[ThreeShoot] Under The Same Sky (Last Part)

UNDER THE SAME SKY

Author : Puppy_Ky/ @realme90

Length: ThreeShoot

Genre : Suka-suka :p

FF ini terinspirasi dari Good mannersnya seorang CKH dikehidupan nyata..hebat yah tuh orang, bisa ngeinspirasi orang bikin FF..Malem-malem pula :3 Well..sebenernya sikapnya bisa dilakuin sama semua orang, tapi dengan imej CKH yang “Evil” mungkin kita bisa memandang (?) kepribadian dia yang sesungguhnya dari sudut pandang yang lain ^^..Ketampanan dan kecantikan mungkin bisa dibeli, tapi sikap dan sifat yang baik itu berasal dari hati #SalamKuper hahaha berasa Mario teguh :p

Last but not least ^^…Happy reading and than Get your feel for this FF😀

“Perempuan baik-baik hanya untuk laki-laki yang baik, begitupun sebaliknya..Aku disini, merasa bukan laki-laki yang baik. Jadi, sudah jelas Sooyoung~ah”  -CKH-

Disebuah sofa single berwarna cream, seorang namja tinggi tengah membaringkan tubuhnya berbantalkan lengan kirinya. Hangat dari perapian membuat posisinya semakin nyaman saja.

Dari kejauhan Kim Jongwon sudah melihat posisi nyaman tuannya itu, hingga rasa enggan mengganggu sempat hadir dibenaknya, tapi apa yang harus ia laporkan lebih penting dan pasti sangat dinantikan oleh tuannya itu.

“Ehm..” sedikit berdehem namja awal 40an itu berusaha menarik perhatian.

Namja yang kini mulai membuka pupil cokelatnya sedikit menoleh mengkonfirmasi keberadaan orang lain di ruang keluarga itu. Masih dengan posisi berbaring dan kini menatap bintang-bintang yang dapat terlihat karena atap Villanya di design sedemikian rupa hingga bisa tembus pandang, namja yang tampak chic dengan sweater abu-abu itu bertanya,

“Bagaimana pak Kim? Berhasil?”

“Begini tuan..”

“Aish sudah kubilang panggil Kyuhyun saja, tuanmu adalah appaku bukan aku”

Ah tentu, Kim jongwon mengangguk patuh. Tak ada yang berubah dengan sifat tuan mudanya ini sejak terakhir kedatangannya untuk berlibur beberapa bulan lalu, selain..terbatasnya namja muda itu untuk beraktifitas seperti dulu karena kaki kanan sebagai penopang tubuhnya telah ia relakan untuk diamputasi 7 bulan lalu dan hilangnya ingatan parsial dari namja tampan itu.

Ah ya, Hidup memang tak bisa diprediksi. Orang bisa mengalami bahagia dan celaka kapan dan dimana saja. Termasuk apa yang dialami pemuda yang pada awalnya segar bugar dan dalam vitalitas sempurna itu.

Tepatnya 1 bulan sekembalinya Kyuhyun ke Seoul, seperti semangat awalnya yang berkobar dari pemuda itu untuk menentukan nasib hidup dan percintaannya sendiri, maka pemuda itu menyampaikan keinginan dan mimpinya di hadapan keluarga besarnya.

Pada awalnya, hanya eommanya saja yang kelihatan shock dengan apa yang disampaikan Kyuhyun. Bagaimana tidak, selama ini kyuhyunnya selalu jadi anak yang patuh dan menuruti apa saja yang orang tuanya inginkan untuk hidupnya. Tapi hari itu, kyuhunnya berbeda, lebih berani dan matanya bersinar penuh kebahagiaan.

Tapi appanya yang bertipe keras, menganggap anak semata wayangnya itu semakin berubah jadi pembangkang dan menganggap apa yang kyuhyun inginkan sebagai keinginan sesaat yang tak usah di hiraukan.

Alih-alih mendapatkan restu akan keinginannya, kyuhyun malah didaulat untuk langsung memimpin salah satu anak perusahaan Cho Corp yang bergerak dibidang property sebagai ganti syarat keseriusan pemuda itu lepas dari jerat perjodohan.

