The First #5 (Dream Come True)

kyuyoung

Author : Puppy_Ky/ @realme90

Length: Chapter

Genre : Romance, Family, Friendship

Main Cast: Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun

Supporting Cast : Hwang Stefanny, Lee Hyukjae, Choi Siwon, Choi Soojin and other

Rating: PG-16

 

Disclaimer: FF ini terinspirasi dari Film-film dan Novel-novel yang sering saya tonton dan baca..terutama beberapa karakter tokohnya yang cocok dengan Kyuyoung ^^

Tapi Alur, Plot dan dialognya original from my mind , termasuk PC, tenaga listrik, tangan buat ngetik, tagihan Speddy dan cemilan-cemilan pas ngetik FF ini semua milik saya :p

TF #5 Hereeee!!😀, jongmal gamsahe untuk semua readerdeul yang udah dukung ini FF *Berasa award2an aja didukung kekeke

Lebih dari itu, thanks to god for being me STILL as Knight sampai hari ini dan seterusnya. Semua karya2ku didedikasikan buat our lovely Kyuyoung. Apapun yang terjadi, please support mereka to belong each other😀

Arigatou and Happy reading
^^

 

 

Hening. Sebagian alam bawah sadarku mengkonfirmasi hal itu. Aku bingung berada dimana sekarang, yang pasti semua tampak seperti ilusi.

“Enghh..”

Suara aneh macam apa itu? Dan paling penting, siapa pemilik suara itu?

“Akhh..” kembali suara itu memekik lebih kuat. Lebih dekat.

Tidak. Aku kenal betul suara-suara itu..SUARAKU?

Mataku masih terpejam dengan rapat, tubuhku hilang tenaga tak bisa banyak berbuat. Hanya indra pendengaran yang masih bekerja dengan semestinya dan indra perasaku yang menangkap sekitarku jadi lebih dingin dari sebelumnya.

Seseorang menjalankan jemari hangatnya di sekitar selangkanganku, menggodai daerah sensitifku itu dengan lembutnya sehingga menghantarkan sengatan yang tak biasa disetiap sambungan sendi-sendi tubuhku.

“Asshh..”

Tanganku berusaha kugerakan sekuat yang kubisa, tapi yang kubisa hanya sebatas tenaga menghalau angin. Tak ada efek apa-apa, malah membuatku semakin frustasi saja. Karena semakin aku berniat menolak, maka semakin jemari hangat dan panjang itu naik lebih dekat kearah celana dalamku.

Andwe. Sejak kapan aku hanya memakai celana dalam? Pantas saja kulitku terasa sensitive dengan segala bentuk rangsangan sentuhan. Sekecil apapun.

Aku merasakan sesuatu meleleh disudut mataku, seperti lahar panas perlahan menuruni pipiku dan sampai ke leherku.

Keringatpun terasa bergulir begitu saja di sekitar pelipis dan sekujur tubuhku. Dan pergerakan aneh di bawah sana tak lagi kurasakan. Tuhan apa yang tengah menimpaku sebenarnya?

Sekilas, aku melihat pergerakan siluet seorang..namja? mondar-mandir disekitarku. Siapa?

Belum sempat otaku merekonstruksi siluet itu dan nama siapa yang mungkin muncul dalam otakku, jemari hangat itu kini beralih menghalau beberapa helai rambut yang menutupi mukaku? dan membawanya kebelakang telingaku.

“Enghh..” sial suara rintihan lolos lagi dari mulutku.. ketika dia -namja yang sama- dan ternyata berbau harum yang pernah kuhirup, mendaratkan..kecupan? di dahi peningku.

“Apa yang kulakukan..ah sial, ini diluar prediksiku”

Namja itu..mengumpat? hanya ada satu orang yang sering mengumpat seperti itu.

“Bertahanlah soo, fanny sebentar lagi datang” gumamnya lagi entah kepada siapa dan menyebutkan siapa.

Sekitarku mulai menggelap lagi, bola mataku serasa baru direbus air mendidih. Bayangan-bayangan aneh silih berganti melintas didalam ingatanku.

Mulutku serasa dibuka dengan paksa, lalu sebuah benda dingin masuk kerongga mulutku dan didiamkan disana –perasaanku- untuk waktu yang cukup lama.

“470 ??..sebenarnya apa yang kau pikirkan?..kau pikir tubuhmu ini robot” umpatnya setelah mengambil benda dingin dalam mulutku dan kemudian kurasakan tubuhku semakin berkontraksi dan aku tak tahu apa lagi yang terjadi.

Author POV

Kyuhyun panik ketika Sooyoung mengejang diatas tempat tidurnya. Suhu tubuh gadis itu memuncak dari terakhir kali ia membopongnya dari pantry.

