jawab Siwon menyelesaikan suapan terakhirnya dan berusaha meraih botol wine untuk menuangkan isinya kedalam gelas Sooyoung yang masih kosong.

Sooyoung berinisiatif lebih dulu meraih botol wine itu, dengan tangan bergetar..serasa dejavu, sooyoung berusaha menuangkan wine berwarna ungu pekat itu kedalam gelasnya sendiri dan kemudian kedalam gelas Siwon sebagai tanda kesopanan. Belum sempat wine itu keluar dari moncong botolnya seketika terdengar bunyi pecahan dari benda yang jatuh.

Botol wine itu pecah menumbuk sisian meja makan dan berakhir dilantai dengan isinya yang sudah tercecer kemana-mana.

Sooyoung dengan tangan yang masih bergetar menatap siwon dengan penuh penyesalan, ia segera menunduk dan memunguti pecahan botol wine dengan tangan kosongnya.

“Arghh..” sekali ia menjerit tertahan ketika pecahan kaca itu dengan mulusnya merobek jari telunjuknya. Sementara Siwon yang masih duduk terpaku ditempatnya masih membiarkan sooyoung dengan perbuatan bodohnya yang memunguti pecahan botol dengan tangan yang mulai dilumuri darah.

“Arghh..mi..mian oppa” kembali pekikan kecil yang kini diiringi isakan tertahan keluar dari bibir sooyoung, sesekali ia memukul dadanya yang terasa sesak sejak tadi dan seperti ada lubang disana yang membuatnya merasakan sakit yang teramat melebihi luka yang jelas-jelas memenuhi tangannya kini.

“Hentikan..” Siwon berdiri dari duduknya dengan kasar sehingga membuat kursi yang ia duduki menimbulkan suara dan sedikit terjengkang kebelakang.

“Mi..mian” kembali suara tercekat itu siwon dengar dan semakin membuatnya ikut menatap sedih pada gadis rapuh dihadapannya.

Siwon menarik lengan sooyoung yang tengah dialiri darah yang seolah empunya tak terlalu hiraukan untuk berdiri dan menatap kearahnya.

“Op..oppa botolnya..” dengan pandangan yang sayu dan memendam luka yang mendalam serta linangan air mata yang dengan tidak sopannya tak mau berhenti, hal non sense yang menurut siwon tak perlu diucapkan -Tentang Botol yang sudah hancur- masih sempat-sempatnya sooyoung pikirkan.

“Hentikan..Kumohon,berhentilah seperti ini” pungkas siwon dengan tajam disertai tatapan yang sulit untuk diselami.

Siwon POV

Selama ini..bukanya aku menutup mata atas segala takdir yang mempermainkan hidup kami..hidup Sooyoung, hidupku dan..hidup lain Kyuhyun.

Aku bukanlah pihak yang mengambil keuntungan dalam situasi ini, aku hanya jadi manusia yang patuh pada segala rencana yang dibuatNya, begitupun dengan Sooyoung.

Kembali kususuri pipi tirus gadis yang tengah berbaring dengan damainya dihadapanku,gurat-gurat pahitnya hidup tergambar jelas dari cekungan matanya yang menghitam walau tak pernah memudarkan pesonanya sedikitpun.

Lelaki itu..Cho Kyuhyun pergi dengan membawa seluruh kepingan hati yang gadis manis nan bahagia –dulunya- ini miliki tanpa menyisakan ruang lain untuk kutempati atau orang lain singgahi.

Lalu apa sebenarnya yang bisa kuharapkan, dari awal aku memang bukan pemilik kepingan itu..memaksakannya pun malah membuat sooyoung lebih sakit dan diriku terbebani seperti selama ini kami jalani walau tanpa kata penjelasan dari mulut ini.

Salahkah aku menjaganya seperti ini Kyu~ah?

