The First #3 (Missing You)

kyuyoung

Author : Puppy_Ky/ @realme90

Length: Chapter

Genre : RomantiC, Family, Friendship

Main Cast: Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun

Supporting Cast : Lee Hyukjae, Hwang Tiffany, Choi Siwon, Choi Soojin and other

Rating: PG-16

Disclaimer: FF ini terinspirasi dari Film-film dan Novel-novel yang sering saya tonton dan baca..terutama beberapa karakter tokohnya yang cocok dengan Kyuyoung ^^..tapi Alur, Plot dan dialognya original from my mind.

Hai..hai Part 3 akhirnya kelar juga. Suka dukanya part ini adalah dialog yang ngembang (?) gitu aja..sayang kalo harus aku percepat atau skip :p *kebiasaan buruk aku kalo bikin FF..Piiiis😀

Moga ga mengalami bosenisasi dan akhirnya memunculkan (?) kelabilan dalam Feel dan Taste ya #apaan -___-v

Pokoknya, Happy reading aja deh!!

 

Sooyoung POV

Terlihat sedikit senyuman tercetak di bibir merah namja dihadapanku, setelah aku bilang ia sangat berlebihan untuk tawarannya akan suite room ini.

Pertama kali aku menjejakan kaki di suite ini, aku memang langsung jatuh hati dengan suite ini, luasnya yang lebih besar dari apartement yang aku tempati, membuatku berimajinasi untuk suatu saat memilikinya dan menata sendiri perabotannya.

Tapi tidak secepat ini. Tidak dengan “kemurahan” dari si mulut besar ini. Bahkan kami tidak saling mengenal untuk sampai bisa berbagi kunci sebuah suite mewah bersama. Itu sama saja aku…

Peliharaannya…Yanke…sialan !!!

Aku semakin merinding mengingat kejadian beberapa menit yang lalu, dimana pertama kalinya dalam hidupku, bangun dengan seorang namja berada di kamarku. Ditambah aku menerima bungkusan di hadapanku tanpa tau isinya.

Aku memang SEPERTI..peliharaannya!!

“Anda jangan main-main Presdir..karena tak ada yang lucu dalam hal ini..aku sudah menerima rasa ‘kekhawatiran’ eomma anda dan berterima kasih untuk tumpangan semalam..kurasa tak ada yang harus di bicarakan lagi..”

“Tidak..aku serius soal suite ini nona. Aku tau kau suka suite ini.. Ah~ dan apa tadi itu?! sangat tidak sopan memutar mata dihadapan lawan bicaramu”

Sial bagaimana dia tau.Dan Ini memang kebiasaanku kalau tak setuju. Memutar mata.

“Rupanya selain bermasalah dengan memboros-boroskan harta, anda juga punya masalah yang serius dengan ingatan Presdir Cho..mana yang lebih tidak sopan dengan masuk kekamar dimana seorang yeoja tengah tidur?!”

“Karena kau berada di wilayahku. Aku yang punya aturan dan kau harus ikut aturanku.. lagipula kau tak rugi apa-apa kan?”

Kembali bibirnya yang semakin memerah -kurasa karena espresso yang panas- menyunggingkan seringaiannya. Astaga!! kenapa jadi memperhatikan bibirnya!!

“Satu lagi..aku sudah mengantongi izin dari..Soojin nuna~, kurasa itu cukup jelas nona”

Lihat..simulut besar yang sialnya punya bibir merah sensual ini bahkan berhasil merayu Soojin eonni..

mwo?? nuna~?!

Sebelum mulutku mengintrupsi kesewenang-wenangannya, pintu suite ini terbuka membawa eonniku dan… tak tau siapa yang mengikuti eonniku dibelakangnya.

“Selamat pagi nona Choi, Presdir Cho”

Namja di belakang eonniku membungkuk hormat, memberikan sapaan sopannya setelah melakukan kontak mata dengan namja dihadapanku..ah~ pasti salah satu kacung si mulut besar ini.

Aku tak punya cukup alasan untuk berbasa-basi dengan orang yang tak kukenal, jadi hanya anggukan dan senyum tipis yang kuberikan sebagai balasan sopan santunnya. Sementara namja dihadapanku, malah asik dengan espresso dan tatapannya..padaku?..astaga!!

Sooyoung POV End

“Mian mengganggu sarapan anda, tapi Siwon sudah menunggu anda di bandara Presdir.”

“Bandara?” Soojin yang baru bergabung setelah menutup pintu tampak terkejut dengan informasi yang dibawa -Lee Eunhyuk begitu ia memperkenalkan namanya kepada Soojin.

“Ne, Presdir ada rapat dengan kolega di Busan hari ini” Eunhyuk bermaksud menjelaskan. Dari tempat duduknya sooyoung memicingkan mata pada interaksi dua orang dihadapannya, mereka tampak seperti sudah lama saling kenal.

Pasti sama-sama tukang rayu seperti bosnya.. pikir Sooyoung.

“Kenapa secepat ini?..ah pasti karena Presdir Cho sib-..”

“Eonni, kau kemana saja? Dan kenapa meninggalkanku dengan namja asing?” Sooyoung beranjak dari kenyamanan kursi sarapannya, mengabaikan pengawasan Kyuhyun yang masih tertuju padanya dan tampang kesal soojin yang dipotong ucapannya.

“Summer Choi jaga sopan santunmu, bukannya Presdir Cho sudah bermurah hati untuk meminjamkan suitenya pada kita..itu bukan sikap seseorang yang berterima kasih, sayang..”

