Sequel Clear Area ; My Master Fansite

ky

Author : Puppy_Ky/ @realme90

Length: Drabbel

Genre : Suka-suka :p

Ratting : PG-16

Cast : SJ Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung, Member SJ, Member Exo, And Other

Disclaimer: FF ini terinspirasi dari Airport Habit yang sering para idol K-POP alami ^^ 

Holla KNIGHTdeul..akhirnya #fiuhh bikin juga ini Sequel ^^..jangan pada bosen sama cast n kisah imajinatif Kyuyoung ya hehe karena kayaknya FF ini akan aku lanjutin jadi series..nah lho? hutang baru ^^v liat entar aja deh kekeke

Tetep kasih masukan, cacian, hinaan #plaaak buat kemajuan (?) gaya menulis aku ya, biar tambah dapet feelnya ^^

 

The one and only (?) Happy Reading😀

 

 

Kyuhyun Oppa, oppa terlihat lelah akhir-akhir ini,

  

Jaga kesehatan ne? Ajja ajja Fighting !!😀

 

CSY

 

Pada akhirnya senyuman lebarku menular pada Suho yang mengangguk-anggukan kepala ikut bahagia.

Dia fansku? Dia sangat ceroboh!

Untuk ukuran seorang SparKyu dia terlalu mengambil resiko, apalagi dia yeoja. Bagaimana kalau Hyungdeul berhasil menangkapnya atau yang paling buruk, pihak keamanan bandara membekuk tubuh kurusnya. Aku tak suka membayangkannya.

CSY

 

CSY

Inisial yang cukup familiar. Tapi dimana?

Aku melirik kearah Suho yang sudah jatuh kedalam tidurnya. Aku juga perlu mengistirahatkan tubuh dan fikiranku agar lebih fresh ketika mendarat di Jepang.

Masker dalam genggamanku, kembali memancing senyuman bodohku. Design yang simple dengan warna dark blue, membuatnya cocok dengan warna kulitku. Ah~ pada dasarnya aku akan cocok mengenakan warna apapun kekeke.

Semerbak wangi menenangkan dari kombinasi bunga lilac dan camommile tercium dari masker yang kini tengah kupakai. Bau surga. Bau CSY? Soo? Siapapun dia.

Dengan hati-hati aku mulai merilekskan jiwaku, terbujuk oleh rayuan alam setengah sadar yang menjanjikan kenyamanan. Dalam kurun waktu itu, instingku masih sedikit berfungsi menangkap pergerakan seseorang-entah siapa-, tubuhku enggan merespon segera mabuk dalam bius wangi dirinya.

Haneda International Airport. 21.45 JST

Hoaaam. Kurang lebih itu ke 5 kalinya aku menguap. Badanku terasa remuk, mataku enggan terbuka. Wajahku? Seperti biasa bengkak sehabis tidur, untung ada masker pemberianya yang menyelamatkan mukaku.

Seperti biasa terjadi. Pintu kedatangan internasional sudah dipadati para fans yang bersiap dengan senjatanya ; Kamera berbagai ukuran, mulai dari kamera ponsel sampai kamera DSLR yang super besar.

Rombongan paling depan adalah rombongan EXO dan manajernya yang cukup bersusah payah meninggalkan kerumunan fans yang berniat mengambil foto mereka atau sekedar meminta salaman dan menitipkan hadiah.

Tiba giliran grupku, di komandoi oleh Leeteuk Hyung yang melambai cepat kearah kerumunan fans diikuti Simba dan duet Eunhae yang berjalan beriringan sementara aku memilih berjalan paling belakang bersama Junghoon Hyung.

Kejadiannya begitu cepat dan tak sempat diantisipasi ketika tanpa diduga Heechul Hyung terkena cakaran fans yang terlalu dekat dengannya. Kami semua berhambur memburu kearahnya. Sebagian fans yang masih tau situasi mengamankan dan menyuruh fans yang terlalu dekat untuk mundur memberi jarak.

 

Sial.

Aku membetulkan letak tas jinjingku; hadiah Siwon Hyung dan berniat menghampirinya juga, tapi seseorang diantara fans menyita perhatianku.

Akses untuk mendekat kearah pria cantik itu semakin sempit karena memberku dan manajer semua membantu mengamankannya. Aku cukup berjarak dengan mereka, untung saja Hoodie dan masker menutupi identitasku.

Fans yang memakai Hoodie berwarna abu-abu dan topi di kepalanya; yang sempat menarik perhatikanku itu bukannya menyingkir atau membidik memberku yang berada lebih dekat dengannya. Ia malam membidikan lensa besarnya kearahku.

Kalau diperhatikan.. Astaga! Itu si CSY itu. Berganti baju tapi tetap kukenali. Dan..bagaimana ia bisa tau ini aku?!

Dia baru tersadar kalau aku menangkap basah aktivitasnya, mata bulat cokelatnya sempat kukunci dengan tatapan elangku. Ia berangsur mundur meninggalkan kerumunan kearah pilar besar bandara ini.