Menikahinya sementara seluruh hidupnya ia abdikan untuk calon suaminya?..calon mempelai pria yang pergi selamanya dihari yang

seharusnya jadi hari bahagia kalian. Hari dimana rombongan pengantin yang akan melaksanakan pemberkatannya di luar kota, tapi sebuah kecelakaan mengerikan mengubur semua tawa bahagia keduanya, tawa bahagia kedua keluarga termasuk aku didalamnya. Masih kuingat bau darah yang menguar ditengah pekatnya asap hitam dan pecahan kaca yang berserakan..saat itu yang aku pikirkan hanya keselamatan si kecil Jinwon –buah cintaku dan choi sojin- tak mungkin aku kehilangannya setelah istriku mempertaruhkan nyawa untuk kehidupannya. Disela-sela kesadaranku mendekap tubuh kecil jinwon yang terus menjerit-jerit tangis, kulihat kau terbaring dipangkuan bidadarimu, melumuri gaun putih sucinya dengan darah yang terus mengalir dari tubuhmu..kau seharusnya tidak boleh seperti itu kyu..membiarkanya menangis meraung saat kami sadar..kau tak akan sempat mengucap sumpah pernikahan itu untuknya didunia ini.

Dengan alasan demi menyelamatkan nama baik keluarga, hari itu juga..detik itu juga masih dengan seragam rumah sakit dan air mata yang belum sepenuhnya mengering dari sang calon mempelai wanita,Aku.. Choi Siwon terpaksa menikahi calon pengantinmu.. Choi Sooyoung.

Salahkah aku menjaganya seperti ini Kyu~ah?

Setelah beberapa menit memperhatikan sooyoung yang tengah terlelap, rasa kantuk mulai ikut menyerang mataku. Perlahan aku menyibak selimut di bagian samping sooyoung berbaring dan ikut memejamkan mata..hari ini, benar-benar menguras emosiku.

Siwon POV End

Sepasang tangan mungil dengan tepukan-tepukan ringannya berusaha menarik namja yang kini tengah terlelap kembali kealam sadarnya.

“Appa…appaaaaa ppali ironaaaaa”

“Ngghh..jinwon~ee, kau membangunkan appa?..anak pintar” siwon membawa tubuh kecil jagoannya dan mendudukan bocah 6 tahun itu di atas perutnya.

“Oh ya..eomma eodiga?”

“Mmm eomma sedang didapur”

“Begitukah?!..hmm hari ini appa saja yang antar jinwon~ee ke sekolah ne?”

“Wae?? Aku ingin di antar eomma saja” si kecil jinwon memanyunkan bibirnya beberapa centi dan melipat tangan didadanya merengut..kyeopta.

“Kenapa tak mau diantar appa? Kali ini siwon yang pura-pura merajuk.

“Kalau dengan eomma pulangnya kami sering membeli es krim, kalau dengan appa pasti tak boleh”

Siwon tersenyum tipis menanggapi kejujuran jagoan kecilnya itu, disadari atau tidak Sooyoung memang sangat dekat dengan Jinwon dan menyayanginya dengan sangat sempurna walaupun ia bukan eomma kandungnya..hanya ketika bersama jinwon, sooyoung dapat melepaskan semua canda dan tawanya..seolah kembali kemasa dirinya bersama kyuhyun dan menjadi dirinya yang menyayangi jinwon dengan status sebagai noona bukan eomma.

“Ah..jadi hanya karena es krim ne? ..kau harus dihukum karena tega sekali pada appa..” siwon menggerak-gerakan alisnya lucu dan mulai melancarkan serangan kelitikannya pada pinggang jinwon, dan selanjutnya hanya tawa meriah yang terdengar dari keduanya.

 

~^___________________________^~

@ Asia-Pasific international School.

Sooyoung menggandeng tangan jinwon di sebelahnya sambil berjalan menyusuri lorong sekolah menuju kelas jinwon berada, semenjak ia sering mengantarkan jinwon ke sekolah banyak ibu-ibu murid lain yang diam-diam memperhatikan mereka atau sesekali berbisik kagum..mungkin dalam benak mereka, sungguh keluarga kecil yang bahagia apalagi ketika mereka menyaksikan sang appa yang bagi mereka lebih tampan dari suami masing-masing kedapatan menjemput keduanya..tapi siapa yang tahu dibalik itu semua sooyoung sering sengaja menyendiri di taman sekolah..hanya sekedar mengalihkan diri dari semua prasangka itu, seperti yang ia lakukan saat ini.

