The First #2 (Morning)

kyuyoung

Author : Puppy_Ky/ @realme90

Length: Chapter

Genre : Romantic Action, Family, Friendship

Main Cast: Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun

Supporting Cast : Lee Hyukjae, Hwang Tiffany, Choi Siwon, Choi Soojin and other

Rating: PG-16

Disclaimer: FF ini terinspirasi dari kehidupan lain para tokoh yang hidup dalam imajinasi saya kekeke alias murni dari otak multifungsi saya😀 dan mungkin (sedikit) adaptasi dari Film-film dan Novel-novel yang sering saya tonton dan baca..terutama beberapa karakter tokohnya yang cocok dengan Kyuyoung ^^

_Annyeong Readerdeul_

Part 1..jujur aja aku hampir kehilangan passion pas nulis FF ini jadi keliatan banget di part itu masih GJ dan nyari-nyari feel (sebenernya) ^^v..di part 2 aku coba kembali ke motto ku kalo “Nulis FF itu untuk kesenangan, bukan tuntutan ini itu” kekeke

Oh ya..beberapa cast belum muncul ye :3, maybe part 3 lah. Dan harus sabar dengan Author POV yang berkepanjangan (?) haha

Chaa..Happy reading and Get your feel for this FF😀

 

Disinilah sekarang aku berada, di sebuah suite mewah milik pengusaha hotel terkenal seluruh korea, bujangan paling berprospek masa depan cerah..tapi, sangat arrogan ternyata.

Gedoran di pintu ganda suite ini, tak cukup membuatku teralihkan dari apa yang tersaji didepanku, haha untung saja pintu itu segera kukunci dan tak membiarkan si mulut besar membalas perbuatanku.

Sooyoung Flashback On

“Heran. Si bangsat itu melihat apa dari..Tubuhmu”

Hey..tatapan macam apa itu tuan..hampir jadi korban pelecehan orang mabuk sialan itu.. kini namja tak berperi ke-korban-an ini menatap tubuhku tak bijak.

Andew!! Bahuku..Pahaku..

Sebelum aku dengan tidak berseni menggetok kepalanya yang berambut dark brown itu dengan hellsku yang ampuh, Ia segera sadar diri dan berbalik untuk membuka pintu kamar hotel bernomor SS 501.

SS? Super Suite?..Ya tuhan..omona, Namja ini memang benar-benar pemilik hotel ini, sempat kuragukan mengingat tingkahnya beberapa detik lalu yang menyeretku, seperti kuli bangunan menyeret karung sayuran.

Eh? Kenapa ke kamar?  bukannya memanggil keamanan?

“Ehmm Kalau kau mau. kau bisa menggunakan kamar ini untuk menginap melihat kondisimu yang…Dan ini bukan permintaan” ucapnya kemudian, setelah berhasil membuka pintu ganda kamar ini dengan sedikit usaha.

Ah..kondisiku..Itu alasannya. Dengan blazer abu-abu kusut, kerah blous yang sudah terkoyak dibagian bahu dan tentu saja rok berrendaku yang sedikit tersingkap membuat ia tak mengambil resiko untuk mempermalukan dirinya sendiri dihadapan karyawannya.

“Ah itu..baiklah..terima kasih untuk apa yang kau lakukan. Summer Choi.” Bagaimanapun dia sudah menyelamatkanku hari ini.

“Ah..model tadi rupanya, Kau pasti sudah tau namaku. Dan ini suiteku yang tak usah kau pikirkan biaya tagihannya..aku harus segera pergi.” Ucapnya dengan datar dan melemparkan kunci suitenya kearahku.

Bukannya menanyakan kondisiku. dia malah berkata hal tak berguna seperti itu..kepadaku..tamu hotelnya.. Aisshh apa-apaan dia..

“Hey..tuan tunggu dulu..”

Sebelum ia menggerakan kakinya untuk berlalu dari hadapanku, aku segera menarik pergelangan tangannya yang kosong dan menumpahkan seluruh kekuatan dan geraman yang kutahan sedari tadi pada gigi-gigiku.