Bagi kyuhyun hal itu sama dengan memakan buah simalakama. Lepas dari jerat perjodohan, terjerumus pada jerat bisnis property keluarga yang kotor dan tak berperi kemanusiaan.

Dan puncaknya adalah ketika perusahaan yang dipimpin olehnya mendapatkan tender untuk membangun Villa dan Resort di daerah Busan, dan karena kecerobohannya pula appanya memilih lokasi tepat di atas lahan perkebunan Choi Jungnam setelah orang tua itu melihat dan jatuh cinta pada hasil bidikan kameranya saat liburan di Busan yang ia simpan di personal computernya, ia melihat daerah itu punya potensi untuk menarik banyak pengunjung dan menjanjikan ribuan won masuk ke kantongnya.

Kyuhyun mengusahakan berbagai cara supaya sang appa merubah rencananya. Berbagai argument dan alasanan ia lontarkan untuk membuat Busan tak menjadi tempat pilihan untuk merealisasikan mega proyek perusahaannya.

Hingga tiba hari nahas itu, ia yang sudah diliputi amarah dan rasa kecewa pada kekeras kepalaan appanya nekat mengemudikan Audi nya dengan kecepatan diatas rata-rata, kecelakaan tunggal di tol dalam kotapun tak dapat terelakan lagi yang akhirnya mengantarkan kyuhyun pada kondisinya saat ini.

Kyuhyun tanpa kesulitan berarti bangun dari posisi rebahannya, pemuda itu dengan efisien menurunkan kaki kirinya diikuti ‘kaki’ kanannya menempatkan dirinya pada posisi duduk menghadap kearah Kim Jongwon.

“Seharusnya aku yang melakukan lobi itu, kudengar Choi Jungnam itu sangat keras kepala ya, begitukah?” senyuman tipis tersungging pada bibir kyuhyun, entah mengapa ia seolah hafal betul tabiat orang tua satu itu, padahal ia merasa belum pernah sekalipun bertemu dengan pemilik perkebunan jeruk paling luas di Busan itu.

“Haha anda benar Tu..Kyuhyun~ssi, tua bangka itu menolak penawaran saya pada kesempatan pertama. Tapi saya sudah memperingatkan agar tua bangka itu tak meremehkan kekuatan kita.”

“Maksudmu? “ Kyuhyun tau, selain sangat setia pada keluarganya terutama pada appanya, pria dihadapannya memiliki tabiat yang culas dan licik dalam menjalankan perintah appanya yang tak segan melibas lawan bisnis atau siapapun yang menghalangi keinginannya.

“Bukan hal penting, saya hanya memberikan sedikit pelajaran padanya.” Jawab jongwon tersenyum penuh rahasia.

“Saya harap besok anda bisa ikut untuk menemui Choi Jungnam kembali, akan baik jika anda langsung menyaksikan ‘hal besar’ yang besok akan terjadi” lanjutnya.

“Baiklah, besok aku ikut” putus kyuhyun.

Pemuda itu penasaran akan “hal besar” yang dikatakan orang kepercayaan appanya tersebut. Selain itu ada dorongan dalam hatinya untuk bertemu dengan pria bermarga Choi itu. Marga yang tak asing lagi ditelinganya.

Jangan mengambil keputusan yang akhirnya akan kau sesali Cho Kyuhyun.

~UTSS~

 

Tok..tok..tok..

Sooyoung segera berlari menyongsong bunyi ketukan yang berasal dari pintu depan rumahnya, tuan choi yang sedang sibuk dengan koran paginya pun ikut melongok sejenak meninggalkan bacaannya.

“Tunggu sebentar” sooyoung berseru menenangkan si pengetuk pintu yang tampaknya tak sabaran itu.

“Silahkan ma-..” kalimat sapaan sooyoung mengambang diudara ketika pupil matanya beradu pandang dengan tatapan elang pria dihadapannya.

