[TreeShot] UNDER THE SAME SKY Bag. 1

“Under The Same Sky”

Author : Puppy_Ky/ @realme90

Length : TreeShot (Maybe)

Rating : PG 17 :p

Cast : Uri Kyuyoung, Appa Choi and Other

FF ini terinspirasi dari Good mannersnya seorang CKH dikehidupan nyata..hebat yah tuh orang, bisa ngeinspirasi orang bikin FF..Malem-malem pula :3

Well..sebenernya sikapnya bisa dilakuin sama semua orang, tapi dengan imej CKH yang “Evil” mungkin kita bisa memandang (?) kepribadian dia yang sesungguhnya dari sudut pandang yang lain ^^..Ketampanan dan kecantikan mungkin bisa dibeli, tapi sikap dan sifat yang baik itu berasal dari hati #SalamKuper hahaha berasa Mario teguh :p

Happy reading and than Get your feel for this FF😀

“Perempuan baik-baik hanya untuk laki-laki yang baik, begitupun sebaliknya..Aku disini, merasa bukan laki-laki yang baik. Jadi, sudah jelas Sooyoung~ah” -CKH-

Kyuhyun masih tertunduk ditempat duduknya. Bukan. Bukan karena ia takut pada pria akhir 40an yang kini tengah mondar mandir dihadapannya.

Ia hanya merasa bodoh dan didominasi penyesalan.Andai ia tak terbawa nafsu sesaat, memperturut keinginannya.

Mungkin, ia sudah kembali ke Seoul atau masih menyendiri berkeliling perkebunan jeruk yang luas di Busan ini dengan damai.

Bukan berada di sebuah ruangan yang perabotannya didominasi kayu dan berbau musim gugur yang khas. Kembali ia menghela nafas.

Hukuman apa yang akan ia terima karena kelancangannya.

“Jadi, sebenarnya apa yang sudah kau lakukan anak muda? kau mengambilnya tanpa seijinku, dan kau masih berani menampakan mukamu dihadapanku” akhirnya pria akhir 40an yang Kyuhyun ketahui namanya dari penjaga Villa tempat ia menghabiskan liburan di Busan angkat suara..Pemilik kebun jeruk paling luas di Busan, Choi Jungnam.

Kyuhyun masih diam membisu. Ia tahu ia salah, tapi ia berniat bertanggung jawab.

Makanya ia memilih duduk dalam ketidak nyamanan saat ini dari pada harus melarikan diri. itu sikap pecundang. dan ia bukan orang seperti itu.

Choi jungnam tampak mengernyit dan menghampiri pemuda bersetelan jins biru dipadukan kaos putih polos dan kemeja biru langit yang sengaja tak dikancingkan. Ingin mendengar alasan..atau pembelaan pemuda itu.

Bruk

Meja kayu yang divernis mengkilat dihadapan kyuhyun menimbulkan bunyi gebrakan dari pemiliknya.

Choi jungnam memancing pemuda itu untuk angkat bicara lagi. Bersamaan dengan itu, sebutir buah jeruk tak utuh yang berwarna orange karena matang sempurna menggelinding tepat kearah sendal rumah yang pria paruh baya itu kenakan.

Dengan sigap ia pungut jeruk itu dan memicing melihat keadaan salah satu jenis jeruk kesayangannya. tinggal separuh.

“Kau mencuri jeruk ku. Dan kau mengantarkan sendiri barang buktinya. Hukuman apa yang pantas untuk semua ini?”

Choi Jungnam memang dikenal sebagai orang yang tegas dan tanpa kompromi, tapi dibalik semua itu ada alasan yang kuat kenapa ia bisa menjadi petani jeruk yang sukses seantero Busan..keuletan dan penghargaanya atas kejujuran dan perilaku baik orang lain.