“Arggghhhh…apa yang kau lakukan!!!”

Dia berteriak kesakitan seperti seorang ahjumma..rasakan itu..di sela-sela senyumanku, aku terus menguatkan gigitanku pada pergelangan tangannya.

“Yarrrk..appo..appo…lepaskan!!”

Nah..cukup, aku puas!

Dengan cepat aku menghempaskan tangannya dan bergerak meraih gagang pintu.

Ceklek

Ceklek

Menguncinya.

Flashback OFF

Dihadapanku adalah sebuah ruangan sangat luas dengan ruang TV sebagai ruangan pertama dan pantry sebagai ruangan berikutnya di sebelah kananku. Kondisinya yang rapi dan wangi, tak menandakan kamar ini pernah ditinggali si mulut besar itu. Perabotannya cukup minimalis dan aku suka itu, terutama warnanya yang didominasi putih dan kuning emas serasi dengan wallpaper temboknya.

Lebih jauh lagi, aku mendekati sebuah pintu lain dan perlahan-lahan membukanya..dan seperangkat tempat tidur King Size dengan kelambu dan tirai turki menyapaku dibaliknya. Perfect. Mungkin, ini ganjaran hiburan atas hariku yang sangat tak baik di hotel ini.

Gedoran di pintu depan sudah lama menghilang dari pendengaranku, aha..dia pasti sudah menyerah kalah.

Aku teringat akan Soojin eonni yang belum kukabari, aissh dia pasti sangat khawatir. Akan aku lakukan setelah aku pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri.

~~~~~

Author POV

Sooyoung tengah memakai baju mandinya ketika bel suite yang sekarang jadi kamarnya bernyanyi dengan tak sabarannya.

Setelah mengintip intercome, memastikan siapa yang datang..ia tau bel itu menggambarkan wajah eonninya yang sama tidak sabarannya.

“Soo..apa yang terjad- ..oh wooow kamar siapa ini?”

Soojin menyapukan pandangannya keseluruh detail ruangan dihadapannya, seperti yang tadi dilakukan Sooyoung. Ia menerobos disela-sela pintu dan tubuh tinggi dongsaengnya, lupa tujuan awalnya menanyakan kondisi dongsaengnya yang menghilang beberapa saat.

“Yang pasti salah satu kamar terbaik di hotel ini, eonni”

“Kenapa bisa? Apa yang sudah kau lakukan, Soo?”

Soojin meneliti setiap bagian sofa yang terletak di ruang TV dengan mata yang bersinar.

“Eonni~ya, tak bisakah kau duduk dan menghentikan hal bodoh itu”

Sooyoung menarik tangan Soojin yang semula meraba bagian-bagian sofa beludru yang jadi sentral ruangan itu dan duduk diatas lapisannya yang lembut.

“Haha..maafkan eonni, tapi bagaimana bisa?”

Sooyoung meringkukan tubuhnya dan menarik lututnya keatas sofa.

“Kita mendapat pelayanan special kurasa” ucap Sooyoung acuh.

“Jinja? Ah~ Jangan bilang ini dari-“ Soojin mengedipkan matanya menggoda.

“Bukan. Dan tidak seperti yang eonni bayangkan. Ini murni pelayanan karena pesta amal hari ini.”

“Oh~ eonni kira kau tadi lanjut diajak kencan oleh penggemarmu itu”

Yang benar saja!

Sooyoung merinding membayangkan kejadian tadi dengan orang yang eonninya sangka penggemar dirinya..memang penggemar, tapi penggemar dalam artian sangat kurang ajar.

Sooyoung memilih untuk merahasiakan hal buruk yang nyaris merenggut kesuciannya dari eonninya ini. Ia tahu, Eonninya akan sangat shock dan menyalahkan dirinya sendiri secara berlebihan dan yang terburuk mengadukan hal ini kepada orang tua mereka.

“Aku mengantuk, apa eonni mau tetap disini atau bergabung bersamaku?”

Sooyoung bangkit dari kenyamanan sofa dan melangkah menuju pintu kamar tanpa menunggu jawaban dari eonninya yang masih tersihir akan perabotan di suite mewah itu.

Setelah beberapa detik sadar…

“Hyaaak Summer Choi..keringkan dulu rambutmu!!”