“Aku tak akan banyak basa-basi nona choi, aku ingin bertemu tuan choi untuk penawaran terakhir”

Kim jongwon berdiri di ambang pintu dengan stelan serba hitam yang kaku. Sebelah tangannya ia masukan kedalam saku celana kainnya yang licin tersetrika.

“Siapa yang berkunjung Soo~ah?” Tuan choi beranjak dari kursi tempat ia biasa menghabiskan waktunya untuk membaca atau hanya sekedar berbincang dengan putrinya. Dilihatnya diantara bahu sang putri siapakah gerangan tamu yang berkunjung.

“Kau..” raut muka tuan choi berubah mengeras ketika ia mendapati Jongwon berdiri angkuh tepat dihadapan putrinya.

“Selamat pagi pak tua, sudah berubah pikiran eh?” dengan senyum jokernya jongwon menyapa.

“Sudah kubilang, jangan pernah injakan sepatumu di rumahku ini lagi.” Urat-urat di wajah teduh tuan choi kini terlihat jelas menggambarkan betapa murkanya pria akhir 40an itu, sooyoung berusaha menenangkan dengan memegang erat bahu appanya.

“Hah sudah kuduga, memang tak mudah mengubah pendirian anda. Kalau begitu…tak ada cara lain.”

“Apa maksud anda?” Sooyoung menyela ketegangan diantara dua pria dihadapannya.

“Maksudku adalah…ini”

Dengan menjentikan jarinya jongwon memberikan kode kepada para bawahannya yang tanpa sooyoung dan tuan choi sadari sudah rapi berjejer dan berjaga di halaman rumah mereka.

Beberapa diantaranya memakai stelan jas dan dasi yang rapi layaknya para bodyguard sewaan, dan yang lainnya tampak seperti pekerja alat berat yang berbadan dan bertampang sangar. Sangat kontras.

Dari balik kerumunan bodyguard yang berjejer rapi, muncul sesosok namja yang berjalan tertatih dengan kruknya.

Cho Kyuhyun.

Kyuhyun tampak sedikit kesulitan melangkahkan kakinya dan ketika beberapa bodyguard berniat membantunya, namja itu tampak menampik bantuan mereka.

Kyuhyun tak sadar ada sepasang mata yang sedari dia muncul, lekat mengikuti gerak-geriknya. Sepasang mata milik perempuan yang nyaris mati menahan rindu.

Melihat sosok yang teramat ia rindukan, tubuh sooyoung bergetar dengan hebatnya. Ia nyaris kehilangan kesadaran jika appanya tak memegang pundaknya untuk menguatkan pijakan kakinya.

“Soo..” Choi Jungnam berusaha menyadarkan putrinya dari pertemuan yang tak pernah mereka duga ini.

Dengan berlinangan air mata, Sooyoung menerobos keluar dari rumahnya demi menyongsong sosok yang selalu menghiasi pikirannya.

Tak apa Cho Kyuhyun pergi begitu saja, asal ia tahu kini namja itu baik-baik saja.

Tak mengapa si idiot Cho Kyuhyun meninggalkannya begitu lama, asal ia tahu namja itu akan kembali kepadanya.

Langkah sooyoung terhenti ketika jarak antara dirinya dan kyuhyun menyisakan 5 meter lagi. Ia pandangi lekat-lekat sosok tampan dihadapannya. Perawakan yang sama,sosok yang sama..Tapi, tatapan namja itu tak sehangat biasanya. Kosong.

“Kyu..” Sooyoung mengangkat kedua tangannya, berharap kyuhyun ikut berlari menerjang tubuhnya dan menghadiahinya sebuah pelukan.

Sososok itu masih bertahan diposisinya, malah kini menautkan alisnya sedikit keheranan.

Kyuhyun pasti sedang mengerjainya seperti biasa, sooyoung berusaha meyakinkan hatinya.

“Cho Kyuhyun..” kali ini suara sooyoung bergetar dan kerapuhan tak dapat di sembunyikan lagi darinya.