Segala cara sudah ia kerahkan, mulai dari melucuti pakaian gadis itu untuk menurunkan suhu tubuhnya; pertolongan dasar yang ia ketahui. Karena itu pula, Ia sempat tergoda untuk menyentuh lekukan tubuh tak berdaya di hadapannya.

Dia lelaki normal, dia punya hasrat. Apalagi kepada gadis yang benar-benar menarik baginya.

Tapi tidak. Ia melihat air mata meleleh dari mata terpejam gadis cerewet itu, walau dalam keadaan setengah sadar, gadis itu tak rela ia sentuh. Ia harus bisa menahan diri. Walau itu sulit sekali.

Dan itu bakan gayanya. Memanfaatkan kesempatan dan meniduri gadis yang tak sadarkan diri.

“Hyukjae, Fanny sudah bersamamu?..cepat ke kamarku, keadaannya semakin memburuk.” Kyuhyun berjalan mondar-mandir dengan ponsel ditelingannya, tapi pandangan elangnya tak lekas dari tempat tidur dimana sooyoung terbujur dengan gelisahnya. Gadis itu terus meracau, efek dari suhu tinggi tubuhnya. Hipertermia.

Ketika Sooyoung jatuh pingsan, orang pertama yang langsung ia hubungi adalah Hyuk yang kebetulan tengah dalam perjalanan dari supermarket membawakan ramen pesanannya.

Hyuk harus berbasa-basi dulu dengan keluarga Hwang dan keluarga Choi serta ibunda Kyuhyun yang heran ketika ia membisikan sesuatu ketelinga putri tunggal keluarga Hwang itu..Hwang Stefanny. Kemudian menyeret gadis yang tak mengerti apa yang sebenarnya tengah terjadi mengikuti langkah tergesanya.

“…”

“Yak cepat, tak perlu menghubungi mentri kesehatan atau siapapun itu. Kepalamu ku penggal kalau terjadi apa-apa pada Choi Sooyoung”

“…”

“Aku yang akan memberitahukan keadannya pada keluarga Choi. Kau tak berniat memperkeruh suasana dan merusak reuni mereka kan?!” Kyuhyun memelankan suaranya ketika ia mengganti kompres di dahi Sooyoung dengan tangan lainnya dan kemudian jemarinya membelai lembut pipi mulus bersemu milik gadis itu.

“Bagus kalau kau faham. Bertindak bersih seperti biasa, dude” tanpa menunggu jawaban lagi, Kyuhyun memutus panggilan tersebut dan beralih meraih tangan Sooyoung. Digenggamnya jemari tangan yang membara itu menyalurkan kekhawatirannya atas kebodohan gadis di pembaringannya.

Bagaimana mungkin gadis ini bisa pingsan ketika bersamanya. Untung bukan ketika bersama lelaki bejat seperti di hotel waktu itu. Ia tak ingin membayangkan akibat terburuknya.

Kyuhyun sadar ia juga bukan namja yang sempurna untuk gadis seluar biasa Choi Sooyoung, bagaimana tidak? di usia gadis itu yang menginjak 23 tahun dan karir cemerlangnya sebagai top model..gadis itu masih begitu naïf hanya untuk berkencan dan didekati seorang namja. Bahkan disentuh dalam keadaan tidak sadarpun, reaksinya sungguh mencengangkan. Ya, tangisan tadi cukup membuatnya tertegun dan merasa dirinya memang benar-benar lelaki brengsek kalau sampai jadi menyentuh gadis ini.

Apakah ia beruntung? Bisa sedekat ini dengan gadis luar biasa ini? Tentu saja, ia bangga mengetahui fakta dirinya akan jadi orang pertama dan mungkin terakhir bagi gadis ini. Untuk itulah segala kesempatan akan ia manfaatkan sebaik mungkin.

Ia harus mengejar gadis ini lebih extra dari wanita-wanita sebelumnya yang dengan mudah jatuh kepelukannya. Ia harus membersihkan track record brengseknya dengan gaya percintaan yang tak biasa dengan wanita-wanita tak biasa pula. Mengesampingkan pride nya, bahwa kekayaannya bisa jadi jalan untuk mendapatkan segala keinginannya. Karena gadis ini tak pernah mau tersentuh oleh segala bentuk kekayaannya.

Dulu. Dengan wanita-wanita lain, semua hanya karena kebutuhan. Sekarang. Dengan Choi Sooyoung, semua jadi serba berbeda. Serba kerja keras dan ketulusan.

Ketulusan? Kata yang aneh ditelinga seorang Presdir Cho yang selama ini bias terhada arti ketulusan itu sendiri.