Eunhyuk tersenyum tipis menyaksikan kedua saudari ini. Dan segera ke mode serius lagi, setelah mendapat tatapan tajam dari bosnya.

“Terima kasih Hyukjae, kurasa kau benar..”

Kyuhyun sama-sama beranjak dari kursi sarapannya dan sedikit merapihkan dasi dan jas abu-abunya.

“Nah nona-nona, sayang waktuku tak banyak hari ini. Nikmati waktu kalian.. dan anggap saja suite kalian sendiri” Kyuhyun melangkah melewati dua gadis dengan raut berbeda dalam menanggapi basa-basinya.

“Ah..dengan senang hati Presdir Cho, semoga perjalanannya menyenangkan” raut Soojin secerah mentari disetiap kata-katanya.

“Apa ada yang dibutuhkan lagi untuk nona-nona ini, Presdir?”

“Hampir saja terlupakan. Hyukjae tolong siapkan pengamanan saat nona-nona ini ingin pergi. Selama di daerah hotelku, mereka masih jadi tamu spesialku”

“Siap. Apa perlu aku menghubungi mentri keamanan untuk mengatur protokulernya?” Hyuk tampak antusias.

“Sama-sama berlebihan..” gumam Sooyoung dengan raut kecut.

“Nah..tak perlu berlebihan seperti apa yang dikatakan nona Summer, cukup hubungi saja kepala keamanan hotel. Kurasa kau mengerti”

“Arraso..”

Hyuk beranjak ke sudut ruangan untuk melakukan panggilan. Sementara Soojin berlalu menuju pantry, membersihkan sisa sarapan.

“Dan nona Choi..aku serius soal suite ini dan kuharap kau suka hadiah ‘kekhawatiran’ eommaku..sampai jumpa”

Kyuhyun dengan gentle mendekati tubuh semampai di hadapannya dan dengan cekatan meraih tangan Sooyoung tanpa melepaskan kontak mata diantara mereka. Perlahan dikecupnya buku-buku jari Sooyoung yang mendingin dan tersenyum hangat disana..mengalirkan rasa hangat pula di sepanjang syaraf tubuh Sooyoung. Nyaman tapi Membingungkan.

Sooyoung segera sadar dan menarik tangannya dari kecupan bibir merah namja-asing- dihadapannya.  Tapi Kyuhyun segera menahannya dan sedikit meremas lagi buku-buku jari lentik itu.

“Aku tak berharap akan ada pertemuan lain.. C H O K Y U H Y U N”

“Kurasa akan..Summer Choi” ucap Kyuhyun dan menyerah melepaskan tangan dalam genggamannya. Ia terkekeh dan membalikan tubuh tingginya menuju pintu. Seringaian lolos begitu saja tanpa tertangkap yeoja yang kini menggerutu dengan raut kesal yang tak berniat untuk disembunyikan.

“Hyukjae. Aku sudah selesai. Siapkan mobilku”

Perintahnya tanpa menoleh lagi dan segera sosoknya hilang dibalik pintu ganda suite mewah itu.

 

Itaewon street, Incheon international Airport

“Setiap yeoja biasanya suka hadiah Hyukjae. Apalagi itu barang mewah..Dan dariku”.

Percakapan sayup-sayup terdengar dari dalam Audi A7 yang tengah membawa penumpangnya menuju penerbangan kelas 1 bandara Incheon, Seoul.

“Apa dia ‘teman spesial’.. selanjutnya?” yang bertanya sangat penasaran dengan langkah selanjutnya dari bos yang juga teman mainnya ini.

“Ya dan Tidak” Kyuhyun menjawab diplomatis.

“Ya?..karena..?” Hyuk masih memburu rasa penasarannya, tumben bosnya melangkah sejauh ini dengan gadis muda.

“Dia membuatku terkejut dengan tingkah dan pesonanya, dan itulah hiburan yang saat ini aku inginkan.”

“Ya.. aku tau, setiap ‘teman spesialmu’ selalu harus punya pesona..Aku benar kan?”

Yang ditanya hanya memutar mata dikursi belakang.

“Dia menyajikan dengan benar sarapan favoritku.” Kyuhyun melanjutkan dengan pengabaian dari pertanyaan namja yang sesekali tak fokus menyetir di depannya..dan sesekali itu pula membuat kyuhyun mengeluarkan sumpah serapahnya.

 “Sedikit polesan, dia berpotensi selalu mengerti keinginanmu” tambah Hyuk tak kapok dengan tatapan tajam bosnya.

“Parasnya manis” entah untuk alasan apa, senyum tipis tercetak dibibir tuan muda Cho ini dengan ingatan yang mengembara pada kejadian pagi di tempat tidur suitenya.

“Tentu saja..dia seorang model”

Berhentilah bicara, atau aku tak akan melanjutkan..begitulah kiranya kembali tatapan tajam yang di pantulkan spion depan yang kebetulan hyuk tangkap.

“Tapi tak semua model seperti itu Hyuk..dia manis yang benar-benar manis”

“Nah..sejak kapan kau takluk pada kemanisan seorang yeoja..biasanya mereka yang menggila dan memujamu”

“Tadi..ketika ia tidur dan kemudian bangun” kembali senyum tipis khas remaja lolos dari kesadaran pemiliknya.

“Dan jika dia mau menerima hadiah keborosanku dengan suka rela”

“Baiklah. Tidak karena..?”

“Dia gadis muda. Lebih muda dariku. Seperti informasi yang kau dapatkan..itu kalau kau tak salah mengambil kesimpulan!”