“Nugu?..apa aku mengenalmu?” Satu kalimat yang Kyuhyun lontarkan, sukses membuat keseimbangan sooyoung hilang dan kedua lututnya ambruk ketanah.

Kyuhyun yang bingung dengan kejadian dihadapannya melirik kearah Kim Jongwon meminta penjelasan. Namun laki-laki itu malah menghadiahinya sebuah senyuman dikulum.

Tatapannya beralih pada pria setengah baya yang menatapnya penuh kegusaran dan amarah yang terpendam. Amarah untuk dirinya? Tapi kenapa?

Yeoja dihadapannya tampak rapuh dan menyedihkan, tapi kyuhyun tak tau apa yang telah dan harus ia perbuat. Apakah yeoja di hadapannya pernah punya ikatan dengannya?

“Kumohon, jangan seperti ini” Sooyoung kembali mengumpulkan keberaniannya untuk bicara. Setelah hati dan harga dirinya di hancurkan dalam satu kesempatan.

“Jangan seperti ini, Kyuhyun~ah. Kumohon, katakan kemana saja kau selama ini?”

“Apa yang kau katakan? Aku tak mengerti.”

Perlahan Kyuhyun membalikan badannya berniat mengakhiri kebingungannya dan tak jauh ikut campur dengan “rencana besar” yang kim jongwon katakan semalam.

“Berhenti.. Cho Kyuhyun.”

Sebuah geraman tertahan berhasil membuat Kyuhyun berhenti sejenak.

“Sekali kau melangkahkan kaki keluar dari halaman rumahku, aku akan mematahkan kakimu.”

Kembali pria paruh baya yang ia yakini sebagai tuan choi si pemilik rumah dan perkebunan jeruk paling luas di Busan itu berteriak.

Kyuhyun menyunggingkan senyum pahit. mematahkan kakinya? Pria ini pasti membuat lelucon jika melakukannya. Kakinya tak usah dipatahkanpun sudah hancur duluan.

“Appa..”

“Biarkan appa menghajarnya, Sooyoung~ah”

Tuan Choi sudah diliputi kemarahan yang didominasi oleh kekecewaan pada sosok yang berdiri tak jauh dari putri semata wayangnya itu.

Bagaiman Cho Kyuhyun yang selama ini ia banggakan dan andalkan, bisa berdiri dengan begitu dinginnya dihadapan orang yang telah ia janjikan untuk di bahagiakan. Janji yang pemuda itu ikrarkan untuk putrinya, Choi Sooyoung.

Melihat air mata yang semakin bergulir dari mata indah putrinya membuat hatinya semakin terasa diremas-remas, tuan choi tahu bagaimana hati putrinya sudah hancur berkeping-keping setelah lama di tinggalkan tanpa ada kabar kejelasan, kemudian ketika pemuda itu hadir dihadapan mereka yang pemuda itu katakan adalah sebuah kalimat yang menyakitkan.

“Kau..bajingan” Tua choi merangsek kearah kyuhyun dan mengambil kerah kemeja yang kyuhyun kenakan. Dengan sekuat tenaga yang tak lagi seberapa, ia layangkan tinjuan-tinjuan membabi buta kearah rahang kyuhyun.

Satu pukulan telak berhasil bersarang dipelipis kyuhyun yang membuat darah segar mengalir dari luka yang ditimbulkan. Kyuhyun meringis, tanpa berniat melakukan perlawanan. Hatinya mencegah anggota badannya untuk bereaksi. Hingga ia terima saja pukulan kedua bersarang di hidungnya.

Samar, sekelebat bayangan tentang seorang gadis berambut panjang, bermata indah yang tengah duduk di bawah pohon maple hadir di benaknya.

Pukulan demi pukulan yang semakin melemah dari tangan renta Choi Jungnam yang memukulinya diiringi tangisan, semakin membuat ingatan kyuhyun pada suatu kejadian disuatu masa semakin jelas tergambar.

Ingatan ia tengah berlutut dihadapan seorang gadis, untuk meminta gadis itu mau menikah dengannya.