Dunianya adalah dunia persaingan,kerja keras mendapatkan yang dia inginkan. Entah orang lain sukarela memenuhi keinginannya atau hanya menjilat dibelakannya. Tak ada ketulusan kecuali dari ibu, kakaknya yang telah meninggalkannya dan dua kaki tangannya.

Choi Sooyoung. Bagaimana bisa dirinya sebegitu menginginkan gadis ini jadi miliknya.

Kyuhyun tersenyum aneh pada dirinya sendiri. Memproklamirkan bahwa gadis dalam perawatannya kini, sudah jadi miliknya. Toh dia sudah mengungkapkannya tadi, gadis itu belum menjawab karena keburu pingsan, itu urusan belakangan.

Suara langkah kaki yang cukup ribut menyadarkan dirinya dari senyuman konyol tentang apa yang akan ia lakukan untuk membuat gadis dalam belaiannya menurut dan setuju atas klaimnya.

Suara ketukan dipintu membuat kyuhyun mau tak mau beranjak dari sisi Sooyoung, setelah sebelumnya menaikan selimut untuk menutupi tubuh gadis itu sebatas bahunya.

“Kalian..cepat masuk” ucap kyuhyun ketika mendapati 2 orang yang sudah ditunggunya sedari tadi berdiri dihadapan pintu kamarnya.

“Presdir Cho, apa lagi yang sudah kau lakukan?” Fanny yang sudah lupa akan kekesalannya karena diseret dengan paksa oleh Hyuk tadi, segera menerjang masuk menghampiri tempat tidur Kyuhyun. Matanya yang sipit, memperhatikan dengan takjub dan bingung kearah gadis yang tengah terbujur di tempat tidur sepupunya itu.

“Dia demam tinggi..aku tak tau apa istilah kedokterannya” Kyuhyun berdiri dibelakang Fanny yang kini mulai memeriksa keadaan Sooyoung.

“Hipertermia. Apa dia tadi kejang-kejang?” Fanny kembali melirik kearah Kyuhyun sambil tak lepas tangannya memeriksa denyut nadi Sooyoung.

“Hanya sebentar..ini hasilnya” ucap Kyuhyun menunjukan ibu jarinya yang memerah bekas gigitan.

“Kau melakukan hal yang benar presdir Cho, bisa gawat kalau dia menggigit lidahnya sendiri tanpa sadar. Pada beberapa kasus panas tinggi disertai kejang-kejang, si pasien tanpa sadar bisa melukai lidah mereka sendiri bahkan sampai putus. Tapi kau juga pabo, kenapa tak menggunakan benda lain untuk menahan gigitannya?”

Hyuk yang masih setia memperhatikan ketelatenan Fanny dalam memeriksa kondisi Sooyoung ikut terkekeh menyadari ke nekatan bosnya.

“Aku tak peduli, sekarang bagaimana kondisinya? Apa yang harus kita lakukan?”

“Panasnya sudah mulai turun, tak ada yang serius pada kondisinya. Kau boleh lega, dan tak perlu bertampang khawatir seperti itu lagi.” Fanny mengerling menggoda sepupunya itu.

“Kalau begitu, Hyuk akan mengantarkanmu pulang. Biarkan Sooyoung beristirahat di sini malam ini” Kyuhyun menghindar dari tatapan provokasi sepupu yang mendapat gelar cumlaude untuk gelar dokternya itu dan memilih mengambil ponsel yang terletak didekat bantal Sooyoung.

“Tak pernah berubah. Kau memang tak tau berterima kasih Cho Kyuhyun. Aku tak akan pergi sebelum kau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, kau berhutang banyak cerita padaku. Kutunggu di luar, setelah kau menyelesaikan panggilanmu” Fanny membenarkan letak kompresan didahi Sooyoung dan beralih menggapai jaket pinknya, ia melangkah dengan tenang diikuti Hyuk dibelakangnya.

“Yeoboseo..noona,ini  Cho Kyuhyun” setelah memastikan Hyuk menutup pintu kamarnya, Kyuhyun memencet beberapa nomor pada Galaxy tab nya dan membuat panggilan kepada Soojin.

“Nde Kyu, dimana Sooyoung?” terdengar sahutan dari Soojin. Yeoja akhir 20an itu, membuat gesture pamit undur diri untuk mengangkat panggilan ponselnya. Sementara keluarga Hwang, Keluarga Choi dan Nyonya Cho masih seru dengan nostalgia masa kuliah mereka.

“Sooyoung demam tinggi, tapi sekarang dia sedang istirahat dikamarku. Kenapa noona tak bilang kalau kalian mempunyai jadwal yang padat di pulau Nami? Mungkin aku akan membatalkan pertemuan malam ini”

“Ah~ benar. Pasti karena itu, aku lupa Kyu. Apa Fanny~ah ada bersama kalian juga? Tadi Hyuk~ssi membawanya pergi entah kemana.”