~~~~~

Sangji Ritzvil Caelum,Cheongdam-dong, Gangnam-gu. 01.15 KST

Sebuah komplek rumah dan apartment termahal di korea terlihat cukup lengang pada dini hari itu, Kyuhyun memilih memelankan laju Audi A7 nya ketika sebuah gerbang teralis besi menyambut di 10 m kedepan. Ia tak perlu repot untuk turun membangunkan orang rumah atau menggeser sendiri pintu gerbang rumahnya karena hanya dengan sekali pencet tombol pada dashboard Audinya, otomatis pintu gerbang itu perlahan-lahan terbuka.

Jalanan setelah gerbang adalah batuan kerikil kecil yang mulus dengan tanaman-tanaman asri di kedua sisinya, mengindikasikan taman rumah itu cukup terawat dan dijaga. Sepanjang 500 m setelah gerbang itu, barulah sebuah pos penjaga akan kita temui dengan seorang penjaga yang setengah melompat keluar dari kenyamanan kursinya dan berlari kecil kearah Kyuhyun dan mobilnya.

“Selamat malam, presdir” sang penjaga ber name tag “Lee Junho” menghormat pada Tuannya. Kemudian bergegas membukakan pintu untuknya.

“Malam. Apa Eomma sudah sampai?”

“Sejak pukul 12, Nyonya sudah dirumah. Presdir”

“Bagus. Tolong bawa Audi ini kegarasinya” Kyuhyun menyerahkan kunci Audi setelah mengambil barang-barangnya di jok belakang.

“Baik, presdir..” Tanpa banyak basa-basi lagi Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju pintu ganda rumahnya.

“Kyu..apa yang menahanmu hingga larut malam seperti ini?”

Tanpa disangka suara eommanya menyambut ketika ia baru saja menutup pintu.

“Dimana Paman Lee?” Kyuhyun membalas pertanyaan eommanya dengan pertanyaan lain yang merujuk pada Staff rumah tangga rumah mewah itu.

“Dia baru saja naik untuk istirahat” balas eommanya yang kini tengah duduk di sofa ruang keluarga.

“Dan kenapa eomma belum istirahat juga?” Kyuhyun mendekati eommanya dengan segelas wine ditangannya yang ia ambil di lemari pendingin pantry.

“Sudah jelas. Eomma menunggu anak eomma” Cho Hanna tersenyum hangat.

“Jadi..? kembali kepertanyaan awal” tembaknya pada putranya yang sudah duduk disampingnya dan berusaha melonggarkan ikatan dasinya.

“Hanya seorang yeoja.hampir dilecehkan.dihadapanku”

“Omona..apa dia baik-baik saja?” Cho Hanna yang semula membagi perhatiannya dengan majalah di tangannya, kini hanya memfokuskan mata dan gesture tubuhnya pada Kyuhyun.

“Eh..itu..entahlah, tapi suiteku sudah kuberikan padanya..begitulah..” enteng Kyuhyun meneguk Wine dinginnya.

“Lalu?” tuntut eommanya tak puas.

“Lalu?” tanya kyuhyun bingung.

“Astaga Kyu, hanya itu saja?..malang sekali dia..pasti dia sedang ketakutan”

Eomma Kyuhyun menggeleng frustrasi akan sikap es putranya.

“Kurasa tidak begitu eomma. Dia kelihatan baik-baik saja ketika aku meninggalkannya..terlalu baik malahan” gumam kyuhyun mengusap bekas gigitan yang memerah dipergelangan tangannya.