Angin sepoi-sepoi dengan damai membelai helaian rambut cokelat gadis yang terduduk di sebuah bangku kayu yang terdapat di bawah sebuah pohon oak, daunnya yang berguguran ditiup angin sesekali juga menerpa anggota tubuhnya. Dari sekian puluh daun yang gugur dihela angin,jari lentiknya mengutip satu daun oak kering yang kembali membawanya dan memorinya kemasa itu..His Proposal love.

Flashback On

Tak ada yang spesial awalnya pada hubungan mereka, hanya sebatas ketua senat mahasiwa yang super dingin tapi berkharisma dan Sekertarisnya yang mandiri tapi perasa..tapi siapa terka takdir menggariskan mereka sebagai tulang punggung dan tulang rusuk bagi masing-masing yang di ciptakan untuk saling melindungi dan mencintai..tulang rusuk dan tulang punggung yang tak akan pernah tertukar pasangannya..tulang rusuk bernama Choi Sooyoung dan tulang punggung bernama Cho Kyuhyun.

Interaksi mereka yang lebih bisa dikategorikan percekcokan membuat Kyuhyun yang terlebih dulu sadar akan perasaannya, jatuh hati semakin dalam  pada segala yang ada pada diri Sooyoung..senyum angelnya, keramahannya, perfeksionisnya dan 1000 ekspresi wajahnya..semua favoritnya. Sementara Kyuhyun terus mengobservasi Sooyoung, gadis itu malah semakin sebal dengan tingkah semena-mena kyuhyun yang terus merecoki dirinya dimanapun mereka bertemu, padahal semua hanya kamuflase untuk mengalihkan rasa gugup yang semakin mengubun-ubun di kepala kyuhyun kalau tak ia alihkan.

Musim gugur di akhir masa mereka menyandang status mahasisiwa, setelah sekian lama bertahan dengan segala sikap dingin dan tengil kyuhyun Sooyoung akhirnya menyadari..ia tak akan benar-benar merelakan kepergian Kyuhyun dari merecoki hidupnya..jauh dari jangkauan pandangannya demi  melanjutkan study ke London..tidak, sebelum terlambat.

Hari itu tepat setelah kyuhyun mengucapkan salam perpisahan kepada rekan-rekan senat mahasiswa termasuk sooyoung di dalamnya,ia yang tadinya memilih meratapi nasib cintanya dengan melamun seharian dikamar tepat saat keberangkatan kyuhyun kini merubah haluannya memilih lari pontang-panting menuju bandara..ya, sebelum terlambat.

Angin musim gugur kembali berhembus menerbangkan dedaunan kering dari pohon oak yang tumbuh meranggas di sekitar bandara, lalu lalang kendaraan tak membuat dua insan yang kini tengah saling menatap kehilangan fokusnya.

Kyuhyun dengan koper dan beberapa barang bawaannya di sebrang jalan yang satu sementara sooyoung dengan tas selempang seadanya dan syal hitam yang melilit di lehernya di sebrang lainnya.

Kyuhyun tersenyum kearah Sooyoung sambil merogoh saku sweaternya..mengeluarkan ponsel.

From : Cho

Kenapa terlambat?

Dua kata yang bertengger di layar ponsel sooyoung membuatnya mengalihkan tatapannya pada namja di sebrang jalan.

To : Cho

Jangan pergi.

Send.

Kyuhyun meluruskan kembali fokusnya menatap sooyoung ketika tadi teralihkan demi membaca balasan yeoja di sebrang jalan.

Kyuhyun menggeleng,

Sooyoung mulai terisak,

Kyuhyun semakin kuat menggeleng..aku harus pergi, kumohon jangan menangis.