“Mianhanda pak Choi, seperti yang sudah kukatakan. Aku sedang berjalan-jalan disekitar kebun jeruk..yang ternyata milik anda. Aku tak menemukan penjaga kebun anda ketika melihat jeruk itu tergeletak dibawah tanah. iseng-iseng aku tergoda karena warnanya yang matang sempurna dan ternyata rasanya pun-”

“Sama saja kau pencuri! kau tau itu anak muda?!”

“Saya faham pak Choi, untuk itulah saya berada disini..meminta kerelaan anda pada sepotong jeruk yang sudah saya habiskan..saya benar-benar menye-”

“Tidak semudah itu. Kau harus dihukum. Kau tau konsekuensi dari sebuah kelancangan”

Tuan Choi tetap ngotot dengan argumentasinya dan semakin merasa diatas angin mendapati Kyuhyun hanya menunduk dan sesekali menghela nafas.

Dasar pemuda kota. Seenaknya saja. Tapi, dialah namja yang aku cari.

Diam-diam Choi Jungnam jatuh hati pada kesopanan namja dihadapan tekananya.

Walau ia habis-habisan dipojokan, tapi tak sekalipun pemuda itu mengangkat wajahnya sebagai bentuk penentangan.

“Kau..aku akan memaafkan kelancanganmu, asal kau menyetujui persyaratanku”

“Nde? persyaratan apa itu? saya akan coba memenuhinya” untuk pertama kalinya dalam beberapa menit Kyuhyun mengangkat wajahnya yang bersinar penuh harap jalan keluar.

“Kau tak boleh mencoba, tapi kau HARUS bisa memenuhi persyaratanku. Menikahlah dengan putriku”

“NDE?” Kyuhyun sedikit terlonjak dari tempat duduknya karena shock dengan apa yang akan ia hadapi. Menikahi putri pemilik kebun jeruk yang tanpa sengaja ia curi? Astaga..bahkan ia tak pernah berpikir sejauh itu, ia datang ke Busan justru ingin menghindari..pernikahan.

“Tapi-” Kyuhyun berusaha menggunakan hak berpendapatnya.

“Seorang pemuda, tidak akan lari dari konsekuensi apa yang telah ia perbuat”

Tanpa aku bilang. Aku yakin kau tak akan lari dari tanggung jawab Kyuhyun~ssi. Karena sikap itulah kau berani datang kehadapanku, mengakui dengan jujur kesalahanmu yang bagiku sangat kecil itu. Kau memang pantas untuk putri kesayanganku.

“Satu lagi. Putriku..Buta, Tuli dan Bisu. Kau bisa menemuinya besok di tempat kau mencuri jeruku”

Kyuhyun seakan mendengar petasan meledak tepat di daun telinganya. Apalagi ini? Mendengar kata menikah saja perlu beribu neutron untuk mengolah informasi itu hingga dapat sampai ke otaknya. Dan sekarang, Putri Choi Jungnam ini..apa tadi katanya?..BUTA.. TULI DAN.. BISU. Ia pasti sudah gila kalau menyetujui persyarataan konyol itu..demi sepotong jeruk.