“Tetap saja, kau tidak tau perasaan yeoja Kyu..Jangan-jangan. Dia. Sekarang-“

“Aishh apa yang eomma bayangkan..dia tidak mungkin bodoh meninggalkan dunia modelnya karena bunuh diri”

“Model?”

“Tepat. Seorang model yang hampir dilecehkan. Dihadapanku. Dihotelku”

“Jangan bilang kalau model itu..Summer Choi” buru Cho Hanna.

“Bagaimana eomma tau? Rupanya ia cukup tenar ya..pantas saja”

“Astaga Kyu. Kita harus melihat keadaannya” Cho Hanna mengusap tangan putranya dengan gusar.

“Kenapa eomma jadi berlebihan begini?” tak nyaman dengan reaksi eommanya yang menurutnya berlebihan, Kyuhyun memilih memperbaiki posisi duduknya.

“Eomma memang tak mengenalnya secara personal Kyu. Tapi eomma kenal baik dengan eonninya dan orang tuanya. Dan eomma yang memintanya untuk berpartisipasi dalam pesta amal malam ini… astaga, apa yang eomma sebabkan Kyu” Cho Hanna meraih buku-buku jari anaknya dan menatapnya penuh harap.

“Eomma.. ini salah bajingan yang berniat menjijikan itu” Kyuhyun melengos menghindari tatapan provokatif eommanya.

“Tetap saja kyu..”

“Oke. Baiklah. aku akan mengecek keadaannya besok. Apa eomma bisa tidur nyenyak dengan hal itu?”

“Ah benarkah? Kau memang selalu bisa diandalkan..Nah sekarang Eomma bisa tidur dengan tenang” Cho Hanna meninggalkan Kyuhyun dan majalah yang tadi menemaninya menunggu kepulangan putranya kemudian melangkah ringan menuju tangga.

Sebelum ia benar-benar naik kelantai atas dimana kamarnya berada, ia berbalik dan berseru kepada satu-satunya orang yang masih duduk di sofa ruangan itu.

“Jangan terlalu larut dengan Wine, Nak. Segeralah istirahat”

“Yes mom, setelah gelas ini kosong.”

Kyuhyun menerawang jauh pada kejadian-kejadian yang dialaminya hari itu. Banyak yang diluar rencananya, terutama kejadian 2 jam terakhir. Ia mengangkat pergelangan tangannya yang memerah sebatas tinggi jangkauan matanya. Tersenyum kecut lalu menggeleng takjub pada apa yang telah gigi gadis itu sebakan. Pertama kalinya. Summer Choi. Mereka harus bertemu besok.