“Tentu saja aku tak akan salah. Aku mengorek masa kecil mereka pada Soojin. Saat liburan semester 1 kita di Italy, Sooyoung sedang mempersiapkan ujian kelulusan Junior High Schoolnya”

“Sooyoung?”

“Astaga..kau sudah sejauh ini memboroskan hartamu untuk suite dan bungkusan itu. Dan mengganggu tidurku di pagi buta. Dan kau tak tau nama Aslinya?”

“Yah..yah..siapa yang mengajarimu tak sopan pada bosmu seperti itu. Untung moodku sedang bagus, tak seperti kemarin Hyukjae ssi. Lagipula untuk itulah kau ditugaskan sarapan bersama eonninya.”

“Arraseo..presdir. Biar saya ulangi informasi ber..har..ga ini. Summer Choi yang ada di suite anda adalah nama internasionalnya dari Choi Sooyoung. Dan anda akan senang jika mendengar ini… Hanya orang-orang terdekatnya yang memanggilnya dengan nama asli. Begitu”

“Bagus” kyuhyun mengangguk mantap, puas dengan hasil kerja tangan kanannya, walau nada sedikit kecewa tak bisa ia samarkan.

“Tak terlalu suka kelebihan hartaku..tapi harus kupastikan lagi. Dan itu menandakan ia gadis baik-baik.” Namja yang duduk dengan segelas wine pucat di tangannya itu, tampak menerawang dan menimbang-nimbang.

“Lalu..?”

“Aku curiga..aku akan jadi yang pertama baginya. Jika seperti itu aku tak siap bermain-main dengannya. Dengan gadis kecil”

Tegukan terakhir pada winenya telah ia tandaskan, ia berharap ia tak harus menghadapi semua kekhawatiran tak berdasarnya..mereka belum memulai apa-apa tapi gadis itu sudah menawan harapannya.

“Untuk memastikanya kau harus bertemu lagi dengannya..”

“Sudah kurencanakan” kyuhyun memperbaiki posisi duduknya dan menjawab antusias.

“Apa?”

“Bungkusan itu kunciku Hyuk. kalau ia menerimanya, hubungan kami akan bermulai disuiteku yang menandakan ia suka wajah dan hartaku..Dan dialah ‘teman spesialku’ setahun ini”

“Dan kalau tidak?..”

“Seperti kataku..aku tak siap bermain-main dengan gadis baik-baik..aku akan pikirkan nanti”

Hyuk menggeleng pasrah pada keruwetan standart temannya ini. Tapi Kyuhyun memang berhak seperti itu. Ia tampan, mapan dan tau kebutuhan wanita. Tak terbantahkan.

~~~~~

Soojin POV

Pusing menghadapi tingkah dan kepolosan dongsaengku sendiri, sebungkus depresan mungkin tak akan cukup bagiku. Sedari dua hari yang lalu, aku terus menarik nafas dan membuangnya kasar mendengarnya menggerutu dan merengek-rengek padaku, untuk mengembalikan hadiah Presdir Cho.

Apartement sempit ini terasa semakin sempit saja karena ulahnya. Satu hari setelah kami kembali dari kenyamanan suite mewah itu, aku masih bisa menghindar dari paksaanya dengan alasan jadwal pemotretannya penuh. Tapi hari ini, dia semakin menggila dan terus merengek-rengek disetiap kesempatan.

“Eonni~ya..hari ini jadwalku sudah bereskan? Ayolah~ antar aku ke hotel waktu itu dan mengembalikan bungkusannya”

Dia menarik-narik ujung kaosku sementara aku menatapnya tajam dari kaca washtafel kamar mandi kami.

Aku baru selesai bersih-bersih dan –berencana- menghindarinya dengan tidur, jujur saja sooyoung semakin banyak di undang di acara-acara penting sejak kejadian pesta amal waktu itu..menggembirakan tapi melelahkan tentu saja.

“Soo~ya, eonni cape hari ini. Apa kau tak liat jam, ini sudah pukul berapa?”

“9 lebih, tapi aku tak peduli. Ingat, eonni sudah janji”

“Tapi tak hari ini Soo..lagipula apa susahnya menerima hadiah itu, bukannya kau suka?”

Biar kujelaskan hadiah apa yang diberikan Presdir Cho hingga membuat anak ini uring-uringan beberapa hari ini.

Sebuah Hanbok. Ya, hanbok yang dipesta amal waktu itu, dijadikan bahan lelang. Dengan alasan yang aku tak terlalu yakin apa, tuan muda Cho yang kaya raya itu membeli kembali Hanbok yang sudah jatuh ketangan tuan Lee Joon,di malam yang sama ketika Sooyoung menghilang dan kudapati mendapat layanan special sebuah suite room.

Satu-satunya alasan yang bisa kuterima adalah..Presdir Cho menyukai dongsaengku. Karena itulah hadiah itu ada. Dasar Sooyoung babo!

Soojin POV End

 

Sooyoung POV

Eonni, aku tak bisa menjelaskan apa maksud yang tersembunyi dibalik hadiah itu. Karena aku juga tak begitu yakin.

Dia bertanya dengan ringan kenapa aku tak mau menerima hadiah itu padahal ia tau aku menyukainya sedari awal..tapi setelah kejadian di tangga itu..

“Aku memang menyukai hanbok ini, tapi..harganya terlalu mahal. Ini terlalu berlebihan, aku tak mau menerima barang semahal ini dari namja yang tak kukenal..titik”

“Kita mengenalnya Soo, orang tua kita mengenalnya..kau jangan lupa itu”

“Tetap saja..aku tak punya alasan yang mengharuskanku menerimanya, eonni mengertilah”

“Astaga..Choi Sooyoung!! Sudah berapa kali ku bilang, alasannya adalah karena ia menyukaimu, apa perlu tercetak jelas di keningnya bahwa ia menyukaimu?”

Sejak hanbok ini ditanganku –kembali-, Soojin eonni selalu meyakinkanku kalau Cho Kyuhyun menyukaiku..menyukai katanya? Dia tak tahu saja kejadian yang sebenarnya dibalik suite mewah dan..hanbok ini.

Karena Hanbok ini, aku hampir dilecehkan bajingan itu. Dan sekarang aku harus menjual kembali harga diriku pada seseorang yang dengan jelas-jelas menyatakan dalam notes kecil bungkusan hanbok ini, ia membeli kembali hanbok ini dari bajingan itu untuk membeli harga diriku. Gila. Eonni tak tau saja isi notes kecil itu.

“Aku tak mau tau..aku harus mengembalikannya”

“Terserah, eonni ingin istirahat..kau pergi saja sendiri kalau berani”

“Eoniiiii…”