Sooyoung si perasa semakin terisak, menarik perhatian seorang petugas penyebrang jalan mengecek keadaannya.

“Chogi…gwenchanayo?” berbuah isakan yang menjadi.

“Noona..ada yang bisa saya bantu?” Tanya petugas berseragam biru toska itu kemudian setelah matanya ikut melirik kearah pandangan si yeoja yang masih terisak kearah namja di sebrang jalan yang masih setia menggeleng pelan.

Sooyoung mengutip daun oak kering yang berada di trotoar jalan tempat ia dan sang petugas menjejak kemudian mengeluarkan pena di tas selempangnya.

Sa-Rang-Hae

Dengan susah payah ia tulis kata hatinya itu di daun oak yang tengah ia serahkan kini pada petugas itu dan memintanya menyampaikan pada kyuhyun.

Merasa tak ada hal yang bisa ia lakukan untuk menolong kedua insan ini lebih dari menyebrang dan menyampaikan sepucuk daun itu, sang petugas melakukannya dengan senyuman ketulusan.

Daun kering itu telah berpindah tangan di genggaman kyuhyun bersama dengan kata hati yang menjadi pasangan kata hatinya.

Aku Kem-bali, Kit-a Menikah!!

Apalah arti seonggok daun kecil yang membatasi ruang kyuhyun untuk mengukirkan kata-kata lebih dari 2 kalimat itu di bandingkan berlembar-lembar surat cinta picisan.. tapi tuhan tak menciptakan sesuatu dengan kesia-siaan, hanya dengan sepucuk daun diantarkan oleh petugas penyebrang jalan, kini Sooyoung yang membaca balasan kata hatinya di balik tulisan yang ia ukirkan itu dengan mantap mengangguk haru dan menyunggingkan senyum angelnya..2 Tahun Cho Kyuhyun, itu tak akan lama.

Kyuhyun mengangguk bahagia dan membungkuk hormat pada pahlawan kisah mereka, perlahan ia geret koper dan bawaanya sambil tak putusnya melambai kearah yeojanya hingga sosoknya hilang di tengah kerumunan orang di dalam bandara.

Aku kembali bukan Tunggu aku, karena kau pasti akan menungguku dengan penuh lamunan jika begitu.

Flashback End

Hujan..Bukan, ini setitik air mata yang lolos dari saringan mata sang yeoja disebrang jalan yang mengenai daun oaknya, ia kembali menangis dalam diam sesekali ia gigit bibirnya tak mau air mata mengucur lebih deras lagi.

Tepat 4 tahun lamaran itu, serasa masih terukir jelas dan dapat ia baca kata perkata yang tertulis di daun oaknya, kata perkata yang dapat merasuki jiwanya itu.

Sooyoung semakin tergugu ketika mendapati daun oak yang ia genggam bukanlah daun oaknya..seketika ia remas daun itu dan berlari tentu arah mencari daun oaknya..apartement Kyuhyun.

Ia terus berlari tak hiraukan suara panggilan jinwon yang tengah di tungguinya di sekolah bocah itu, ia terus berlari dengan air mata yang berusaha ia kebiri 2 tahun ini.

~T___________________________T~

Perlahan ia dorong pintu kamar bercat putih itu, bau maskulin merasuk lewat hidung mengikat oksigen yang ada di paru-parunya dan kemudian tepat menghunus hatinya membuat air mata kembali berderai-derai..harum yang sama ketika kakinya untuk pertama kali menjejak lantai kayu apartement tersebut.Hanya kesunyian dan kehampaan yang menghiasi setiap sudut ruangan tersebut.

Sooyoung melangkahkan kakinya menuju buppet kecil tepat di sebelah tempat tidur berseprai putih, dengan tangan bergetar ia tarik salah satu laci di buppet itu kemudian mengeluarkan isinya..daun oak kering.

Mengangguk haru itu yang ia lakukan saat ini seperti yang ia lakukan dahulu, masih dengan tulisan yang sama..jawaban yoang sama dan rasa cinta yang sama.