Harus kuikuti. Tak boleh kehilanganya lagi.

Si CSY itu makannya apa sih? Sampai bisa berjalan secepat itu. Aku mengikutinya dari belakang tanpa diketahui Member dan Hyung manajer. Akan kubereskan nanti.

Mungkin tau ada yang mengikuti , dia berbelok tajam kearah toilet perempuan yang cukup sepi.

Sial. Apa aku harus ikut masuk?!

Dia cukup pintar memilih tempat bersembunyi, membuatku mondar-mandir beberapa saat mempertimbangkan menyusulnya atau tidak kedalam toilet. Bagaimana kalau ada yang masuk selain kami?! Bagaimana kalau yang masuk itu Sparkyu yang lain?! Bagaimana kalau itu bukan dia?! Mau di taruh dimana mukaku yang tampan ini. Terlalu banyak bagaimana dalam otaku.

Bagaimana kalau aku mencoba? Aku akan dimaklumi karena kepopuleranku haha.

Toilet bandara ini benar-benar dingin, baik oleh suasananya maupun interiornya. Kaca wastafel yang besar segera menyambutku ketika pintu kututup. Ada beberapa bilik yang tertutup, tapi hanya ada satu yang menandakan ada penghuninya.

Cho Kyuhyun..Demi PSPmu, kau memang sudah gila.

10 detik

 

23 detik

 

58 detik

 

1 menit

Orang di balik bilik tak kunjung keluar. Astaga, aku sudah bosan bersandar di tembok dekat wastafel. Tak ada gunanya, jika aku mendobrak bilik itu aku akan diteriaki sebagai lelaki mesum. Mau ditaruh dimana citra polosku selama ini?!

Lain kali saja. Hyungdeul pasti kerepotan mencariku.

 

Ceklek

Belum sempat aku mendirikan tubuhku dengan sempurna, seorang yeoja dengan Hoodie abu-abu tapi topinya ia tenteng bersama kamera ditangannya tengah melotot kaget kearahku.

Great. Kena kau CSY.

Ia masih membelalakan bola matanya dan sesekali berkedip dengan tempo yang dapat kuhitung setiap tiga tarikan nafas. Seringaianku muncul begitu saja, mengiringi langkah kakiku mendekat kearahnya.

Satu langkah yang kujejaki, maka dia akan merespon dengan satu langkah mundurnya. Terus sampai jaraku dan jaraknya hanya setipis helaan nafas dan ia terkunci karena tembok dibelakangnya.

Aha. Darah mengumpul di wajah manisnya yang merona.

“Kyu..Kyuhyun op.. oppa?” Ia terbata dalam setiap kata yang keluar dari bibir tipisnya.

Ya tuhan! Ini terlalu dekat untuk mengamati bibir seorang yeoja.

 

“Kau tau itu aku” bukannya memberi jarak, tubuh sialan ini malah semakin ingin memanfaatkan ketakutannya.

“Oppa, tolong menyingkir. Aku takut ada orang masuk”

“Kemarin dihadapan semua orang kau cukup pemberani. Sekarang kita hanya berdua, kenapa kau takut C..S..Y?” haha sebentar lagi dia mungkin pingsan.

“Bukannya kau fansku?! Ayo ambil gambarku sesukamu.”  Liriku pada kamera ukuran lumayan besar ditangannya.

Sudah cukup menyiksanya dengan kejahilanku, dia pasti sangat ketakutan mendapati perlakuan seperti ini dari idolnya. Dari namja. Di Negara lain. Malm-malam. Eh?

“Yak! Kenapa kau mengikutiku sampai ke Jepang? Orang tuamu pasti hawatir, pabbo.”

Ia meringis mengusap bekas jitakan yang kulayangkan bersama kecerewetanku. Aku bisa jadi cerewet untuk keselamatan seseorang.

Setelah itu ia hanya melongo dan semakin mengeratkan gengamannya pada kamera di dekapannya.

“Demi gambar-gambarku, kau rela membahayakan dirimu sendiri? Astaga! Coba lihat, seberapa bagus hasil bidikanmu?”

Ia tetap membisu dan menggeleng-geleng seperti anjing puddle yang terpojok di selokan.

“Sebentar saja!” ucapku mendekat lagi kearahnya.

“Andew!” teriaknya panik.

“Berikan! Jangan-jangan kau memotoku dengan pose yang tidak bagus ya?!”

“Andew! Jangan paksa aku oppa!!” kembali teriakan cemprengnya menggema di toilet yang –Untungnya- sepi ini. Ia meninggikan kameranya dari jangkauanku.

Apa-apaan dia. Ingin bermain-main dengan namja bertinggi 180 Cm sepertiku?!

 

Dengan mudah aku merebut kamera yang mati-matian ia pertahankan; seperti mempertahankan harga dirinya saja.

Astaga! Berpikir apa kau  Cho Kyuhyun.

Segera berbalik dari hadapannya, kubuka lock pada kamera yang cukup berat untuk ditenteng seorang fans biasa itu dan melihat beberapa folder disana.