~~~~~

 

Author POV

Hanbok cantik itu tergeletak begitu saja di tempat tidur single bed milik Sooyoung.

Gadis bermata bulat yang tadi ngotot segera mengembalikan hanbok itu pada pemilik ‘asli’nya, kini menyerah pada ke batuan sikap eonninya dan kebingungannya harus dititipkan kepada siapa bungkusan itu, sementara mungkin saja Presdir Cho masih dengan bisnisnya di Busan.

Ia bergerak kesegala arah di kamarnya yang tak cukup luas. Mencari pencerahan.

Sial. Apa yang harus dia lakukan.

Kyuhyun POV

“Hyuk..Hyuk..bangunlah” Sudah kumaksimalkan suara dan guncanganku, pada tubuh yang masih terlelap di kamar yang cuma ber jarak satu pintu dari kamar yang kutempati selama di Busan ini, tapi nihil.. ia tidur seperti mayat saja.

“Hyuk..cepat bangun..atau..” kembali kutepuk pipinya lebih keras. Ini baru pukul 02.35.Dia pasti lelah. tapi aku tak mau tau.

“Enggh..Kyu~ jangan ganggu tidurku” ia menjawab dengan keluhanya.

“Hyuk..kurasa aku mengubah rencana” aku hanya menggumam, berniat kembali lagi ketempat tidurku yang nyaman, dipagi buta yang dingin ini.

“Apaaaa..??” tiba-tiba dengan tidak sopannya ia menarik tanganku dan memelototiku dengan tampang bangun tidurnya.

Aku sedang butuh bantuannya. Maka kuabaikan sikap jorok dan tak sopannya itu.

“Aku memimpikannya..”

“Mimpi seperti ap-..oke-oke kudengarkan”

Satu kali lagi selaan. Akan Ku bekap mulutnya dengan selimut sampai dia kehabisan nafas.

“Eng~ aku ingin melihatnya malam ini juga. Persetan dengan hadiah itu. Aku akan memastikannya sekarang”

Hening beberapa saat dan kemudian…tawa dari gusinya yang lebar memekakan seluruh ruangan.

“Oke,,haha,,Sorry, kau merindukannya?” kali ini dia cukup tau diri untuk tak meneruskan tawanya dan diganti dengan senyum tertekan dan tautan alis yang meremehkan. Sialan.

“Ya..apa itu salah?”

“What?? Jadi..itu benar?? Harus malam ini..”

Aku hanya mengangguk pasrah. Pemilik jaringan hotel terbaik di Korea sepertiku, menyerah dan mengubah rencananya karena rasa sialan ingin melihat wajah seorang gadis. Double sialan.

“Aku harus melakukan sesuatu dulu..” Hyuk beranjak dengan semangatnya dari tempat tidur, menuju buffet tempat ponselnya berada.

“Mentri informasi..Mentri Teknologi atau..Bibi Cho” gumaman yang masih bisa dengan jelas kudengar.

“Keduanya, asal jangan dulu eommaku” sikap berlebihannya cukup berguna dalam kondisi seperti ini.

Beberapa menit dengan panggilan sana-sini yang tak cukup kupedulikan, dia menuntaskan panggilan terakhirnya, menyambar laptopku yang kebetulan berada dikamar ini dan ikut bergabung bersamaku di pantry hotel dengan segelas espresso didepanku.

“Silahkan anda membuka situs ini..lalu ketikan ini..masukan ini dan anda akan segera melihat seseorang disebrang sana” dengan efisien dia menjelaskan caraku supaya bisa melihat gadis dalam mimpiku..sial!! membayangkannya saja, membuat jantungku berdebar sempurna dan mukaku memerah.

“Apa anda membutuhkan yang lain, sebelum saya undur diri melanjutkan tidur yang terganggu?” kembali ia bermanis-manis mengembalikan dirinya dalam mode sebagai bawahanku.

“Bawakan beberapa dokumen, akan kukerjakan sambil log on skype

“Terima kasih Presdir, akan segera saya laksanakan.” Jawabnya berlebihan.

Kyuhyun POV End

 

“Gaaaah..aku tak bisa tidur kalo seperti ini” Sooyoung menyibak selimut satin merah marunnya dan meniup kasar poni dikeningnya.