“Baiklah..saya akan datang besok. Sekali lagi, maafkan saya.” Pemuda ini memang sudah gila.

~~~~

Damai. Bebas. Syurgawi. Mungkin 3 kata itulah yang merepresentasikan perasaan kita, jika kita berada di tempat yang sama dimana seorang gadis kini tengah duduk dibawah rindangnya pohon maple diantara kebun jeruk yang luasnya berhektar-hektar.

Rambut lurusnya yang tertiup angin menyeruakan bau chery dan camomile yang menenangkan, tapi hal itu tak mengusik pandangannya pada objek yang sama sedari tadi..hamparan rumput dan bunga-bunga liar disela kebun jeruk milik ayahnya.

Kyuhyun POV

Sedari 5 menit yang lalu aku terus memperhatikannya. Memperhatikan gadis yang kini tengah menyenderkan tubuh tingginya -entah mengapa aku yakin gadis itu bertubuh tinggi- pada batang pohon maple yang kokoh.

Sesekali aku melihatnya menguap, untuk apa gadis dengan..kelemahan fisik seperti yang diceritakan ayahnya itu berada di tempat ini sendirian.

Entah mengapa aku yakin gadis itu yang tuan Choi maksudkan.

Pelan-pelan aku memantapkan hati untuk melangkah dengan langkah yang sebisa mungkin tak mengganggu aktivitasnya..tapi, diakan tuli? untuk apa aku melakukannya.

Akhirnya aku melangkah dengan tempo yang biasa, malah terkesan grasak-grusuk karena sepatuku yang beradu dengan rumput liar disekitar jalan setapak ini.Ia nampak tak terganggu.

Syukurlah, memang seharusnya begitu kan?

Aku mulai merangkai kata..ani, gerakan apa yang harus aku peragakan untuk berkomunikasi dengannya. Semalaman aku sempatkan browse dari satu blog ke blog lain untuk mempelajari bahasa untuk orang bisu, tuli dan buta..bahasa sentuhan.

Semakin dekat, sedikit demi sedikit aku bisa merekonstruksi sosoknya. Ia memiliki rambut lurus panjang yang tertiup angin. Menyibakan bagian lehernya yang putih bercahaya, itu menggambarkan putihnya kulit gadis itu untuk keseluruhannya. Pipinya..agak tembam dan memerah, aku tak yakin karena aku melihatnya dari samping.

Untuk keseluruhan, kurasa dia gadis yang manis.

Jangan salahkan aku. Aku bisa sedetail itu dengan bagian tubuh seseorang karena aku seorang fotographer. Kamera DSLR yang menggantung di leherku menjadi buktinya.

Semakin dekat, entah untuk alasan apa aku menahan CO2 yang terdefinisi sebagai racun, tetap didalam paru-paruku. Ia tertidur dan itu membuatku, merasakan ia objek terindah fotographi abad ini. Aku tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengabadikan moment tidur seorang gadis ini dalam lensa close up ku.

Aku tak peduli kalau aku dihukum lagi oleh ayahnya karena kini dengan lancang mengambil foto putrinya yang sedang tertidur. Mungkin hukumanku akan ditambah menjadi..secepatnya menghasilkan cucu denganya.

Cklik

Cklik

Cklik

Perlahan-lahan gadis sejaukauan 1 langkah dariku itu merenggangkan tangannya dan mulai terjaga.

Ia terganggu karena suara kameraku? tidak mungkin.

Kurasa tanpa merasakan kehadiranku, ia menepuk-nepuk ujung rok bunga-bunganya yang setinggi 10 cm diatas lutut dan bersiap bangkit dari posisi duduknya.

Sial. Dia akan pergi. Aku harus mulai dari mana?

Satu-satunya refleks yang aku sadari adalah aku menggenggam pergelangan tangannya yang kecil dan menahannya untuk tak beranjak berdiri. Aku menarik lembut pergelangan tangannya dan duduk disebelahnya.

Aku rasa ia ketakutan, terbukti tadi dia sempat menegang dan menyentak pergelangannya untuk dilepaskan.

Tapi ia menatapku? Tidak mungkin, pasti karena kebetulan.