Sementara itu, kenyamanan tempat tidur kelas suite room tak membuat Sooyoung –gadis yang kini tengah membolak balikan tubuhnya- untuk bisa mengistirahatkan tubuh dan matanya.Rasa ngilu pada sebagian besar bagian tubuhnya kini mulai ia rasakan. Yang lebh-lebih lagi adalah luka harga diri yang begitu perih ia derita sehingga terkoordinasi dalam bentuk cairan bening yang terus meluncur dari sudut mata bulatnya. Amat sangat terasa. Dalam kesunyian.

~~~~~

Morning in Pasific Hotel, Suite Room SS 501

Suara tarikan nafas yang halus, lambat-lambat terdengar dari sesosok tubuh yang kini berada di bawah kehangatan tebalnya selimut wool Australia. Sinar mentari pagi yang hangat, tak cukup mengusik tidur singkatnya yang baru 3 jam ia habiskan.

Seorang pemuda yang sudah menempatkan tubuhnya pada sofa putih tepat menghadap kasur yang jadi peraduan sosok itu, masih tetap dengan posisinya yang memangku kaki. Entah apa yang ia pikir ia lakukan. Menonton orang tidur. Bukan kebiasaannya, tapi disinilah 30 menit terakhir dia berada.

Dari paras dan tingkahnya, pemuda ini menaksir usia sosok yang masih asik dengan mimpinya itu seumuran dengannya atau..lebih muda darinya, kabar yang kurang menyenangkan kalau itu terbukti benar.

Parasnya yang cukup manis terlepas dari ia sedang ketakutan atau beringas dan tentu saja tubuhnya yang pemuda itu –Cho Kyuhyun- sekilas lihat tak bisa dikatakan biasa-bias malah seperti..dewi. Tentu saja. Jangan lupakan. Ia seorang Super model. Tapi tingkahnya…astaga, itu yang mengusik kewarasan seorang presdir Cho.

Perlahan kyuhyun beranjak dari sofa dan mendekat kearah tempat tidur. Sosok yang acak-acakan khas orang tidur itu, mulai terjaga dari mimpinya dan menemukan 100% kesadarannya setelah mendapati kyuhyun berdiri berpangku tangan disamping ranjangnya.

“Mwo~ya..sedang apa kau di kamarku?” Sooyoung –sosok yang acak-acakan khas bangun tidur- dengan refleks menarik selimut menutupi sampai bahunya.

“Ckck,,jangan pura-pura lupa. Ini suiteku. Bukan. kamarmu” kyuhyun mencondongkan tubuhnya dan mengeja setiap kata yang keluar dari bibir merahnya.

“Aissh tetap saja. Dimana eonniku?” balas Sooyoung mengalihkan tatapannya yang tadi terkunci pada orang didepannya dan blushing seketika muncul dipipinya. Bau orang ini sungguh segar dan maskulin, membuat perbedaan yang kentara antara orang yang -sudah mandi- dan dirinya yang –baru bangun tidur- sehebat apapun karir modelnya, ia blushing untuk alasan itu. Bagaimanapun. Dia seorang yeoja.Dan belum mandi. Dihadapan namja. Beraroma segar. Sial.

Kyuhyun menarik wajah rupawannya  dari paras –memang benar manis- pada jarak normal dan melenggang menuju pintu kamar tanpa aba-aba pengusiran ataupun teriakan. Ia cukup yakin mendapati rona pada pipi Sooyoung menandakan pesonanya memang tak terbantahkan sehingga hal-hal berupa gigitan seperti kejadian semalam dapat ia hindarkan. Beda persepsi.

“Eonnimu memilih sarapan dibawah. Dan aku, belum sempat sarapan. Keluarlah dalam waktu 2 menit”

“Yayaya..memang siapa Ka-“ percuma. Orang yang ia teriaki sudah tak kelihatan lagi punggungnya.

Suka tidak suka Sooyoung meloncat kekamar mandi, mengikat asal rambut panjangnya jadi ekor kuda.

Yang ia lalui dikamar mandi, tepatnya depan washtafel adalah serangkaian pembersihan diri yang lebih kilat dari biasanya. Sesekali ia berhenti ditengah kegiatan gosok giginya dan menatap garang pada kembarannya di kaca “Kenapa aku harus menurutinya?”

“Tentu saja. Dia pemilik semua kemewahan ini”

Hanya monolog dalam dirinya.

~~~~~

Kyuhyun tengah membaca Korean timesnya di kursi pantry, ketika Sooyoung menyelinap kearah kulkas. Ia harus sarapan sebelum ditendang keluar dari suite mewah ini. Jika itu yang Kyuhyun rencanakan. Mengusirnya.

Dari balik bulu matanya yang lentik, Sooyoung sesekali mencuri lihat pada pergerakan presdir cho dibelakangnya. Tampak tenang. Dengan halaman Korean timesnya dan sebuah bungkusan rapi.

Sarapannya kali ini ia memilih waffle dan granola, juga teh herbal China yang tersedia di pantry itu.

“Buatkan juga untuku sarapan” rupanya menu itu menggelitik perut kyuhyun yang memang belum terisi.

Sooyoung menoleh tapi tak mendapati kyuhyun melakukan kontak mata dengannya sebagai bentuk komunikasi “permintaan tolong membuat sarapan”.