“Oke..lebih baik besok..umm hari ini aku kembalikan saja pada karyawannya” Sooyoung meralat ucapannya ketika dilihat jam digital di kamarnya sudah menunjukan pukul 03.00 KST

Bip..Bipp..Bippp

Getaran ponsel nya yang di setting ke mode getar mau tak mau membuatnya beranjak menuju meja rias, ia pikir itu reminder dari jadwal-jadwalnya yang bejibun.

Bukan. Ternyata sebuah notifikasi pemberitahuan Skype dari nomor yang tak dikenalnya.

Mengerutkan kening, kemudian diletakannya kembali ponsel keluaran terbaru itu di tempat semula. Baru beberapa langkah, bunyi yang sama.. mengganggu niatnya kembali mencoba memejamkan mata.

Oke. Lepas baterainya. Beres. pikir sooyoung.

Kali ini sebuah short message tanpa sengaja ia ketuk dan menampilkan isinya.

Buru-buru ia lompat keatas tempat tidur dan membuka notifikasi yang tadi sempat diabaikannya. Orang yang ‘dicari’ meminta interaksi video call dengannya.

“Hi..sudah tidur?”

“Keliahatnnya..” sooyoung membetulkan letak bantal di punggungnya keposisi yang lebih nyaman.

Kyuhyun terlihat tersenyum tipis dan menganalisis dimana sooyoung berada ketika melakukan panggilan.

“Kamarmu cukup rapi”

“Langsung ke intinya tuan..seperti biasa”

Kyuhyun girang dengan kenyataan..Sooyoung sesuai yang di bayangkannya. Tetap to the point dan ‘sedikit’ ketus, tapi benar-benar manis..

“Aku menghubungi, karena kurasa ada yang mencari-cari keberadaanku. Begitukah? ” Kyuhyun memancing rasa humor dalam diri sooyoung, yang mungkin masih ada di pagi buta seperti ini.

“Cepat katakan, sebelum kuakhiri hal sialan ini”

Kyuhyun keliru.

“Oke..oke..” kyuhyun mengangkat tangan, tanda menyerah. Sooyoung dapat melihat segelas espresso dan berkas-berkas berserakan disekitar namja itu, termasuk yang terangkat di tangannya. Untuk satu alasan ia tersenyum dan kagum? Eh?

Pantas saja diusia mudanya, presdir cho sudah mencapai tingkatan-tingkatan yang luar biasa bagi seorang pengusaha muda. Dia kelihatan tipe pekerja keras.

“Kau tertawa? Itu sangat tak sopan nona..dan itu menganggu konsentrasiku” gumam kyuhyun pada kalimat terakhir.

Espresso untuk sarapan eoh? Waktu itu seharusnya kau membayarku untuk segelas espresso yang tepat kuhidangkan”

“Aku sudah melakukannya nona. Suite itu. Hanbok itu…” Kyuhyun mulai merasa nyaman dan rileks dengan panggilan ini.

“Nah..berarti Hanbok itu..darimu?”

“Tak sepenuhnya, maaf.”

“Kau!! ….dan kenapa bisa tau nomor-“

“Aku bisa Choi..untuk apapun”

“Dengar tuan boros..berhentilah menghamburkan uang, untuk mengejar wanita. Kulihat anda punya kecenderungan buruk itu. Kau bisa menyumbangkannya, kalau merasa kelebihan uang.”

“Dengan senang hati, aku sudah melakukannya nona. Anda salah satu saksinya”

“ Aku? Saksi?.. Saksi keborosanmu atau saksi kepedulianmu terhadap sesama?”

“kalau kau mau, kau bisa dua-duanya” harapan terpancar dari mata cokelat kyuhyun, andai Sooyoung bisa melihatnya.

“Apakah itu sebuah penawaran..untuku?”

“Kalau kau menyukainya. Itu akan menyenangkanku”

Shit..Jadi ini tujuan sebenarnya seorang presdir cho mau menolong meminjamkan suite mewahnya dan memberikan bungkusan yang katanya dari ibunya..dan jangan bilang kekhawatiran nyonya cho juga karangannya saja. Sooyoung berusaha menahannya dalam hati sehingga yang tampak hanya mukanya yang semakin memerah padam. Marah.

“Sialan..dengar ya! Aku tak mau hadiahmu atau apapun darimu. Terima kasih sudah membeli kembali harga diriku dari cecunguk itu. Tapi bukan berarti aku rela jadi peliharaanmu karena kemurahan hati dan hartamu”

Akhirnya apa yang ia tahan-tahan selama 3 hari ini, meledak begitu saja, dihadapan sasarannya.

“Tolong..Aku sudah menduganya. Kau salah, kau tak seperti itu” Kyuhyun memangku tanganya di dagu dan menatap sendu kearah monitor yang menampilkan emosi Sooyoung yang naik ke ubun-ubun. Ia merasa pantas dituduh seperti itu, karena selama ini semua wanita menerimanya seperti itu. Tapi gadis dihadapannya..Tidak.

“Lalu aku apa?”

“Aku belum mengerti Ssoo..Sooyoung~ssi, aku hanya tak bisa melepaskanmu.. caraku memang seperti ini”

“Astaga..” Sooyoung tecekat, dan berusaha membungkam mulutnya.

“Kenapa aku? Kita baru saja kenal..Presdir Cho, tolong beri penjelasan yang masuk akal” tuntut Sooyoung.