Ia terus berteriak-teriak meminta kameranya kembali sambil melompat-lompat diatas sepatu conversenya.

Folder terbaru berisi foto-fotoku ketika tadi berangkat ke Jepang. Dia cukup pintar memilih angel untuk membidikan kameranya. Foto-fotoku setampan aslinya hahaha.

“Oppa, maafkan aku. Kembalikan kameraku”

“Tidak. Tidak. Tidak”

Terus kupilih opsi ‘Next’ untuk melihat hasil bidikannya. Fotoku ia ambil dalam berbagai pose dan mood; berdiri, berjalan, merenggangkan tangan, melambai kearah fans, menguapa dan mengobrol dengan memberku.

“Yah..yah..apa-apaan ini?” mataku membelalak mendapati fotoku ketika tidur di pesawat yang kemungkinan sembunyi-sembunyi dia ambil. Pantas saja.

“Jadi kau satu penerbangan denganku?”

“Itu..eng jongmal mianhae oppa, aku melanggar privasimu” ia membungkuk tak enak berkali-kali dihadapanku. Aissh.

“Bukan begitu. Kenapa yang kau ambil fotoku ketika sedang membuka mulut dengan lebar? Aissh imejku” ucapku frustrasi.

“Nde?” ia berhenti membungkuk dan menatapku tak percaya. Kyeopta!!

“Dan sebenarnya..siapa kau CSY? Fans yang bisa membeli tiket pesawat kelas 1 dan menggunakan kamera seberat ini?” tudingku padanya. Pasti ada suatu petunjuk.

Ia terlihat panik dan berfikir mereka-reka jawaban untuk menyembunyikan identitasnya.

Tanganku yang gatal dan jiwa penasaranku yang tinggi, membawaku pada sebuah folder lama dalam kameranya.

Isinya masih tetap sama ; Foto-fotoku, tapi ada yang berbeda. Ada label namanya.

CSY_CKH23210? Asa! Salah satu Fansiteku. Dia?! Oh Tuhan, pantas saja!

“Neo?” kejarku memastikan.

Ia menunduk dan perlahan-lahan mengangguk tanda mengaku.

Sekilas aku teringat beberapa Editorial Photo booknya, Ekslusif Calendarnya dan beberapa hadiah atas nama fansitenya yang memenuhi sebagian besar kamarku. Semuanya tentangku.

Ia mengangkat wajahnya yang mulai lelah dengan mata bening yang memancarkan penyesalan, berharap aku mengembalikan kameranya.

Hey..aku bisa menebak inginnya.

Aku tertawa dan mendekatkan kembali tubuhku padanya. Tanganku terasa gatal untuk tidak mengacak poninya dengan gemas. Ia masih membeku dan menatap bingung pada pergerakan tanganku.

“Terima kasih. Terima kasih sudah mendukungku selama ini dan menjadi fansite setiaku” ujarku menjawab kebingungannya.

“Benarkah..itu..oppa?” tanyanya meraih tanganku dikepalanya dan menatap lembut kearahku.

“Nde” ucapku yakin. Aku tak pernah seyakin ini sebelumnya terhadap tindakanku.

“Terima kasih” pekiknya dan berhambur kepelukanku. Aku membeku dengan responnya. Panas tubuhnya menyerang sensitifitas kulitku.

Aku namja!

“Eh? Eng..tapi aku akan menahan kameramu karena kau sudah membahayakan dirimu sendiri.”

“Wae?” ucapnya hendak memprotes tanpa melepaskan ikatan tangannya dipinggangku.

“ Kau bisa mengambilnya di konser besok malam, kau pasti tau tempatnya..Soo..Soo~ssi”

“Lalu bagaimana aku mengambil fotomu besok pagi sampai siang?” tambahnya, dengan mengerucutkan bibirnya.

Yeoja ini!

“Iya atau tidak?! Kalau tidak, biar kamera ini aku jual atau kujadikan pajangan di kamar-“

“Andeew! Nde, besok malam aku pasti datang” pungkasnya dengan senyum 3 jari.

Dia senang, tanpa beban. Aku membeku, terpesona. Efek dari senyumannya. Astaga!

 

 

END

11 pemikiran pada “Sequel Clear Area ; My Master Fansite

  1. Soo jadi fans fanatic nya kyu..
    Segitunya di ngejar2 kyu demi ngedapetin photo2nya. Kekeke~
    lantas gmna dg hubungan kyuyoung?

  2. Ternyata ada sequelnya toh. Aku baru mampir di wp eonni lagi nih. Ckckckck. Yak!itu kyu tahu bahwa csy itu sooyoung gak sih? Eh tunggu jgn blng soo di sini juga member GG. My oh my! Great! Pasti akan kacau balau. Apalagi kalau sifat evil mereka keluar? Pecah semuanya. Oh pokoknya pasti seru… !!!!! Next eonni!!!!!
    I’ll wait the next…Hwaiting!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s