Ketika tubuh kyuhyun sudah terhuyung dan akhirnya ambruk dilututnya, ia tepat berhadapan dan berpandangan dengan gadis yang tengah terisak memegangi dadanya.

Gadis itu..gadis yang sama dengan yang ada di ingatannya. Choi Sooyoung.

Ia mengenali gadis itu…namun terlambat.

Melihat Kyuhyun dipukuli, Kim jongwon segera memberikan isyarat pada bodyguardnya untuk menghajar appa Sooyoung.

Dengan kasar mereka menarik orang tua itu dan memegangi kedua tangannya sehingga tak mampu lagi memberi perlawanan walaupun pemberontakan masih sempat tuan choi lakukan.

“Aku benci berlama-lama menyaksikan drama murahan seperti ini” gumam Kim Jongwon. “Hancurkan dan ratakan perkebunan tua bangka itu sekarang juga!” perintahnya pada orang suruhannya yang ternyata sudah siap dengan alat berat untuk menghancurkan bangunan.

Rasanya sooyoung sudah tak kuat lagi untuk menjerit ataupun berteriak atas apa yang terjadi pada hidup dan keluarganya. Terutama perkebunan kebanggaan appanya.

Dengan mata kepalanya sendiri ia menyaksikan appanya meronta-ronta histeris berusaha melepaskan diri dari kungkungan para pria berbadan tegap, ketika lambat laun perkrbunan mereka mulai diratakan dengan tanah.

Warga yang diam-diam mencuri lihat dari rumah masing-masing, tak ada yang berani membantu mereka. Karena jika berani ikut campur, maka nyawalah taruhannya.

Daun-daun hijau dari batang pohon jeruk perlahan tak terlihat lagi, satu demi satu buah jeruk yang siap panen jatuh dari rantingnya.

Salah satu buah jeruk yang matang sempurna itu menggelinding kearah kyuhyun. Perlahan dengan tangan bergetar kyuhyun memungutnya dan bersamaan dengan itu ingatan tentang semuanya kembali dengan sempurna.

“HENTIKAN!”

~UTSS~

Pagi itu gerimis perlahan turun kebumi. Daun-daun mulai basah dan rumput-rumput liarpun mulai tergenang oleh air.

Suasana taman pemakaman yang suram, bertambah sendu dengan pemakaman salah satu anak manusia yang kembali pada pangkuan sang pencipta pada hari itu.

Para pelayat satu persatu meninggalkan orang yang sekarang tengah berduka karena kepergian, yang tersisa hanya sepasang anak manusia yang tengah membisu dibawah rintik hujan yang semakin besar.

“Bagaiman lukamu?” Sooyoung yang berdiri dengan payung hitamnya membuka percakapan.

“Seharusnya aku dihajar lebih dari ini” Jawab pemuda yang bertahan ditengah hujan tanpa pelindung apapun untuk menghalau tetesan air dari langit itu.

“Aku menyesal Sooyoung~ah, kenapa takdir mempermainkan kita seperti ini” Pemuda itu akhirnya ambruk dan memeluk pinggang yeoja dihadapannya.

Sooyoung merasakan berat yang sama yang harus ia pikul. Setelah kyuhyun menyadari segalanya, pemuda itu memang berhasil menghentikan perbuatan Kim Jongwon, namun tuhan berkehendak lain, bersamaan dengan itu appanya ambruk dan tak terselamatkan lagi. Serangan jantung.

Walaupun hal ini bukan sepenuhnya salah Kyuhyun, namun pemuda itu menghukum diri lebih dari yang seharusnya ia terima.

Belum kering air mata Sooyoung sejak satu harian ini, kini kembali tumpah karena ia merasakan kyuhyun terisak dalam diam diperutnya.

“Sudahlah, appa tak akan suka melihatmu seperti ini” Sooyoung berusaha menenangkan kyuhyun dengan membelai lembut kepala pemuda itu.