“Iya, tadi Fanny yang memeriksa kondisinya. Aku butuh bantuan..”

“Syukurlah kalau dia sudah ditangani orang yang tepat. Dan bantuan macam apa itu Kyu?”

“Sooyoung tak mungkin kita bawa kerumah sakit sekarang, mungkin ada beberapa paparazzi yang sedang mengintai di depan rumahku mengingat reuni kali ini dihadiri beberapa orang terkemuka dan penting. Bantu aku meyakinkan orangtua kalian untuk mengizinkan Sooyoung beristirahat di sini malam ini. Jika kabar Sooyoung keluar dalam keadaan tak sadarkan diri dari rumahku tersebar, itu akan sangat berpengaruh pada karir modelnya.”

“Baiklah aku mengerti. Aku percaya padamu. Kau tak akan menyakiti dongsaengku”

“Akan kupastikan itu.”

“Kupegang kata-katamu. Sudah dulu, orang tua kita mulai memperhatikan gerak-geriku”

“Nde..Siwon akan mengantarkan kalian pulang. Melihat kondisi Sooyoung yang seperti ini, aku tak tenang membiarkan noona menyetir sendiri”

“Arra Presdir Cho. Aku titip dongsaengku. Bye”

“Bye”

Soojin kembali ketempat ia duduk tadi, Orang tuanya menatap kearahnya seakan tau ada yang tak beres dengan salah satu putri mereka. Naluri orang tua.

Meja yang tadinya riuh dengan canda tawa kini sunyi senyap menanti kata yang keluar dari putri sulung keluarga Choi itu.

“Eomma, Appa. Sooyoungie..”

—^^—

Kyuhyun tengah duduk melipat salah satu kakinya diatas paha, ia terlihat duduk dengan santai dibawah tatapan menuntut yang dilayangkan oleh putri tunggal keluarga Hwang. Sementara Hyuk kembali disibukan dengan panggilan ponselnya di sudut lain ruang TV itu.

“Sejak kapan seleramu jadi gadis muda seperti itu, Kyu?” Fanny berpikir tak perlu berbelit-belit lagi dalam hal ini. Toh dia sudah hafal betul gaya percintaan sepupunya ini.

“Kali ini aku serius. Kau bisa melihatnya sendiri” jawab Kyuhyun sambil memainkan gelas berisi Wine ditangannya.

“ Aku tau. Hyuk oppa sedikit menjelaskannya tadi padaku. Dia pasti yeoja yang special sampai kau melangkah sejauh ini. Tapi apa dia tau..seleramu yang dulu seperti apa?”

“Tak usah diberi tau. Kuharap kau juga bisa tutup mulut. Sebelum aku yakin dia jadi miliku. Kalau tidak, aku dengan senang hati bilang pada paman kalau putrinya tengah jatuh cinta pada tangan kananku” smirk andalan Kyuhyun bertengger di bibirnya.

“Cih ancaman macam apa itu. Aku tak takut, sepupuku yang menyebalkan. Aku hanya perlu waktu untuk mengungkapkannya pada ayah dan ibu, aku perlu membuktikan kemandirianku dulu pada mereka.”

“Pantas saja. Klinikmu begitu cepat kau buka. Sudah tak sabar rupanya.”

“Yak..seharusnya kita membicarakan tentang obsesimu pada Choi Sooyoung, bukan membahas masalah pribadiku.”

“Ini bukan obsesi nona Hwang. Lebih dari itu” Kyuhyun menatap objek dihadapannya dengan sungguh-sungguh. Ia tak pernah seyakin ini sebelumnya menyangkut seorang gadis.

“Oow..kau keliatan idiot kalau sedang jatuh cinta presdir Cho.” Fanny mengibaskan tangannya meremehkan bermaksud menggoda, tapi ia tau perasaan Kyuhyun saat ini tak bisa diremehkan.

Kyuhyun yang ia tau adalah sosok namja yang sangat tak biasa dalam memilih teman kencan. Wajahnya yang tampan rupawan dan segala fasilitas yang ia miliki tak ia manfaatkan untuk menjerat gadis-gadis belia yang selalu menatap memujanya. Tapi Kyuhyun malah senang menghabiskan waktu dengan wanita-wanita seumuran nonnanya yang telah meninggal. Ia tau karena itu Kyuhyun memilih mereka, Kyuhyun remaja sangat dekat dengan nonnanya. Nonnanya adalah gadis berperangai hangat dan lembut, ia mengerti kyuhyun remaja luar dalam. Fanny menduga Sooyoung mensifati perangai Cho Ahra itu, sehingga Kyuhyun tampak sebegitu khawatir sedikit saja sesuatu terjadi pada Choi Sooyoung. Seperti kejadian demamnya Choi Sooyoung saat ini. Dan hebatnya gadis itu benar-benar diluar kebiasaan wanita-wanita sebelumnya. Sungguh masih muda.