Ia kembali pada sendok tehnya dan mengaduk tehnya 4 putaran.

“Apa yang anda suka untuk sarapan presdir?”

Sooyoung mensetting dirinya ke mode –pramu saji restaurant- melihat respon orang yang masih berkutat dengan kabar inflasi di beberapa Negara berkembang itu.

“Beri aku kejutan” Kyuhyun akhirnya mau mengangkat wajahnya dan menyeringai tak bijak disertai pergerakannya yang berlebihan dalam membalikan halaman yang membuat bekas gigitan sooyoung semalam tertangkap mata si pelakunya.

Sooyoung segera berbalik setelah mengkonfirmasi seringaian kyuhyun sebagai hal yang kurang baik. Ia sedikit segan pada pemuda es di belakannya tapi gigitan semalam memang pantas untuknya. Sooyoung mengambil kesimpulan.

Sepiring waffle dan Espresso mula-mula sooyoung angsurkan kehadapan kyuhyun, kemudian ia sendiri menempati kursi ujung dimana kyuhyun ada diujung lainnya. Pantry dengan kursi tinggi seperti di bar-bar itu sendiri berjumlah 6 kursi dengan meja panjang dari geranit hitam yang menyambung dengan dapur bersihnya.

Kyuhyun mengenali aroma itu dan ia terpaksa menarik bibirnya segaris.

“Espresso? Untuk sarapan?”

“Kau bisa mengganti sendiri bila tidak suka” Sooyoung memulai potongan kecilnya pada waffle yang terlihat menggiurkan dilidah itu.

“Tidak. Ini kejutan ke 2. Aku suka”

“Baguslah”

Kyuhyun menghirup nikmat espressonya dan perlahan meneguk pelan-pelan isinya.

“Nonna Choi, mari kita bicara. Karena kata orang, ketika sarapan adalah waktu yang tepat untuk berbicara”

“Aku suka jika kita langsung pada intinya, presdir cho” Sooyoung sudah menyiapkan mental kalau namja dihadapannya mengusirnya keluar dan memintanya untuk tutup mulut untuk kebaikan dirinya –dan tentu saja- nama baik Hotel milik kerajaan bisnis Cho Hotel and Resorts WW ini. Ia mensyukuri sarapannya telah usai jadi ia punya tenaga untuk menyeret kakinya yang seperti jelly setelah kejadian semalam. Tapi bungkusan yang masih terbungkus rapi itu, sesekali mencuri perhatiannya. Uang suap? Perhiasan sogokan? Demi tuhan. Cho Kyuhyun tak perlu melakukannya.

“Sangat berkarakter..” gumam kyuhyun di sela suapan wafflenya yang terakhir.

Kyuhyun mengambil serbet yang memang tersedia di meja pantry itu dan mengelap ujung bibir merahnya dengan berseni.

Tatapan matanya tetap terfokus pada sooyoung yang menatap acuh tak acuh padanya.

“Eommaku..meminta untuk menyerahkan ini padamu” kyuhyun mengangsurkan bungkusan dalam paper bag kearah jangkauan sooyoung.

Sooyoung menatap curiga pada paper bag di hadapannya. “Apa ini?”

“Permintaan maaf dari eomma dan manajemen Hotelku”

“Nyonya Cho tak perlu melakukan ini, aku akan jauh lebih baik-baik saja”

“Sebenernya.. eommaku mengenal eonni dan orangtuamu. Dan mungkin kau sudah mendengar bahwa eomma yang memintamu untuk ikut berpartisipasi dalam pesta tadi malam. Kau pasti tau..eommaku merasa khawatir..”

“Tak ada yang perlu dikhawatirkan. Sejauh ini hanya aku dan anda presdir cho yang tau kejadian semalam” Kyuhyun menangkap pergerakan gadis dihadapannya yang menggeser paper bag kembali kearahnya.

“Terima saja..dan ini bukan permintaan. Ehmm dari yang kulihat di tempat tidur tampaknya kau baik-baik saja..apa perlu kita melakukan visum, memastikan kerusakan pada..tubuhmu oleh cecunguk itu?”