Dengan bahasa alien yang aku miliki, aku menatap wajahnya yang benar-benar manis, tapi sedikit datar dan kesal.

Eh kesal? Tidak mungkin orang buta, sejelas itu menampakan ekspresinya.

Aku mulai berbicara disertai gerakan-gerakan yang membuatku kerepotan sendiri. Melambai-lambai, menunjuk-nunjuk pohon jeruk, menggambarkan bentuk tubuh tambun..ayahnya dan telunjuk berkait satu samalain..pernikahan.

“Hahahahahaha..”

Tawa yang merdu. Eh?

Aku membelalakan mata mendapati gadis dihadapanku tertawa terpingkal-pingkal..TULI?

Ia dengan sadar atau tak sadar menepuk-nepuk KERAS pipiku..BUTA?

“Hmmffft Apa yang haha hmmfft kau lakukan?” ucapnya menahan geli..BISU?

“Hei. Bukannya kau..”

“Kau, Cho Kyuhyun yang telah mencuri jeruk dikebunku kan? dari mana saja anda tuan? aku sudah menunggumu sampai ketiduran dan tiba-tiba datang dengan..puahahahaha”

“Yaissh, hentikan itu nona Choi. Dan apa maksud semua ini? Appamu bilang-”

“Oke..Oke haha mmm sorry, Appaku bilang kau akan mengajaku jalan-jalan sebagai hukuman pencurian jeruk kemarin. Kupikir kau tak jadi datang.”

“Jalan-jalan?”

“Nde..Jalan-jalan!”

Kyuhyun POV End

Sooyoung POV

Hahaha lihat lah tampang wajah nya sekarang. Pabo. Tapi dia memang -lumayan- tampan, pupil matanya yang tajam dan garis rahang dan hidungnya yang tegas itu nilai plus dari ketampananya. tapi tetap saja..ia mudah diperdayai..hahaha.

Appa menceritakan semuanya tentang namja ini tanpa terkecuali, termasuk niat beliau menikahkan kami.

Aku memilih menurut apa yang di katakan oleh Appa karena dialah satu-satunya orang yang kumiliki didunia ini. Beliau tak mungkin menjerumuskanku, pilihannya pasti yang terbaik untuku. Dan aku tidak punya seseorang yang harus kujaga perasaannya, karena aku tak punya orang spesial seperti itu.

Dan namja ini..dia Jujur, pemberani, lucu dan aku harus memastikan yang lainnya, untuk itulah aku bilang Appa menyuruhnya mengajakku jalan-jalan. Namja ini, harus kuketahui lebih jauh.

“Ayo berangkat..” ucapku menarik tali kamera yang setia di lehernya, ia tersentak karena lamunanya.

“Hei, lepaskan. aku bukan keledai yang harus kau tarik-tarik nona Choi” teriaknya tak terima. Salah siapa coba.

“Namaku Choi Sooyoung. Kau memang seperti Keledai yang terserang penyakit bengong, untuk itu aku menyeretmu” ucapku sambil mengejek kearahnya.

“Awas kau!” ucapnya mengambil ancang-ancang mengejarku.

Aku melihat hamparan kebun jeruk yang siap panen disepanjang pelarianku, sementara namja itu terus mengejar dibelakangku.

Aku menyukai moment seperti ini. Aku..Kurasa mulai menyukainya.

Sooyoung POV End

Two weeks Later..

“Kyu..”

“Hn?”

“Appa ingin bertemu denganmu lagi. Ditempat biasa”

“Hmm kali ini untuk apa? apa aku harus dihukum juga karena mencuri hati putrinya?”

Kyuhyun dan Sooyoung tengah menikmati waktu berharganya ditempat favorite mereka sepanjang masa, dibawah hamparan langit biru, pohon maple dan perkebunan jeruk.

Perasaan mereka, berkembang begitu saja. Tanpa ada yang mengawali mengatakan formalitas kata cinta ataupun sanjung dan puja, karena sejatinya setiap yang melihat mereka, tau kalau dua insan itu tengah dimabuk cinta.

“Pabo. Kau tak tau saja betapa appa membangga-banggakanmu” Sooyoung bangun dari peraduannya di paha kyuhyun dan memukul pelan bahu namja yang malah asyik dengan hasil jepretan-jepretan di kamera yang tak pernah boleh Sooyoung lihat.