“Kau sudah dua kali mengataiku hari ini. Kalau bukan karena kau sepupu manisku yang penurut, aku sudah mendeportasimu ke gurun Kalahari yang tak akan ada oppamu tercinta itu.”

Sayang sekali, Kyuhyun lebih tau bagaimana balik mengerjai sepupunya itu.

“Sial. Dan berhentilah menyiksa ‘nya’ dengan alasan pekerjaan, hanya aku yang boleh menyiksanya kau tau?!”

Fanny melirik kearah namja yang masih sibuk dengan tugasnya yang lebih merepotkan dari asisten presiden Korea sekalipun ketika menyebutkan kata ‘nya’.

“Dasar pasangan gila. Baiklah..Hyuk tugasmu hari ini sudah selesai, Kekasihmu yang cerewet ini mengemis minta keringanan padaku.”

Dengan sedikit mengeraskan volume suaranya, Kyuhyun memberi perintah terakhirnya untuk hari ini pada kaki tangannya itu yang sekaligus..kekasih sepupunya.

“Akhirnya kau sadar juga. Terima kasih sayang, kita segera pergi dari neraka ini setelah aku menghubungi Siwon untuk mengantar keluarga Choi pulang.”

Hyuk membalas dengan sama berteriak kearah dua orang yang berada di sofa, lebih tepatnya kearah namja yang duduk membelakanginya.

“Oke honey” Fanny menjawab dengan memeletkan lidah kearah kyuhyun.

“Cih..menjijikan”

“Hahaha..tapi aku serius Kyu, Keluarga Choi adalah keluarga terhormat. Orang tua kita berteman sudah lama dengan mereka. Jangan sampai kau mempermainkan putrinya. Karir modelnya juga sedang bagus-bagusnya. Kau pasti sudah menimbang hal itu dengan posisimu saat ini.”

“Itu yang sedang kupikirkan..”

Fanny membawa kembali atmosfir yang serius ditengah-tengah mereka. Ia harus memperingatkan Kyuhyun. Ia harus melakukannya.

“Kau harus memastikan keselamatannya dari para pesaing bisnismu dan dari..wanita-wanita yang mungkin masih tertarik padamu tapi begitu saja kau campakan.”

“Kupastikan mereka tak akan macam-macam. Aku bisa menyumpal mulut mereka dengan uangku.”

“Hati-hati dude. Kau belum tau seberapa mengerikannya wanita yang sakit hati. Dan satu lagi, tak semua hal bisa kau bereskan dengan uang”

“Kata-katamu seperti yang dia ucapkan saja” Kyuhyun meneguk Wine terakhirnya dan berniat kembali melihat kondisi ‘Dia’ dikamar.

“Itu memang benar. Dan sudah berapa jauh hubungan kalian?” Kyuhyun yang sudah beranjak dari Sofa, menghentikan langkahnya untuk sejenak berbalik menanggapi pertanyaan yang sama-sama ia pikirkan sedari kemarin.

Sejauh mana hubungannya dengan Choi Sooyoung.

“Saat aku menyatakan ingin memilikinya. Kau lihat sendiri, Dia keburu jatuh pingsan.”

“Hahaha..jadi seperti itu. Dia memang gadis unik. Saran dariku, lebih romantislah dalam menyatakan perasaan, siapa tau dia bukan hanya pingsan tapi langsung bertekuk lutut dihadapanmu” Fanny masih tertawa memegang perutnya yang tiba-tiba kram. Ini sungguh lucu dan kejadian langka yang dialami seorang presdir Cho.

“Terserah kau saja” Kyuhyun berbalik dan menutup pintu kamar begitu saja.

“Kalau begitu..selamat berjuang SEPUPU”

—^^–

Sooyoung POV

Sudah setengah jam aku terjaga. Memandangi ruangan sekelilingku yang kutau bukan kamarku. Lambat laun aku mulai ingat dengan apa yang terjadi semalam. Sial. Kenapa aku bisa pingsan. Dan namja ini..Cho Kyuhyuun tertidur dengan kepala berada di tempat tidur sebelah kiriku sementara setengah badannya terduduk dikursi. Sungguh posisi yang tak nyaman untuk tidur.

Kejadian bersamanya selalu seperti dejavu. Apa dia memperhatikan wajahku juga ketika aku tertidur? Seperti aku memperhatikan wajah damainya saat ini. Astaga. Apa yang kau lakukan Choi Sooyoung.