Kali ini kyuhyun berusaha mengatur tata katanya agar tak menyinggung gadis di sebrangnya.

“Tidak. Jadwalku terlalu penuh hari ini. Simpan saja rasa penasaranmu pada..tubuhku dan bagaimana aku ditempat tidur yang sangat tak sopan itu,presdir cho” balas sooyoung gagal menyembunyikan ketersinggungan di intonasi suaranya.

“..Dan rasa khawatir dari nyonya cho. Aku ingin menolak. Tapi..baiklah” Sooyoung meraih papper bag dihadapannya dan mengintip isinya.

“Oh ya, terimakasih untuk tumpangan suite roomnya. Kami akan cek out setelah makan siang”

“Sesuka anda nona choi. Aku akan memasukan anda sebagai tamu kehormatan suite ini dan bebas memiliki kunci cadangannya”

“Sungguh berlebihan..” Sooyoung memutar bola matanya. cibiran sooyoung rupanya masih dapat tertangkap oleh pendengaran Kyuhyun dan itu hiburan tersendiri dipagi harinya. Biasanya ia yang mengatakan itu pada Hyukjae.

Ah.. Hyuk sudah terlalu lama diluar menemani eonni sooyoung mencari sarapan. Kyuhyun memang sengaja menyuruh hyuk mengajak soojin untuk keluar suite memberikan keleluasaan baginya untuk berbicara dengan gadis yang..jujur membuatnya terkejut akan sikap dan pesonanya yang tak begitu saja takluk padanya dan kemudian memujanya, tak seperti gadis-gadis lainnya. Siapa yang tau.

Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, hyuk juga ia minta untuk mengorek informasi tentang keluarga dan kehidupan nona-nona choi itu. Barangkali ia beruntung, jika sebenarnya nona summer choi ini lebih tua darinya. Dan ia bisa melanjutkan penetrasinya menjerat yeoja unik ini.

Dimulai dari..bungkusan rapi yang ada dalam paper bag yang kini ada ditangan summer choi. Kyuhyun cukup yakin, gadis itu akan suka hadiah “kekhawatiran” berkedok dari eommanya di pagi hari yang cerah ini.

“`TBC“`

54 pemikiran pada “The First #2 (Morning)

  1. sifat nya kyu orang kaya bgt keke.. Sayang Tipe nya suka cewek lebih tua yah…
    Jangan jadiin sooyoung lebih tua… Aneh rasanya…
    Dtnggu bgt next yah

  2. nice ff
    kyu oppa sebener’a udah mulai tertarik ya sama soo eonni,
    rada2 bingung sih sama cerita’a tapi di lanjut ya . bakal ada nc’a kah ahh semogaaja

  3. Hadiah “kekhawatiran” berkedok😄
    Emang kenapa kalo seumuran dan kenapa kalau soo lebih kecil bang? Hahaha
    Semakin seru aja nih chingu. Ditunggu next part nya lah🙂

  4. Kayaknya eommanya kyu suka deh sama soo. Waaa~
    seru banget!
    Kyu kelewat nyebelin, sampe d gigit gitu tangannya. Kekeke~
    lanjut2 ya..😀

  5. Baru sekali bertemu langsung tertarik wkwk kyu unik dah….
    Paper bag nya bukan dri eomma kyu? Tpi dri kyu nya sendiri, ceilah, jdi kyk secret admirer wkwk

  6. sooyoung ganas juga ya,,,gigitanya sampai berbekas,,,,

    nyonya cho ky’ nya pny niatan terselubung deh am soo n kyu,,,perjodohan mungkin??

  7. Kyuyoung memang beda ckck! Kyu digigit? wkwkwk Kyuyoung masyaAllah..
    Hah? Kyu suka ama yg tua-tua??? takluk dong ama Soo.. aku izin baca next nya ya Author~ semangaat!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s