Pusing yang teramat hebat akibat terlalu banyak energi fisik dan raga yang ia kuras tak lagi ia rasakan, ia hanya memilih untuk terus menciumi daun tak bernyawa itu..tak bernyawa seperti mempelai prianya dan mungkin dirinya.

Perlahan ia bawa daun rapuh itu dalam dekapan dadanya di pembaringan tempat tidur, rasa nyaman mulai menyergap seluruh syaraf kerja tubuhnya..ia memutuskan memejamkan mata.

“Kyu~ah..bawa aku sekarang..”

“Aku sudah menepati janji untuk hidup bahagia selama 2 tahun ini..”

“Aku sudah menepati janji tak melakukan hal bodoh selama kau tak ada…aku..”

“Sebenarnya..Tak benar-benar hidup tanpamu..aku mohon”

Tak akan ada lagi hidup yang penuh luka dan air mata,

Tak akan ada lagi kerinduan yang tak menemukan ujungnya,

Tak akan ada lagi hati yang tak menemukan pemiliknya,

Dan

Tak akan ada lagi malaikat yang patah sayap karena kehilangan cintanya.

 

END

Epilog

Dua orang namja dengan tinggi yang cukup kentara perbedaannya tengah saling bergandengan tangan di depan dua gundukan tanah yang satunya masih kelihatan merah merupakan milik Sooyoung dan satunya lagi milik ibu kandung Choi Jinwon..Choi Sojin. Ditengah kekhusyukan sang namja dewasa berdoa dan mengenang 2 yeoja yang sangat berarti di hidupnya, tiba-tiba sang namja kecil menarik-narik ujung vest yang ia kenakan.

“Appa..appa, kenapa  samchon itu membawa eomma pergi?” Jinwon dengan celotehan polosnya menunjuk kearah angin tanpa objek.

“Apa mereka terlihat tersenyum bahagia jinwon~ee?” Siwon menyamakan tinggi dengan putra kecilnya menanggapi arah tunjukan jemari mungil itu.

“Nde..eomma terlihat sangat cantik dengan senyumannya, ah..mereka juga memakai pakaian putih dan sepasang sayap yang indah appa” masih dengan wajah polosnya jinwon kembali berceloteh kepada appanya dan diteruskan dengan celotehan-celotehan lain yang membuat Siwon ikut merasakan kebahagiaan yang mungkin dirasakan Choi Sojin dan pasangan yang setia sampai akhir hayatnya.

14 pemikiran pada “[OneShoot] Broken Angel

  1. huaaa mengharu biru ceritanya,
    tapi pada akhirnya kyuyoung bersatu juga walopun udah d dunia lain
    keren nih ff nya🙂

  2. Omo~ Sad endingkah?
    Sebenarnya aku sedikit ga cocok sama karakternya Sooyoung
    yang ga mau mengiklaskan Kyu,intinya jadi lemah.

    setelah estafet sana-sini dari di asianfanfic baca ff Soo-Het pairing lain ,sekarang baca ini jadi rindu Ama ff KY #plak.

    Author-nim Paighting hehehe …
    berkayalah selalu utk Sookyu🙂

    ok

    bye-bye Author-nim #Pyeoong~

  3. Omo~ Sad endingkah?
    Sebenarnya aku sedikit ga cocok sama karakternya Sooyoung
    yang ga mau mengiklaskan Kyu,intinya jadi lemah.

    setelah estafet sana-sini dari asianfanfic baca ff Soo-Het pairing lain ,sekarang baca ini jadi rindu Ama ff KY #plak.

    Author-nim Paighting hehehe …
    berkayalah selalu utk Sookyu🙂

    ok

    bye-bye Author-nim #Pyeoong~

  4. Sad . . Sad. .
    Feel.y dpet. . Tp meskpun gak berStU d dunia tp d alam lain mereka bisa tp tetep aja gak happy ending. . Tp gak papa dEh. . Inti.y daebAk . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s