Ketika aku berniat menepuk pelan kepalanya supaya dia bangun, seseorang terdengar membuka kenop pintu dan menyembulkan sebagian badannya dari pintu.

“Kau sudah bangun?”

“Ah~ Nyonya Cho, maafkan saya. Saya sungguh merepotkan keluarga anda” Aku berniat bangkit dari pembaringanku dan menyibak selimut ditubuhku. Tapi..

KENAPA AKU TAK BERPAKAIAN?

“Tak apa-apa. Sooyoung~ssi tak usah bangun dulu, pasti pusingnya belum hilang. Aku hanya membawakan gingseng madu ini untukmu”

Nyonya Cho yang ternyata datang dengan membawa nampan yang diatasnya terdapat sebuah mangkuk kecil yang kuyakini berisi minuman herbal, melangkah kearahku dengan anggunnya.

Bagaimana ini?

Dengan tenang, jari-jarinya yang lentik meletakan gingseng madu itu pada buffet disebelah tempat tidur.

“Nyonya Cho, Orang tua saya-“

“Sooyoung~ssi tenang saja, Soojin sudah menjelaskan semuanya. Akan sangat tidak baik untuk kesehatan dan image mu bila semalam kau  langsung pulang. Apa kau sudah merasa baikan? perlu kita ke rumah sakit sekarang?”

Sungguh. Wanita dihadapanku ini mempunyai aura keibuan yang sangat luar biasa. Tutur katanya sangat halus dan senyumannya begitu menenangkan. Persis seperti yang sering diberitakan. Malah aslinya lebih dari itu.

“Tak perlu nyonya. Saya akan baik-baik saja setelah meminum obat herbal dari anda.” Aku tersenyum kearahnya dan melirik Kyuhyun yang masih terlelap. Sungguh canggung berada dalam situasi seperti ini.

“Sooyoung~ssi boleh memanggilku eomma atau ahjumma, atau bibi seperti Siwon dan Hyuk. Orang tuamu adalah salah satu sahabatku, terasa aneh jika kau memanggilku ‘Nyonya’”

“Ah~ nde bibi, jongmal mianata” aku berusaha mengeratkan selimut ditubuhku dan memberikan anggukan hormat untuknya.

“Oh ya..tak apa kan Kyu~ah kita biarkan tidur sebentar lagi, dia baru tidur dua jam yang lalu” ucapnya sambil mengelus rambut putranya.

Ya tuhan. Kenapa aku yang malu sendiri melihat kedekatan mereka yang seperti itu.

Nde. Tentu saja, inikan memang kamar presdir Cho, seharusnya saya-“

“Haha..Sooyoung~ssi masih memanggilnya presdir Cho? Kukira hubungan kalian sudah lebih-”

“Emm itu tak seperti yang bibi perkirakan, kami hanya berteman” aku segera menggerakan kedua tanganku menepis dugaan tidak-tidak yang mungkin nyonya Cho pikirkan tentang kami.

TEMAN? Sejak kapan kami berteman? Tapi tidak mungkin juga kan kalau aku mengaku bermusuhan dengannya. Setelah apa yang dia lakukan untuku sejauh ini.

“Hmm baiklah kalau seperti itu. Minumlah gingseng madunya selagi hangat. Tak apa kan kalau bibi tinggal sekarang?” wanita paruh baya dihadapanku beranjak dari duduknya, ia sedikit mengelus kembali rambut putranya untuk terakhir kali. Aku hanya mengangguk sebagai jawaban persetujuanku.

“Oh ya..” beliau menghentikan langkahnya sebelum benar-benar menutup pintu kamar, kembali beliau menyembulkan sedikit badannya diantara pintu.

“Segeralah berpakaian..sebelum Kyu terbangun” lanjutnya dengan berbisik dan sedikit wink diakhir kalimatnya.

ASTAGA!!!  MAU DITARUH DIMANA MUKAKU. Ternyata..sedari tadi beliau menyadarinya. Jongmal.

Author POV

Setelah satu jam berlalu dalam keheningan yang hanya diisi tarikan nafas lembut dari Kyuhyun yang tengah terlelap, karena Sooyoung sendiri tak bisa kembali memejamkan matanya setelah menghabiskan ginseng madu yang sungguh sangat nyaman untuk tubuhnya. Akhirnya timbul sebuah pergerakan kecil dari tubuh namja jangkung itu, pertanda alam sadar segera menghampirinya.

Sooyoung yang sadar Kyuhyun akan segera terjaga, reflex menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya. Ia bingung pakaiannya disimpan dimana, ia juga tak mungkin beranjak karena itu sama saja membangunkan Kyuhyun yang tidur menghimpit selimutnya.

Kyuhyun masih dengan mata terpejamnya merenggangkan otot-ototnya yang pasti kaku, sementara Sooyoung menatap setiap pergerakan namja itu dengan waspada.