Padahal siapa yang tahu ia merasakan pukulan yang paling menyakitkan dengan kepergian appanya, kepergian keluarga satu-satunya, orang yang paling berharga dalam hidupnya dan kini ia sebatangkara menghadapi dunia. Tapi sooyoung tak ingin membuat kyuhyun lebih hancur lagi.

“Maafkan aku” Kyuhyun berusaha melafalkan permintaan maaf yang ia harapkan bisa menembus langit dan sampai pada orang yang ia tuju. “Maafkan aku” ucapnya sekali lagi dengan tergugu.

“Aku tak pantas untukmu sooyoung~ah. Perempuan baik-baik hanya untuk laki-laki yang baik, begitupun sebaliknya..Aku disini, merasa bukan laki-laki yang baik. Jadi, sudah jelas Sooyoung~ah”

“Jangan pernah bilang seperti itu Cho Kyuhyun. Cukup satu kali kita terpisah..jangan..jangan terulang lagi. Berjanjilah padaku” kali ini sooyoung mengguncang bahu kyuhyun dengan kencang, menyadarkan jikalau namja itu tengah hilang kewarasan.

“Maafkan aku”

“Jangan meminta maaf bodoh” tangisan sooyoung semakin menjadi-jadi.

“Kita harus berpisah sementara. Menenangkan diri dan memikirkan semua yang terjadi. Aku masih belum bisa memaafkan diriku sendiri untuk semua yang telah terjadi.”

“Cho Kyuhyun Diam!”

“Kita harus sooyoung ah~, aku akan memantaskan diriku untukmu, dan jika jodoh itu ada, dibawah langit yang sama kita akan dipertemukan kembali”

Air mata keduanya luruh disapu hujan yang semakin deras turun. Apakah langit mengamini cita para pecinta yang tertawa dan terisak karenanya? Hanya tuhan yang berhak mengaturnya.

 

_END_

Ini END? Iya beneran END >,

Alhamdulillah, satu hutang sudah lunas kekeke

As Always, aku puas dengan karyaku yang ini juga😀 Walo jalan ceritanya mengharu biru, tapi selalu ada hikmah disetiap kejadian..walaupun itu sebuah ketidak bersatuan #tsaah :p

Big thank’s buat Knightdeul yg selalu nyempetin nanyain dan baca karya2 absurd aku. Semoga tak pernah mengecewakan..gamsahe!!! ^^

14 pemikiran pada “[ThreeShoot] Under The Same Sky (Last Part)

  1. Hadeuh..
    Kagak bersama mereka -_-
    Tapi yaudinlah.
    Ga selamanya semua terjadi sesuai dengan keinginan.
    Tapi kasian ya sikyu, diamputasi gitu kakinya.
    Mending lumpuh aja dia padahal, daripada diamputasi.
    Ngeri bray!
    Hehe

  2. Ya bpk sooeoni kok meninggal sedihx ending gantung chigu penasaran sma kelanjutan hubungan mereka masa baru bertemu ehh sdh berpisah lagi

  3. Ya bpk sooeoni kok meninggal sedihx ending gantung chigu penasaran sma kelanjutan hubungan mereka masa baru bertemu ehh sdh berpisah lagi mnta squell ne

  4. Kok sad sih? TT TT
    Kyu nya seharusnya tanggung jawab dg nikahin syo gitu kek..
    jongwoon nya juga jahat bener jadi orang! -__-

  5. mwooo stlh dtunggu skian lama…
    tp sad ending gni ??
    ak kecewaaaa😦
    sequel dong. msa gk ad kjlsan dlm hub mereka slnjutny.
    trus ap soo thu perihal kecelakaan yg d.alami kyu

  6. Maaf thor comment nya baru di part 3 ini. Masa ini beneran end sih thor:( lanjutin dong thor masih rada” ngegantung gitu ini mah;( di tunggu lah lanjutannya ah;'(((

  7. maaf ga baca judul langsung baca isi, kirain ini part pertama ternyata part terakhir, tapi ini udah luar biasa seru dan mengahru biru, need sequel please pingin happy ending masaaa huhu..
    btw ijin baca part awal yaaa ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s