Kyuhyun menyeringai dan merespon yeoja dalam dekapannya yang meminta perhatian.

“Baiklah. kapan aku harus kerumahmu? tapi sebelumnya..aku harus mengambil jimat keberuntunganku”

Kyuhyun mulai menutup mata elangnya perlahan, mendekatkan keningnya dengan kening gadis yang kini mulai menutup matanya juga.

Pertama-tama hidung mereka mulai bergesekan hangat dari masing-masing nafas mereka. Kyuhyun dengan licik membuka obsidiannya dan menatap penuh gairah bibir plum kekasihnya.Sooyoung merasakan benda lembut dan basah menjilati dan menggoda bibir bawahnya. kyuhyun mulai dengan aksinya.

“Ehhnn”

“Jangan menggodaku, Soo~”

Kyuhyun bereaksi karena desahan Sooyoung yang lolos dari bibir mungilnya. Seringaian semakin tercetak jelas disela aktivitas lidahnya membasahi bibir sensitif dalam kuasanya.

Kyuhyun segera menarik tubuh ramping gadisnya keatas pangkuannya.

“Berikan jimatku, atau kalau tidak ..kita akan berakhir jadi tontonan para penjaga kebun”

Kyuhyun berusaha membuka celah bibir sooyoung yang masih terkatup rapat karena ke jahilan gadis itu. ia tau gadisnya tak akan menyerah begitu saja. Ia sedot masing-masing sudut bibir yang kini mulai memerah itu dengan tanpa ampun, membuat gadis dipangkuannya menggeliat-geliat ingin bebas.

Sial. Efeknya adalah..selangkangan mereka.

“Kyuhhmm” ketika sooyoung tak kuasa menyebutkan dengan jelas namanya, kyuhyun mengulum lebih kasar bibir atas sooyoung diatara gigi-giginya. ia tak suka gigitan yang membuat gadisnya terluka dan malu, tapi ia tahu tekhnik apa yang bisa membuat gadis itu membuka akses lidahnya kedalam mulut hangat kekasihnya itu.

“Petani hmm atauhh fotograf..heemm” kyuhyun memberikan opsi.

“FOTO..” tepat ketika sooyoung melafalkan hurup “O” dari opsinya, kyuhyun membuka akses itu untuk menyerang isi mulut sooyoung habis-habisan.

“Nghh” kata pujaan akan kenikmatan jimat dari sooyoung yang selalu kyuhyun nantikan. Ciuman, cumbuan apapun yang orang katakan. itu jimatnya.

Tangan sooyung sudah lama ia benamkan pada rambut acak-acakan kyuhyun, menekan tengkuk pemuda itu memperdalam ciuman mereka.Ia menyerah. ia memberikan segalanya yang diinginkan namja pemaksa itu. Akses kedalam mulutnya, membelit lidahnya, menggoda bibir atas dan bawahnya dan yang terakhir kecupan kecil bertubi-tubi sebagai kebiasaan menu penutup favorite namja itu.

Sooyoung kadang berfikir, kekasihnya mencium seperti tak ada lagi ciuman untuk hari esok. Tapi, memang itu keahlianya.

“Hah~ susah sekali mendapatkan jimatku” kyuhyun menarik nafas berlebihan dan menyeka sisa-sisa perbuatannya pada bibir sooyoung, kemudian tanpa ragu menjilatnya dengan seduktif.

“Cepat pergi. Appa ingin bertemunya sekarang”

=TBC=

Judulnya aneh dan belum ada nyambung2nya ye? Enjoy aja lah~

Aku lagi suka kalimat itu hahaha jadi dijadiin Judul #Random #Kumat😛

30 pemikiran pada “[TreeShot] UNDER THE SAME SKY Bag. 1

  1. aku harap ini akan happy ending.
    krn pas liat intronya agaj galau gitu.
    gadis baik” utk laki” baik…
    aku harap bakal happy

    gomawo

  2. woahhh Daebak~~~
    Cerita awal prnh kenal kyknya,, agak lupa tpi 0.o
    yang paling awal kok kyk kyu ngerelain syoo buat lki lki laen ya ? enggak kan ????
    Part selanjutnya ditunggu

  3. Seru!
    Saking tanggungjawab nya kyu sampe ga sadar dia di kerjain appa nya soo!
    Dan, jimat apa itu kyu? Astaga.. Dasar setan😀
    di lanjut yaa~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s