Dikuceknya sedikit matanya, membiaskan cahaya yang masuk melalui retina kelamnya itu. Seketika gerakannya terhenti, ketika tatapannya mulai terfokus pada objek di hadapannya.

“Kau sedang apa? Mengeratkan selimut begitu..” pertanyaan bodoh sebagai pembuka hari dari seorang Cho Kyuhyun.

“Kau tau apa maksudku. Dimana pakaianku? Ah, Aniya..KENAPA AKU TAK BERPAKAIAN?” Sooyoung tanpa ampun menghujamkan tatapan tajam atas pertanyaan Kyuhyun.

“Ah itu. Kau demam tinggi, aku hanya memberikan pertolongan dasar padamu. Dan dokter pribadiku pun menyetujuinya” itu Kyuhyun. Seperti biasa berkata tanpa dosa sama sekali.

“Jadi..yang semalam itu bukan mimpi…aku..KAU?“

“Siapa lagi. Aku tak mungkin menyuruh Hyuk yang melakukannya.” Kyuhyun beranjak dari tempatnya dan membenarkan letak piama sutranya. Semakin membuat Sooyoung salah sangka.

“Bukan berarti kau juga boleh melakukannya! Cho Kyuhyun!” Sooyoung semakin mengeratkan cengkraman pada selimutnya. Air mata sudah menantang disudut matanya. Kenapa mereka harus berakhir seperti ini. Berakhir ditempat tidur. Itu yang Sooyoung pikirkan.

“Tapi, AKU. SUDAH. TERLANJUR. MELAKUKANNYA.”

Kata-kata penegasan dari Kyuhyun semakin membuat Sooyoung hancur. Tak ada yang berharga lagi dalam hidupnya. Satu hal yang paling berharga sudah diambil oleh namja yang menjulang tanpa rasa iba dihadapannya, bahkan.. ketika ia sama sekali tak sadarkan diri.

“Andwe. Aku pasti masih demam. Andwe, tapi aku merasa ada jemari seseorang-…jangan bilang itu juga KAU?”

“Aku namja normal, nona choi. Aku-“

“Eomma..Andwe!! Jangan diteruskan!! Kau memang brengsek” Sooyoung semakin meraung menjadi-jadi. Sebelah tangannya ia lampiaskan untuk mengacak frustasi rambut panjangnya.

Sadar situasi semakin membingungkan, Kyuhyun tak habis pikir kenapa reaksi Sooyoung sampai sebegitunya.

Oke, dia tau dia sudah lancang membuka pakaian Sooyoung tapi hanya sebatas itu. Sebatas menolong menurunkan demam tinggi gadis itu. Walau hasrat terus menggodanya untuk memanfaatkan kesempatan yang ada tapi ia tak mungkin berani, jika itu tentang harga diri Choi Sooyoung yang sangat mati-matian gadis itu jaga. Ia menyaksikannya sendiri di Hotel waktu itu.

“Hei..hei..ssstt, Choi Sooyoung dengarkan aku” Kyuhyun membawa paksa Sooyoung kedalam tubuh hangatnya.Setelah ia mulai faham situasi.

“Aku tak mau dengar apapun dari mulutmu, Cho Kyuhyun” Sooyoung semakin menjadi dengan tangisannya, air mata sudah meleleh kemana-mana. Tak dipedulikan lagi penampilannya yang sungguh semrawut. Ia terus memukul-mukul pundak kyuhyun yang berusaha mendekapnya.

DENGAR!!” Kyuhyun sedikit meninggikan suaranya dan memang itu berhasil membuat Soooung kaget sejenak. Kyuhyun langsung memanfaatkan moment itu untuk menyuarakan pikirannya.

“Aku. Cho Kyuhyun atas nama eommaku, tak akan melakukan hal keji itu. Terlebih kepadamu, Choi Sooyoung. Kalau kau tak ingin.” Kyuhyun melepaskan dekapannya dan ganti menatap tajam tepat kearah bola mata bulat sooyoung yang masih berurai air mata.

“Kau pasti membual” Sooyoung masih tak mau menerima apa yang dikatakan namja 5 cm dihadapannya. Sooyoung berusaha memutus kontak mata mereka, tapi dengan sigap Kyuhyun menangkup pipinya. Masih dengan tatapan harap yang sama.

“Apa aku terlihat seperti bajingan waktu itu?”

Sooyoung menatap dalam pada iris elang dihadapannya. Ia menggeleng, mulai goyah.

“Aku memang hampir tergoda. Aku namja normal. Dan jelas-jelas menginginkanmu. Tapi bukan gayaku, meniduri gadis tak sadarkan diri. Kau faham?”