Kyuhyun terlihat tersiksa dengan reaksi sooyoung yang diluar rencananya, sooyoung tak mungkin bisa menerima kecenderungannya menyukai wanita yang lebih tua dan ia terbiasa memanjakan ‘teman spesialnya’ dengan kemurahan hati dan hartanya..tapi sooyoung lah yang sekarang ia inginkan. Dan sooyounglah yang jelas-jelas menolak kemurahan hati dan hartanya.

Kyuhyun masih bungkam, menebak-nebak reaksi selanjutnya dari gadis yang terpisah jarak 267 mil jauhnya dari tempatnya di Busan.

Ia sadar, ia tak siap menyakiti Sooyoung lebih jauh. Ia sampai pada satu kesimpulan untuk melepaskan Sooyoung sebelum terseret ke kehidupannya.

“Maaf”

“Kau memang perlu meminta maaf..”

“Sooyoung~ssi dengar. Pesta amal..hanbok..tangga..suite..espresso mungkin itu suatu kebetulan. Tak bisa melepaskanmu itu bukan suatu kebetulan bagiku, dan seperti katamu tabiat buruku adalah ‘aku bisa, untuk apapun’. Tapi untuk kebaikanmu, kau yang harus melepaskan diri dari jangkauan kemurahan hati dan hartaku”

Setelah sederet kata permintaan maaf dan pembebasan itu. Sooyoung merasakan kelegaan disaat yang sama entah untuk apa dia menyesalinya. Jangan bilang ia mulai tergiur dengan kemurahan hati dan harta bujangan berbibir merah ini.

“Akan kulakukan..” ucapnya meyakinkan diri.

“Aku yakin bisa melupakan semuanya..” tambahnya.

“Jangan mengatakan itu..”

“Mengatakan apa? Melupakan semua kebetulan ini? Lalu kau mau seperti apa?”

“Tidak..kau perlu istirahat” Kyuhyun tersenyum paksa, dan merenggangkan tangan-tangannya. Hari yang emosional dan melelahkan. Walaupun harapannya jauh dari kenyataan.

“Kau juga..” bisik sooyoung.

Ia beranjak dari posisinya untuk memutus video call lebih dulu, tapi Kyuhyun menahan niatnya dengan sebuah seruan.

“Kau bisa mengantarkan hanbok itu ke suite kalau kau mau. Dan..eommaku benar-benar menghawatirkanmu..kuharap itu meyakinkan”

“Akan kulakukan nanti malam..sudah?”

“Terima kasih dan sekali lagi maaf”

Akhirnya mereka berdua memutuskan video call itu bersamaan.

 

Gaurlain Hotel and Spa of Cho Hotels and Resorts World Wide, Seoul

Dengan angkuhnya, bangunan bergaya romawi kuno masih kokoh berdiri dalam kebisuan seperti terakhir kali Sooyoung dapati.

Pilar-pilar tiangnya yang kokoh, menyangga keseluruhan bangunan yang terdapat di depan pintu masuk dan sepanjang lobi.

Sooyoung mengatur langkah wedgesnya yang beradu dengan lantai marmer cream, ingin cepat sampai pada bagian informasi hotel.

“Annyeong haseyo, Good Night mam.” Seorang karyawan hotel berseragam turquoise dengan polesan make up sesuai, menyapa Sooyoung dengan senyuman 3 jarinya.

Setelah berbasa-basi beberapa saat. Karyawan yang Sooyoung ketahui dari tagname nya bernama Suzy itu, langsung mengkonfirmasi Sooyoung sebagai Summer Choi sebagaimana Presdir Cho maksud.

Rupanya Kyuhyun sudah menghubungi bagian Hotel terkait kedatangan Sooyoung malam itu.

“Ini Key Card anda Nona, anda bisa menggunakan Lift di line 8”

“Terima kasih “ Sooyoung menyambar kunci berbentuk kartu itu, membetulkan kaca mata hitamnya dan merapihkan bawaannya..paper bag berisi Hanbok tentu saja.