Tanpa dikomando, sooyoung menganggukan kepalanya sambil tertunduk. Air mata mulai surut dari alirannya. Ada sebagian keyakinan dalam dirinya bahwa Cho Kyuhyun tak akan menyakitinya.

Bersamaan dengan itu Kyuhyun mulai melepaskan tangkupan tangannya, dan merapihkan helaian rambut yang menutupi wajah manis dihadapannya.

“Bagus. Pakaianmu akan segera diantarkan. Apa yang ingin kau lakukan?”  ucap kyuhyun dan dengan lembut mendaratkan kecupan sayang di kening cantik Sooyoung.

“Pulang..aku mau pulang”

 

^^TBC^^

 

Hi….Sorry for short part dan pasti typo bertebaran dimana-mana *Efek suka males ngedit :p
Untuk part selanjutnya..ada yang mau ngasih masukan? hehehe

60 pemikiran pada “The First #5 (Dream Come True)

  1. Wahhh, syoo bsa kyk ngasih isyarat ‘jangan’ gtu ya disaat gak sadar… keren!
    Tpi berarti kyu udh liat semua aurat syoo dong-..- wkwk untung kyu gak bad boy dah… nyonya cho udh merestui tuh!
    Next part KY makin deket aja… hehehe

  2. bagian awalnya q uda mlenceng kmn-mna pkirannya #plak
    tp kyuhyun keren hahaha….
    apakah soo akan diantar pulang??? next chingu🙂

  3. ya ampun..pasti malu bnget ya jadi soo…sadar aja udah gak berpakaian
    untung kyu oppa dapat nahan nafsu
    kyu oppa kayaknya bner2 udah jatuh dlm pesona choi sooyoung, hehe

  4. Aksi kyu cukup ekstrim. Tp mau gmna lagi buat keselamatan sooyoung juga😀
    kyu bener2 di buat bertekuk lutut sama soo..
    Lanjut jgn lama-lama ya..

    1. saran
      kalo bisa next pt jngn lma2 ya eonn.
      trus dipanjangin, trus bgian kyuyoung nya di banyakin, trus kyuyoung moment nya dibnyakin adegan tegang2annya , trus ,kalo ad pr yg NcBISA gk mnta pw nya gak usah pkk twitter,,yah pokonya gitu dech,,

  5. ahhh akhirnya post juga ^^ lanjutkan thor!
    sarannya buat part selanjutnya jangan lama-lama post nya (?) hehehe
    kapan mereka jadian thor? u.u
    kalo bisa langsung nikah aja lah kkk /maunya/

  6. Ternyata soo pingsan towh,, ahhh fany dan hyuk pacaran,, ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ suka baget sama part ini,, semoga part selanjutnya hubungan mereka makin dekat, tanpa ada gangguan dri orang ke 3,,

  7. mwo…!!! ak kra pcar fany it siwon eh trnyta Hyuk oppa….:-[

    hmmm lucu dh wktu soo slh pham am kyu. tp ak ska bgt am pnkohan kyu dsni. and bnykin moment romanceny ya d.part brkutny

  8. Kyaaa!!!!!!! Publish juga ternyata! Setelah hiatus 2 minggu, aku serasa kudet di dunia ff.

    Eonni… eonni…
    Sial! Aku kira bakal ada NCnya. Keunde, Tuan Cho. Aku akui aku suka penggambarannya di sini. Tapi, akan lebih menarik lagi. Kalau sudut pandang pengarangnya pake satu orang aja. (Sudut pandang=POV) bisa paka author atau slah satu diantara mereka.

    Oh ya itu hyuk sama fanny?

    Aku sih pengennya part selanjutnya ngelat soo tersiksa. Ok? Hwaiting!!

  9. Yaampun.. Kyu kyu kyu.. Coba aja punya cowo kaya dia. Meskipun ucpan dia bgtu tp dia protective pda org yg dia cintai *ciyee
    next .. Part 6 ditunggu sangaaat (y)

  10. Kyuppa udh melihat smua bagian tubuh syoung kah??
    Hub. cinta kyu sblum.a gk sampe tahap intim kan??
    Next.a jgn lama” ya thor dan smoga makin pnjg
    Klo bsa ff.a di publish lgi ke kyuyoung shipper indo

  11. authorrrrr….
    pokoknya harus segera di post nde part 6-nya, aku jadi makin tertarik sama kisah mereka, sama seperti soo eonni yang mulai tertarik masuk di kehidupan kyuppa, eh? ani kyuppa yang narik soo eonni ding…
    next part. next part. next part #gayaorangdemo…

  12. Daebakk!!! Next part lebih panjang ya thor *maaf. Aku suka banget Kyuyoung moment di part ini, so sweet. Kyu .. you’re so romantic. Next.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s