“Sama-sama Nona..Billy akan mengantarkan anda.” Suzy membungkuk yang membuat rambut kuncirnya bergoyang dan melemparkan senyum 3 jarinya sebelum Sooyoung pergi.

~~~~~

Sooyoung POV

Baunya masih sama, segar dan maskulin. Kurasa suite ini memang berbau dirinya. Sofa yang sama tempatku meringkuk. Kursi sarapan dan satu set pantry yang dingin, sedingin percakapan kami terakhir kalinya.

Papper bag yang tadi kubawa tergeletak begitu saja didepan pintu kamar tidur. Kenapa perasaan tak siap memasuki kamar itu, menyerangku begitu saja? Ada apa dengan kamar itu? Atau ada apa dengan kejadian dengan pemilik kamar itu? Molla.

Terakhir kali kesini, aku tak sempat berkeliling dan mengenal detail suite ini. Untuk apa aku melakukannya pada saat itu, tapi sekarang aku ingin melakukannya. Siapa tau aku akan punya yang seperti ini suatu hari nanti. Ya, suat saat nanti.

Antara Pantry dan kamar utama rupanya ada sebuah pintu logam yang masih tertutup dan aku belum tau dibaliknya akan menemui ruangan apa.

Handle nya yang dingin menandakan cukup lama ruangan di balik pintu tak dipakai oleh siapapun. Dan aku penasaran.

Yes..tidak dikunci. Aku mengendap-ngendap seperti pencuri dan perlahan mendorong pintu itu terbuka. Whoa..dengan otomatis lampu diruangan itu ikut menyala dan menginformasikan apa saja yang ada diruangan itu, melalui retina mataku.

Ruangan kerja yang luas.

Cho Kyuhyun bisa melakukan ini. Memindahkan perpustakaan kota yang lengkap dengan buku-buku tebalnya, keruangan kerja pribadinya. Gila.

Satu hal lagi yang kusadari. Disini terlalu dingin. Astaga, berapa derajat yang ia setting untuk ruangan ini? Apa otaknya tak membeku ketika di dalam sini?

Aku segera melangkah mendekati meja kaca yang lumayan besar yang jadi sentral ruangan ini. Meja kerja dan kursi kulit cokelat kebesarannya.

Disana ada berbagai dokumen dan alat tulis kantor yang rapi terjaga dan aku menemukan benda yang kucari. Remote Ac menunjukan angka 140 C. Pantas saja.

Seringaian lolos dari diriku, ketika aku mulai bermain-main dengan meja dan menduduki kursi nyamannya.

Dari spot ini, aku bisa melihat seluruh ruangan. Pasti ia juga memperhitungkan semua ini. Aku merasa punya kekuasaan yang sama ketika duduk di ruangan ini.

“Hyukjae aku sudah selesai, siapkan mobilku” seperti orang idiot, aku menirukan suara memerintahnya dengan menggerakan pena ditangan, menunjuk-nunjuk kursi kosong dihadapanku. Seketika tawaku meledak, dan semakin mempertegas kesunyian.

Dia namja yang dingin, sewenang-wenang dan menyebalkan. Kombinasi karakter yang kuduga berasal dari ruangan ini. Ia bisa memerintah apapun kepada siapapun, tapi ia menyumbang setiap tahun untuk pemukiman-pemukiman kumuh diseluruh Korea. Tak diragukan, ia memang sukses karena kerja keras dan kemurahan hati serta hartanya.

Tapi bukan berarti, kepada semua wanita juga!

Hatiku mencelos karena disamakan dengan wanita-wanita seperti itu olehnya. Berarti kalau aku diutamakan? Aku menepis pikiran liar itu.

Andai Cho Kyuhyun tidak menilai semua interaksi dengan kemurahan hati dan hartanya..ia akan terlihat manusiawi dan mudah untuk dimengerti.

“Astaga. Apa yang aku pikirkan” aku menggeleng pelan dan beranjak dari kursi itu.

Melihat laptop yang tergeletak begitu saja di salah satu sofa yang menghadap jendela kaca yang tertutup tirai, aku jadi ingat dengan video call kami.

Aku jadi ingin melihat tampang tersiksanya setelah makianku. Itu pantas untuknya, aku membenarkan kata hatiku.

Memang gila. Sekarang aku log in SkyPe dari tempatnya, menggunakan hartanya untuk..mengganggunya?. Mengganggu Cho Kyuhyun dengan bibir merah sensual sehabis minum espresso.

Tanpa berlama-lama menunggu, ia menerima sambungan Video Call ku.

“Hi..” sapanya menutupi kejenuhan.

“Hi..kau masih bekerja?” aku melirik jam digital di sudut kanan monitor laptop, pukul 22.05 KST.

“Begitulah..kejutan nona Choi? Kukira kau tidak sudi lagi melihatku setelah kejadian tadi pagi” ia mengangkat bahu dan terkekeh garing.

“Terakhir kali..” aku tertular kekehan garingnya.

Iba-tiba ia mendekatkan wajah kuyunya lebih dekat kearah monitor, membuat wajahnya dua kali lipat lebih besar dari biasanya.

Refleks aku mundur dan berteriak padanya karena mengagetkanku.

“Yakk..apa yang kau pikir kau lakukan Cho Kyuhyun?”

Sesaat ia kembali keposisi semulanya dan terdiam beberapa saat. Tampak berpikir.

“Kau mempunyai lingkaran hitam di matamu..”

“Astaga, kukira apa..Soojin eonni sudah mengatakannya tadi pagi”

“Itu karena video call kita kah?”

“Ya dan tidak..kau juga punya” tunjuku pada monitor dan melingkari tepat di matanya.

“Haha..sejak kejadian tadi pagi, aku baru bisa tertawa”

“Baguslah, itu akan mengurangi tampang tua mu, Presdir Cho”

“Kau berpotensi membuatku semakin tua dari umurku yang sebenarnya dengan melakukan video call ini nona..ada apa sebenarnya?”

Ia langsung menembak tepat ke sasaran, pertanyaan yang sama yang belum aku siapkan jawabannya..ada apa sebenarnya? Denganku?

“Ak.aku, berada di suitemu”

“Aku kenal tirai dibelakangmu itu”

Sial..dari tadi ia sudah tau.

“Dan kalau tak salah kau menggunakan laptopku yang berada diruang kerja, sungguh tak sopan nona” ia berbicara dengan nada dibuat-buat marah, tapi tampang gelinya lah yang aku lihat di monitor.

“Umm aku sedikit berkeliling, tak apakan?” cengiran halus menghianatiku.

“Kau sudah melakukannya. dan sebagai tuan rumah yang baik aku akan merekomendasikan satu lagi tempat yang mungkin belum kau jelajah”

“Apa?”

“Balkon kamar utama..kau bisa melihat sunrise yang indah dari sana, untuk itu kau harus menginap. Ini sudah malam dan aku tak akan membiarkan seorang yeoja berkeliaran selarut ini.”

Tetap dengan gaya bossynya.

Terpikir juga olehku untuk menginap di suite ini malam ini. Aku sedang ingin menghukum Soojin eonni yang malah beralasan tak mau mengantarku kesini karena ingin mengunjungi Appa dan Eomma..alasan macam apa itu?..biar dia tau rasa dan khawatir mencariku.

“Akan aku pertimbangkan, aku sudah membawa hanbok itu.”

“Menginap, itu bukan permintaan. Aku sungguh-sungguh soal suite dan hanbok itu Sooyoung~ssi, aku memang bodoh dengan notes dan perkataanku kemarin..tapi..”

“Jangan dibahas lagi. Atau kita akan benar-benar berakhir dengan sesuatu yang buruk”

“Oke..oke, ku tahan. Dan kuharap ini bukan terakhir kali seperti yang kau maksud.Terakhir kali adalah..makan malam ‘permintaan maaf’ secara langsung, bagaimana?”

Namja di sebrang sambungan meraih cangkirnya dan meminum isinya, menunggu jawabanku. Bibir merahnya..shit!! itu espresso seperti biasanya.

“Tidak di hotel ini atau salah satu hotelmu, seperti katamu aku harus menghindar dari kemurahan hati dan hartamu”

“Pilihan yang bagus.. seperti biasa. Kebetulan, sabtu ini eommaku ada reuni dengan teman-teman lamanya. Aku prediksi orang tuamu akan hadir juga. Bagaimana?”

“Akan ku pertimbangkan”

“Kenakan hanbok itu terakhir kalinya”

“Kau tak bisa meminta lebih lagi,,oke hanya dua hal itu dan kita akan kembali seperti dua orang yang saling tak punya urusan..deal?”

“Oke..”

“Selamat bekerja Presdir Cho”

“Selamat malam nona Choi, dan jangan lupa sunrise nya”

 “Kau yang matikan sabungan duluan” tambahnya.

Aku sudah beberapa kali menguap dan tak berniat mendebatnya kali ini.

SkyPe Log Out.

 

TBC

53 pemikiran pada “The First #3 (Missing You)

  1. ciyehhh kyu sm soo skype”an😀 bibir kyu munk goda bangetttt,
    #kyaaaaaa
    ksian liat nsib nya hyuk punya atsan model kyu bgtu😀 sabar yah sayangg :*

    #pnsaran sm next part nya,ditunggu🙂

      1. Aq suka.. Aq sukaa… Aq pnsram thor sma novel yg klian bcrakan?? Boleh tw jdulnya gag thor???
        Tpi aq lbih pnsaran lgi ama lnjutan ff nie.. Jngan lma2 yah thor

  2. ya ampun kata’y keren thor….. seru bgt baca ini..
    owh ternyata itu hanbok yg dilelang toh yg dikasih…ckckckck
    kyuhyun mulai penasaran….hahahaha
    lucu pas syoung duduk dikursi kyuhyun dan niruin gaya kyu….
    gak sabar next part…. semangat chingu🙂

  3. ya ampun kata2’y keren thor….. seru bgt baca ini..
    owh ternyata itu hanbok yg dilelang toh yg dikasih…ckckckck
    kyuhyun mulai penasaran….hahahaha
    lucu pas syoung duduk dikursi kyuhyun dan niruin gaya kyu….
    gak sabar next part…. semangat chingu🙂

  4. gk tau mau komen apa.. sampe dipart ini makin wow , aku suka alur, cerita , dan semuanya deh..
    but kyu suka sma noona2, gk tau knpa aku agk terganggu sma itu but gk masalah lah yg penting KYUYOUNG..
    next partnya ditunggu..

  5. As usual chingu, daebaak!
    Aku suka diksinya, serasa baca novel terjemahan. Apalagi dengan sikap angkuh Kyu, itu benar-benar kelihatan beda. Dengan diksinya.

    Kalo buat comment sih,
    Aku memang gak memahami sepenuhnya EYD, tapi cuma sedikit saran chingu, kurangi penggunaan tanda titik🙂
    Itu aja.
    Selebihnya aku suka.

    Ditunggu ya chingu next part nya ^^

  6. mian, baru coment di part ini soalnya terlalu asik baca nih… Daebak ceritanya!! Aku suka karakter kyuyoung… Di tunggu next partnya!! HWAITING!!!😀

  7. ciee kyuppa ada rasa nih sama soo eonnie,
    semoga mereka berlanjut dan gak berakhir waktu dinner yg mereka rencanain,
    d tunggu lanjutannya🙂

  8. Wah bagus banget!
    Kyu bener2 udah jatuh hati, gt sama soo?
    Eiyy tapi soo nya malah cuek gt! Kyahaha~
    suka banget sama karakter kyuyoung disini..
    Next di tunggu bgt🙂

  9. Apa kyu meminta soo jadi teman spesialnya itu maksudnya kaya pelacurnya gitu ??
    Disini kyu belom jatuh cinta kan sama soo?dia baru tertarik doang kan??
    Aigoo semoga makan malamnya ngga jadi yg terakhir tapi ke jenjang yg lebih serius xD
    Ayo thor ditunggu lanjutannya ini daebaak !!

  10. Annyeong thor! Jeongmal Mianhae thor baru comment, penasaran banget ama kelanjutanya. Feelnya dpt banget, next thor. Daebak! Keep Writing:)

  11. oww,,oowwww,,,, kyu ud jatuh hati ama soo,,,,,,

    hanbok n suite cm alat,,,

    kira2 knpa ya soo dsuruh pake hanbok saat ketemuan ntar?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s